Santri Sehat, Masa Depan Cerah
Penyakit adalah penderitaan terbesar dalam hidup. Untuk memutus siklus penyakit, Misi Kesehatan Tzu Chi memulainya dengan mengadakan penyuluhan dan pengobatan kesehatan secara gratis. Hal inilah yang juga dilakukan relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang yang bekerja sama dengan TIMA (Tzu Chi International Medical Association) Indonesia dengan memberikan pelayanan kesehatan di Pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor, untuk yang kedua kalinya di tahun 2025 ini.
Baksos kesehatan yang berlangsung pada hari Minggu, 14 Desember 2025 ini melibatkan 85 orang relawan Tzu Chi, 24 dokter umum dan spesialis, 31 dokter gigi, 3 perawat gigi, dan 14 perawat umum. Acara dimulai dengan kata sambutan dari perwakilan pesantren yang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dokter dan relawan yang bertugas.
Baksos kesehatan yang berlangsung pada hari Minggu, 14 Desember 2025 ini melibatkan 85 orang relawan Tzu Chi, 24 dokter umum dan spesialis, 31 dokter gigi, 3 perawat gigi, dan 14 perawat umum. Acara dimulai dengan kata sambutan dari perwakilan pesantren yang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dokter dan relawan yang bertugas.
Penyuluhan pertama dimulai oleh dr. Fery, yang menjelaskan terkait penyakit demam Tifoid (Tipes) yang terjadi akibat bakteri salmonella typhosa yang berada di dalam tubuh. Dalam penjelasannya, dr Fery juga menekankan bahwa para santri harus terus menjaga kebersihan tangan saat makan dan jika terkena penyakit ini maka harus istirahat dan melakukan pengobatan lebih lanjut.
“Jika tidak diobati dengan benar, maka dapat menyebabkan kebocoran usus. Pengobatan tipes yang berulang-ulang, maka perlu untuk melakukan pemeriksaan komprehensif, uji sensitivitas dari badan, untuk menentukan kuman resisten antibiotik yang mana harus memilih antibiotik yang terbaik supaya pengobatan berhasil,” ungkap dr. Fery.
Dalam penyuluhan ini, dr. Fery juga berpesan untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat kita tinggal. Tidak membuang sampah sembarangan, buang air besar dan kecil di tempat semestinya, cuci tangan dengan air dan sabun, serta berhenti makan makanan yang tidak sehat. Peserta juga aktif melakukan tanya jawab dengan dr. Fery.
“Jika tidak diobati dengan benar, maka dapat menyebabkan kebocoran usus. Pengobatan tipes yang berulang-ulang, maka perlu untuk melakukan pemeriksaan komprehensif, uji sensitivitas dari badan, untuk menentukan kuman resisten antibiotik yang mana harus memilih antibiotik yang terbaik supaya pengobatan berhasil,” ungkap dr. Fery.
Dalam penyuluhan ini, dr. Fery juga berpesan untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat kita tinggal. Tidak membuang sampah sembarangan, buang air besar dan kecil di tempat semestinya, cuci tangan dengan air dan sabun, serta berhenti makan makanan yang tidak sehat. Peserta juga aktif melakukan tanya jawab dengan dr. Fery.
Penyuluhan kedua disampaikan oleh drg. Andi Sukriatna. Dalam kesempatan ini, drg. Andi Sukriatna menyampaikan cara mencegah gigi berlubang. “Terkadang mindset (pola pikir) masyarakat dengan dokter berbeda. Masyarakat seringkali datang ke dokter gigi, jika penyakitnya sudah parah. Sementara dokter menganggap lubang sekecil apapun itu adalah penyakit sehingga perlu untuk segera ditambal. Tentunya edukasi kepada Masyarakat diperlukan. Minimal dengan adanya BPJS, Masyarakat bisa memanfaatkan untuk bisa pergi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” jelas drg. Andi Sukriatna.
Perwakilan santri Pondok Pesantren Nurul Iman, Alvin Fadillah juga menuturkan bahwa penyuluhan seperti ini sangat penting dilaksanakan karena penyakit tipes marak terjadi di pondok, sehingga santri dan santriwati dapat mencegah terjadinya penyakit tersebut. “Dengan adanya penyuluhan ini, tentunya bermanfaat bagi santri dan santriwati di sini. Selain itu sangat berterima kasih kepada Yayasan Tzu Chi karena telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan tulus dan ikhlas. Karena dalam agama islam juga mengajarkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Alvin Fadillah.
