Berbagi Kasih Kepada Warga Desa Tumpatan Nibung
Minggu, 12 April 2026, hari masih pagi ketika 81 relawan Tzu Chi Medan komunits Hu Ai Mandala berkumpul di pelataran depan Wisma Kurnia di Jl. Tanom, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Mereka tampak sibuk melakukan persiapan untuk kegiatan bakti sosial pembagian sembako bagi warga prasejahtera yang diadakan pada hari itu. Tenda didirikan, spanduk dan bendera Tzu Chi dipasang, alur keluar masuk dipersiapkan, beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter satu per satu ditata rapi di atas meja yang telah disiapkan. Setelah semua persiapan selesai, para relawan siap memulai kegiatan.
“Tujuan diadakannya bakti sosial ini untuk membantu meringankan beban warga Desa Tumpatan Nibung yang meliputi delapan dusun di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini, juga sebagai perwujudan cinta kasih Yayasan Buddha Tzu Chi terhadap sesama. Harapannya warga desa dapat terbantu dan termotivasi membantu orang lain yang membutuhkan,” kata Simin, koordinator utama kegiatan.
Simin menambahkan alasan dipilihnya Desa Tumpatan Nibung di Kecamatan Batang Kuis karena masih banyak warga dengan kondisi ekonomi tidak layak dan belum pernah ada bakti sosial pembagian sembako di desa ini.
“Tujuan diadakannya bakti sosial ini untuk membantu meringankan beban warga Desa Tumpatan Nibung yang meliputi delapan dusun di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini, juga sebagai perwujudan cinta kasih Yayasan Buddha Tzu Chi terhadap sesama. Harapannya warga desa dapat terbantu dan termotivasi membantu orang lain yang membutuhkan,” kata Simin, koordinator utama kegiatan.
Simin menambahkan alasan dipilihnya Desa Tumpatan Nibung di Kecamatan Batang Kuis karena masih banyak warga dengan kondisi ekonomi tidak layak dan belum pernah ada bakti sosial pembagian sembako di desa ini.
Sebelum pukul delapan, para warga penerima bantuan mulai berdatangan dan mengantre secara tertib dengan arahan relawan. Warga yang datang ini telah dinilai layak menerima bantuan melalui survei langsung ke rumah mereka dua pekan sebelumnya oleh relawan yang berkoordinasi dengan otoritas pemerintah desa.
Turut hadir Sekretaris Desa Tumpatan Nibung, Ali Syahbana, S.Kom., mewakili kepala desa yang berhalangan hadir, Kapolsek Batang Kuis, AKP Salija, S.H., dan Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari Koramil 05 Batang Kuis, Serka Afrizal, mewakili Danramil. Kegiatan dimulai pukul delapan tepat dan dibuka oleh relawan Tety selaku pemandu acara.
Koordinator utama kegiatan, Simin, yang juga Ketua Misi Amal Hu Ai Mandala mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam sambutannya mengungkapkan syukur kepada warga Desa Tumpatan Nibung yang telah memberikan kesempatan bagi insan Tzu Chi untuk mewujudkan rasa cinta kasih kepada sesama melalui bakti sosial pembagian sembako. Lalu penjelasan singkat mengenai Yayasan Buddha Tzu Chi Internasional yang merupakan yayasan sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Master Cheng Yen pada tahun 1966 sebagai perwujudan cinta kasih kepada sesama terutama memberikan pertolongan kepada mereka yang dilanda kesusahan dengan memegang teguh falsafah memberikan bantuan tanpa membedakan ras, agama, kebudayaan bahkan batas-batas negara.
Turut hadir Sekretaris Desa Tumpatan Nibung, Ali Syahbana, S.Kom., mewakili kepala desa yang berhalangan hadir, Kapolsek Batang Kuis, AKP Salija, S.H., dan Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari Koramil 05 Batang Kuis, Serka Afrizal, mewakili Danramil. Kegiatan dimulai pukul delapan tepat dan dibuka oleh relawan Tety selaku pemandu acara.
Koordinator utama kegiatan, Simin, yang juga Ketua Misi Amal Hu Ai Mandala mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam sambutannya mengungkapkan syukur kepada warga Desa Tumpatan Nibung yang telah memberikan kesempatan bagi insan Tzu Chi untuk mewujudkan rasa cinta kasih kepada sesama melalui bakti sosial pembagian sembako. Lalu penjelasan singkat mengenai Yayasan Buddha Tzu Chi Internasional yang merupakan yayasan sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Master Cheng Yen pada tahun 1966 sebagai perwujudan cinta kasih kepada sesama terutama memberikan pertolongan kepada mereka yang dilanda kesusahan dengan memegang teguh falsafah memberikan bantuan tanpa membedakan ras, agama, kebudayaan bahkan batas-batas negara.
