Kunjungan Kasih Awal Tahun: Menghadirkan Cinta, Menguatkan Hati
Relawan Tzu Chi dari Komunitas He Qi Pusat kembali mengadakan kunjungan kasih pada hari Minggu, 25 Januari 2026, sebagai kegiatan awal tahun yang dilaksanakan di Depo Pelestarian Pangeran Jayakarta, Jalan Pangeran Jayakarta No. 131, Jakarta Pusat. Kegiatan ini diikuti oleh 77 relawan yang bersama-sama mengunjungi rumah dan memberi perhatian kepada 12 orang penerima bantuan pengobatan jangka panjang Tzu Chi.
Setelah briefing singkat dan pembagian kelompok, para relawan berangkat mengunjungi rumah para penerima bantuan dengan kondisi yang beragam. Salah satunya adalah Aranda Safitri (21), yang menerima bantuan obat di luar tanggungan BPJS. Arafah mengalami gangguan penglihatan, dengan kondisi mata kiri hanya berfungsi sekitar 10 persen dan mata kanan mengalami kebutaan total.
Setelah briefing singkat dan pembagian kelompok, para relawan berangkat mengunjungi rumah para penerima bantuan dengan kondisi yang beragam. Salah satunya adalah Aranda Safitri (21), yang menerima bantuan obat di luar tanggungan BPJS. Arafah mengalami gangguan penglihatan, dengan kondisi mata kiri hanya berfungsi sekitar 10 persen dan mata kanan mengalami kebutaan total.
Kondisi ini diketahuinya sejak Arafah duduk di bangku kelas 3 SMK, yang diduga disebabkan oleh penggunaan obat tetes mata dalam jangka panjang sejak kelas 6 SD, termasuk penggunaan obat yang telah melewati masa kedaluwarsa. “Ara kontrol sebulan sekali di RSCM Jakarta, kami sangat terbantu karena ada beberapa biaya obat yang tidak ditanggung BPJS dan dibantu oleh Tzu Chi, dan tidak terasa sudah tiga tahun dibantu. Ara (saat ini) masih belum bisa menerima keadaannya, sehingga sekarang menjadi kurus karena tidak mau makan,” ujar Ibu Siti Samsiah, ibunda dari Arafah.
Kehadiran relawan Tzu Chi salah satunya bertujuan memberi semangat dan motivasi kepada Ara agar bisa berdamai dengan kondisinya saat ini, fokus pada pengobatan hingga sembuh hingga nanti bisa beraktivitas kembali.
Selain itu juga ada Yusuf, penerima bantuan Tzu Chi lainnya. “Yusuf masih mengonsumsi susu dan mulai mencoba makanan padat karena berat badannya masih 8,2 kilogram. Keluarganya bersyukur dan menerima kondisi anaknya, dan setelah mengenal Tzu Chi, harapan keluarga seakan tumbuh kembali untuk kesembuhan Yusuf. Melihat keadaan Yusuf ini, selain tetap bersyukur, keluarga juga belajar menerima kondisi yang ada,” ujar Febriyanti, relawan Tzu Chi yang menangani Vicky Renaldy Yusuf.
Bantuan yang diterima Yusuf berupa susu SGM Gain Optigrow sebanyak empat dus berisi 400 gram per dus. Dalam satu bulan, Yusuf membutuhkan sekitar enam dus susu. Namun saat ini stoma (lubang buatan hasil tindakan bedah pada dinding perut yang menghubungkan usus atau saluran kemih ke permukaan kulit, berfungsi sebagai jalur pengeluaran kotoran (feses) atau urine -red). Yusuf telah ditutup sehingga kantong kolostomi tidak lagi diperlukan, meskipun masih tersedia stok kantong kolostomi sebagai cadangan apabila terjadi rembesan.
Bantuan yang diterima Yusuf berupa susu SGM Gain Optigrow sebanyak empat dus berisi 400 gram per dus. Dalam satu bulan, Yusuf membutuhkan sekitar enam dus susu. Namun saat ini stoma (lubang buatan hasil tindakan bedah pada dinding perut yang menghubungkan usus atau saluran kemih ke permukaan kulit, berfungsi sebagai jalur pengeluaran kotoran (feses) atau urine -red). Yusuf telah ditutup sehingga kantong kolostomi tidak lagi diperlukan, meskipun masih tersedia stok kantong kolostomi sebagai cadangan apabila terjadi rembesan.
Hidup terasa lebih bermakna dan penuh rasa syukur bagi para peserta kunjungan kasih hari ini, sejalan dengan perenungan Master Cheng Yen yang mengatakan, “Cinta kasih bertumbuh: cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh dan berkembang ketika diteruskan kepada orang lain.”
Kegiatan kunjungan kasih pun ditutup dengan sesi berbagi pengalaman dan perasaan dari para peserta kunjungan.
Jurnalis : Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat),
Fotografer : Yanny Sukadjaya, Fong Tjie Tju, Beeta, Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat),
Editor : Hadi Pranoto.
Jurnalis : Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat),
Fotografer : Yanny Sukadjaya, Fong Tjie Tju, Beeta, Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat),
Editor : Hadi Pranoto.