Perwakilan santri Pondok Pesantren Nurul Iman, Alvin Fadillah juga menuturkan bahwa penyuluhan seperti ini sangat penting dilaksanakan karena penyakit tipes marak terjadi di pondok, sehingga santri dan santriwati dapat mencegah terjadinya penyakit tersebut. “Dengan adanya penyuluhan ini, tentunya bermanfaat bagi santri dan santriwati di sini. Selain itu sangat berterima kasih kepada Yayasan Tzu Chi karena telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan tulus dan ikhlas. Karena dalam agama islam juga mengajarkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Alvin Fadillah.
Perwakilan santri Pondok Pesantren Nurul Iman, Alvin Fadillah juga menuturkan bahwa penyuluhan seperti ini sangat penting dilaksanakan karena penyakit tipes marak terjadi di pondok, sehingga santri dan santriwati dapat mencegah terjadinya penyakit tersebut. “Dengan adanya penyuluhan ini, tentunya bermanfaat bagi santri dan santriwati di sini. Selain itu sangat berterima kasih kepada Yayasan Tzu Chi karena telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan tulus dan ikhlas. Karena dalam agama islam juga mengajarkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Alvin Fadillah.
Kegiatan bakti sosial kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Iman ini dilaksanakan 2 (dua) kali dalam setahun. Adapun layanan yang diberikan berupa pengobatan umum, pengobatan spesialis, pengobatan gigi dan perwatan gigi yang diberikan secara gratis. PIC Baksos Kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Iman, Philip Tan mengatakan bahwa hubungan baik antara Pondok Pesantren Nurul Iman dengan Tzu Chi telah terjalin sejak lama. Maka dari itu, kondisi kesehatan para santri dan santriwati di pesantren juga selalu diperhatikan agar jalinan hubungan baiknya tidak terputus.
“Adapun tujuan dari baksos ini agar para santri dan santriwati mendapatkan pengobatan yang baik dan sesuai oleh dokter-dokter TIMA. Hal ini juga sejalan dengan misi kedua Tzu Chi, yaitu misi kesehatan. Penyuluhan yang diberikan tentang typhoid juga diberikan kepada tim kesehatan pesantren dan eco enzyme kepada santriwati,” jelas Philip Tan.
Kegiatan bakti sosial kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Iman ini dilaksanakan 2 (dua) kali dalam setahun. Adapun layanan yang diberikan berupa pengobatan umum, pengobatan spesialis, pengobatan gigi dan perwatan gigi yang diberikan secara gratis. PIC Baksos Kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Iman, Philip Tan mengatakan bahwa hubungan baik antara Pondok Pesantren Nurul Iman dengan Tzu Chi telah terjalin sejak lama. Maka dari itu, kondisi kesehatan para santri dan santriwati di pesantren juga selalu diperhatikan agar jalinan hubungan baiknya tidak terputus.
“Adapun tujuan dari baksos ini agar para santri dan santriwati mendapatkan pengobatan yang baik dan sesuai oleh dokter-dokter TIMA. Hal ini juga sejalan dengan misi kedua Tzu Chi, yaitu misi kesehatan. Penyuluhan yang diberikan tentang typhoid juga diberikan kepada tim kesehatan pesantren dan eco enzyme kepada santriwati,” jelas Philip Tan.
Baksos kesehatan kedua yang diadakan Tzu Chi di Pondok Pesantren Nurul Iman ini berhasil melayani 1.005 pasien umum dan 200 pasien gigi. Dalam baksos ini juga disediakan tim rujukan, dimana pasien yang memerlukan pengobatan lebih lanjut akan dibimbing oleh tim untuk berobat ke klinik atau rumah sakit terdekat.
Jurnalis : Rumsinah (He Qi Tangerang),
Fotografer : Timothy, Rumsinah (He Qi Tangerang),
Editor : Arimami Suryo A.
Fotografer : Timothy, Rumsinah (He Qi Tangerang),
Editor : Arimami Suryo A.