Acara dilanjutkan dengan doa bersama diiringi lagu Cinta dan Damai, peragaan isyarat tangan lagu Satu Keluarga oleh relawan dan diikuti warga, penandatanganan berita acara serah terima bantuan sembako oleh Simin dan Ali Syahbana, lalu penyerahan sembako secara simbolis kepada warga.
Para warga penerima bantuan dengan antusias menukarkan kupon yang diberikan relawan saat survei dengan paket sembako. Diiringi lagu-lagu Tzu Chi, para relawan dengan sukacita dan bersemangat saling bekerja sama dan bergotong royong membagikan paket sembako kepada warga walaupun matahari pagi cukup menyengat.
Para warga penerima bantuan dengan antusias menukarkan kupon yang diberikan relawan saat survei dengan paket sembako. Diiringi lagu-lagu Tzu Chi, para relawan dengan sukacita dan bersemangat saling bekerja sama dan bergotong royong membagikan paket sembako kepada warga walaupun matahari pagi cukup menyengat.
Relawan membantu membawakan paket terutama untuk warga berusia lanjut sambil mengobrol ringan. Warga yang tidak leluasa bergerak atau berjalan ditempatkan di area khusus dan dibantu relawan. Selain membagikan sembako, relawan juga menggalang hati warga untuk turut bersumbangsih memberikan donasi ke dalam kotak dana yang telah disediakan. Tidak memandang besar kecilnya donasi yang diberikan, para warga diajak menciptakan berkah yang nantinya akan kembali kepada mereka.
Sebanyak 994 paket sembako yang masing-masing terdiri dari satu sak beras 10 kg dan satu bungkus minyak goreng 2 liter dibagikan dalam bakti sosial ini. Berkat kerja sama yang baik antara relawan, aparat desa dan warga, bakti sosial berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Warga penerima bantuan dan relawan pulang dengan wajah bahagia dan penuh syukur.
Sebanyak 994 paket sembako yang masing-masing terdiri dari satu sak beras 10 kg dan satu bungkus minyak goreng 2 liter dibagikan dalam bakti sosial ini. Berkat kerja sama yang baik antara relawan, aparat desa dan warga, bakti sosial berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Warga penerima bantuan dan relawan pulang dengan wajah bahagia dan penuh syukur.
Cinta Kasih yang Tulus Hadirkan Kebahagiaan
Sekretaris Desa Tumpatan Nibung, Ali Syahbana, S.Kom., sangat mengapresiasi bakti sosial ini dan memuji Yayasan Buddha Tzu Chi yang membantu sesama tanpa memandang suku, agama dan ras.
“Saya mewakili pemerintah Desa Tumpatan Nibung menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia cabang Medan atas kepercayaannya kepada kami dengan bakti sosial ini mengingat harga sembako meningkat cukup signifikan akhir-akhir ini,” ungkap Ali Syahbana. “Warga menerima sembako dan didampingi relawan Tzu Chi, semuanya tampak senang dan ceria. Cinta kasih yang tulus dari Yayasan Buddha Tzu Chi menghadirkan senyum kebahagiaan di wajah mereka,” Ali Syahbana menambahkan.
Warga penerima bantuan merasa tersentuh dan senang dengan kehadiran insan Tzu Chi di daerah tempat tinggal mereka. Salah satunya adalah Iriani (66) yang baru pertama kali mendapat kupon dan menerima bantuan sembako. Ia tinggal sendiri karena suaminya telah lama meninggal akibat stroke. Anak-anaknya semua telah berumah tangga dan menjalani kehidupan masing-masing. Iriani menghidupi dirinya dengan bekerja di ladang jagung milik warga sekitar dengan upah harian Rp 60.000. Senang bercampur kaget melingkupi dirinya ketika relawan datang ke rumahnya memberikan kupon.
“Saya mewakili pemerintah Desa Tumpatan Nibung menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia cabang Medan atas kepercayaannya kepada kami dengan bakti sosial ini mengingat harga sembako meningkat cukup signifikan akhir-akhir ini,” ungkap Ali Syahbana. “Warga menerima sembako dan didampingi relawan Tzu Chi, semuanya tampak senang dan ceria. Cinta kasih yang tulus dari Yayasan Buddha Tzu Chi menghadirkan senyum kebahagiaan di wajah mereka,” Ali Syahbana menambahkan.
