Respons Pascabencana, Tzu Chi Tinjau Lahan Hunian Tetap di Sejumlah Daerah Sumatera Utara
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara mengundang keprihatinan mendalam. Merespons kondisi tersebut, Mujianto selaku Ketua Tzu Chi Sumatera Utara, bersama relawan Tzu Chi Medan serta staf Yayasan Buddha Tzu Chi Jakarta, melakukan koordinasi intensif dengan para kepala daerah di wilayah terdampak bencana. Langkah ini merupakan wujud kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam mempercepat penanganan pascabencana, khususnya terkait penyediaan Hunian Tetap (Huntap) yang layak bagi warga terdampak banjir bandang.
Koordinasi tersebut sejalan dengan kerja sama yang telah terjalin antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada penyiapan lahan dan pembangunan hunian yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Koordinasi tersebut sejalan dengan kerja sama yang telah terjalin antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada penyiapan lahan dan pembangunan hunian yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Rangkaian kunjungan lapangan ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak hari Sabtu, 13 Desember hingga hari Senin, 15 Desember 2025. Dalam kegiatan tersebut, relawan Tzu Chi Cabang Medan dan Jakarta bersama staf Yayasan Buddha Tzu Chi Jakarta berdiskusi serta meninjau langsung sejumlah lokasi yang diusulkan sebagai lahan pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Peninjauan dilakukan bersama Bupati Tapanuli Utara, Bupati Tapanuli Selatan, Bupati Tapanuli Tengah, serta Wali Kota Sibolga.
Pertemuan yang berlangsung secara konstruktif tersebut membahas berbagai aspek penting, mulai dari rencana penyiapan lahan, legalitas aset, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga tahapan pembangunan hunian di masing-masing wilayah terdampak.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat di wilayahnya. “Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi Yayasan Buddha Tzu Chi bagi masyarakat Tapanuli Tengah yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor,” ujar Masinton.
Lebih lanjut, Masinton menekankan pentingnya aspek legalitas dalam proses relokasi warga demi menjamin kenyamanan dan kepastian hukum di masa depan. “Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri PKP terkait relokasi rumah warga terdampak bencana, khususnya rumah yang rusak berat dan hilang. Kami memastikan lahan yang akan dibangun memiliki legal standing yang jelas dan bersih, sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung secara konstruktif tersebut membahas berbagai aspek penting, mulai dari rencana penyiapan lahan, legalitas aset, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga tahapan pembangunan hunian di masing-masing wilayah terdampak.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat di wilayahnya. “Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi Yayasan Buddha Tzu Chi bagi masyarakat Tapanuli Tengah yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor,” ujar Masinton.
Lebih lanjut, Masinton menekankan pentingnya aspek legalitas dalam proses relokasi warga demi menjamin kenyamanan dan kepastian hukum di masa depan. “Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri PKP terkait relokasi rumah warga terdampak bencana, khususnya rumah yang rusak berat dan hilang. Kami memastikan lahan yang akan dibangun memiliki legal standing yang jelas dan bersih, sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” tegasnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi suntikan semangat bagi warga terdampak. “Kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan. Kehadiran Tzu Chi tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga harapan dan semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan di Kota Sibolga,” ungkap Akhmad Syukri.
Para pemangku kebijakan menyampaikan bahwa pembangunan HUNTAP akan dilaksanakan secara bertahap di zona-zona yang dinyatakan aman. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat, dengan memprioritaskan lokasi yang telah siap secara administratif maupun teknis.
Para pemangku kebijakan menyampaikan bahwa pembangunan HUNTAP akan dilaksanakan secara bertahap di zona-zona yang dinyatakan aman. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat, dengan memprioritaskan lokasi yang telah siap secara administratif maupun teknis.
Melalui kerja sama dan gotong royong antara relawan Tzu Chi, para donatur, Pengusaha Peduli NKRI, pemerintah Sumatera Utara, serta pemerintah pusat, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berharap proses pembangunan hunian ini dapat berjalan lancar. Hunian yang dibangun diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak, sekaligus menjadi awal kehidupan baru yang lebih baik bagi masyarakat terdampak bencana.
Jurnalis : Ridho (Sekretariat Tzu Chi Indonesia),
Fotografer : Ridho (Sekretariat Tzu Chi Indonesia), dok. BNPB,
Editor : Anand Yahya.
Fotografer : Ridho (Sekretariat Tzu Chi Indonesia), dok. BNPB,
Editor : Anand Yahya.