Warga penerima bantuan merasa tersentuh dan senang dengan kehadiran insan Tzu Chi di daerah tempat tinggal mereka. Salah satunya adalah Iriani (66) yang baru pertama kali mendapat kupon dan menerima bantuan sembako. Ia tinggal sendiri karena suaminya telah lama meninggal akibat stroke. Anak-anaknya semua telah berumah tangga dan menjalani kehidupan masing-masing. Iriani menghidupi dirinya dengan bekerja di ladang jagung milik warga sekitar dengan upah harian Rp 60.000. Senang bercampur kaget melingkupi dirinya ketika relawan datang ke rumahnya memberikan kupon.
“Tentu saja sangat bahagia mendapat bantuan sembako karena sebelumnya tidak pernah ada yang mengadakan pembagian sembako di sini. Harga barang-barang semua naik, tapi masih ada yang peduli dengan rakyat kecil seperti saya ini. Allah mengabulkan doa saya dengan mengirimkan orang baik seperti kalian (relawan Tzu Chi) membantu saya. Terima kasih banyak untuk Yayasan Buddha Tzu Chi. Saya doakan murah rezeki dan selalu dilancarkan dalam hal apapun,” ujar Iriani dengan mata berkaca-kaca.
Hal yang sama dirasakan oleh Erwin Ravindo (65) yang terharu dengan bantuan sembako dari Tzu Chi. Istrinya telah meninggal karena sakit komplikasi dan anak-anaknya tidak mempedulikannya. Ia mengalami kecelakaan lalu lintas akhir tahun 2025 lalu sehingga satu kakinya harus diamputasi. Sekarang ia berjalan dengan menggunakan penyangga dan tinggal di rumah adik laki-lakinya. Keterbatasan yang dimilikinya tidak menghalangi semangatnya untuk datang mengambil bantuan sembako.
“Saya sangat bersyukur dengan bantuan sembako dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Saya tidak bebas bergerak, relawan membantu dengan sabar dan ramah. Mulai dari membantu menukarkan kupon dengan sembako dan ada yang menemani selagi sedang menunggu. Semoga Allah membalas kebaikan ini berkali-kali lipat,” kata Erwin.
Hal yang sama dirasakan oleh Erwin Ravindo (65) yang terharu dengan bantuan sembako dari Tzu Chi. Istrinya telah meninggal karena sakit komplikasi dan anak-anaknya tidak mempedulikannya. Ia mengalami kecelakaan lalu lintas akhir tahun 2025 lalu sehingga satu kakinya harus diamputasi. Sekarang ia berjalan dengan menggunakan penyangga dan tinggal di rumah adik laki-lakinya. Keterbatasan yang dimilikinya tidak menghalangi semangatnya untuk datang mengambil bantuan sembako.
“Saya sangat bersyukur dengan bantuan sembako dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Saya tidak bebas bergerak, relawan membantu dengan sabar dan ramah. Mulai dari membantu menukarkan kupon dengan sembako dan ada yang menemani selagi sedang menunggu. Semoga Allah membalas kebaikan ini berkali-kali lipat,” kata Erwin.
Bakti sosial bukan sekedar membagikan bantuan, melainkan bentuk kepedulian dan perhatian kepada sesama yang membutuhkan. Di balik bantuan yang diberikan, tersirat rasa empati dan saling mengasihi bagaikan satu keluarga.
Bakti sosial diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa saling kasih di antara relawan dan penerima bantuan. Selain itu, juga diharapkan menjadi motivasi untuk selalu peduli satu sama lainnya, menjunjung persaudaraan dan memupuk cinta kasih. Cinta kasih merupakan bahasa universal yang memiliki kekuatan tak kasat mata untuk melenyapkan penderitaan dan mendatangkan kebahagiaan, sesuai dengan kata perenungan Master Cheng Yen, “Cinta kasih merupakan kekuatan dalam kehidupan”.
Jurnalis : Robby Mulia Halim (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Amir Tan, Kamin (Tzu Chi Medan),
Editor : Metta Wulandari.
Bakti sosial diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa saling kasih di antara relawan dan penerima bantuan. Selain itu, juga diharapkan menjadi motivasi untuk selalu peduli satu sama lainnya, menjunjung persaudaraan dan memupuk cinta kasih. Cinta kasih merupakan bahasa universal yang memiliki kekuatan tak kasat mata untuk melenyapkan penderitaan dan mendatangkan kebahagiaan, sesuai dengan kata perenungan Master Cheng Yen, “Cinta kasih merupakan kekuatan dalam kehidupan”.
Jurnalis : Robby Mulia Halim (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Amir Tan, Kamin (Tzu Chi Medan),
Editor : Metta Wulandari.