Pemberkahan Akhir Tahun 2025: Menutup Tahun dengan Syukur, Menyambut 2026 dengan Semangat Kebajikan
Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi merupakan acara besar tahunan yang menjadi momen tepat untuk merefleksikan perjalanan setahun penuh mulai dari pengalaman, kegagalan, hingga keberhasilan. Kegiatan ini bukan hanya sebagai wujud syukur atas perlindungan dan jodoh baik sepanjang tahun 2025, tetapi juga menjadi sarana untuk memperbarui semangat relawan Tzu Chi Biak serta para donatur.
Bertempat di Swiss-Belhotel Biak, relawan Tzu Chi Biak menggelar Pemberkahan Akhir Tahun 2025 yang dihadiri 321 orang, terdiri dari relawan, donatur, serta tamu undangan. Kegiatan ini menjadi wujud rasa terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi kepada semua pihak yang selama ini mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan Tzu Chi, sekaligus mempererat jalinan jodoh baik dengan para donatur dan masyarakat umum.
Bertempat di Swiss-Belhotel Biak, relawan Tzu Chi Biak menggelar Pemberkahan Akhir Tahun 2025 yang dihadiri 321 orang, terdiri dari relawan, donatur, serta tamu undangan. Kegiatan ini menjadi wujud rasa terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi kepada semua pihak yang selama ini mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan Tzu Chi, sekaligus mempererat jalinan jodoh baik dengan para donatur dan masyarakat umum.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Biak, Susanto Pirono, dalam sambutannya menyampaikan pesan Master Cheng Yen yang selalu mengajak relawan Tzu Chi untuk mempraktikkan nilai-nilai kebenaran, ketulusan, kejujuran, dan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Master Cheng Yen mengharapkan kita dalam kehidupan sehari-hari dapat mempraktikkan ketulusan, kebenaran, kejujuran, dan kebajikan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, donatur, BUMN, Pemerintah Daerah Biak, serta TNI-Polri atas dedikasi dan kerja sama yang diberikan sepanjang tahun 2025. Semoga di tahun 2026 kita semakin sering bergotong royong dalam tindakan kebajikan,” ujar Susanto.
“Master Cheng Yen mengharapkan kita dalam kehidupan sehari-hari dapat mempraktikkan ketulusan, kebenaran, kejujuran, dan kebajikan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, donatur, BUMN, Pemerintah Daerah Biak, serta TNI-Polri atas dedikasi dan kerja sama yang diberikan sepanjang tahun 2025. Semoga di tahun 2026 kita semakin sering bergotong royong dalam tindakan kebajikan,” ujar Susanto.
Sepanjang tahun 2025, Yayasan Tzu Chi Biak telah menjalin jodoh baik melalui program bantuan khusus (Gan En Hu) kepada 16 pasien yang diberangkatkan untuk menjalani pengobatan ke Jakarta, Makassar, dan Jayapura. Para penerima bantuan tersebut kini telah pulih, bahkan beberapa di antaranya berkesempatan hadir dalam acara Pemberkahan Akhir Tahun 2025.
Salah satunya adalah Petra Sihombing (6), pasien penerima bantuan khusus yang datang bersama kedua orang tuanya. Dalam kesempatan tersebut, keluarga Petra menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada relawan Tzu Chi yang mendampingi Petra sejak di Biak hingga menjalani pengobatan di Jakarta.
“Kami sekeluarga sangat terbantu oleh bantuan dan pendampingan relawan Tzu Chi kepada anak kami di Biak dan Jakarta. Terima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga anak kami bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya,” ujar ayah Petra dengan penuh haru.
Salah satunya adalah Petra Sihombing (6), pasien penerima bantuan khusus yang datang bersama kedua orang tuanya. Dalam kesempatan tersebut, keluarga Petra menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada relawan Tzu Chi yang mendampingi Petra sejak di Biak hingga menjalani pengobatan di Jakarta.
“Kami sekeluarga sangat terbantu oleh bantuan dan pendampingan relawan Tzu Chi kepada anak kami di Biak dan Jakarta. Terima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga anak kami bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya,” ujar ayah Petra dengan penuh haru.
Pasien lainnya, Ibu Sonya Krar, yang harus menjalani pengobatan di Makassar, juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada saya, juga kepada relawan yang telah repot mengurus kami selama di Biak dan Makassar,” ucap Ibu Sonya.
Para penerima bantuan khusus ini menjalani pengobatan di luar Kota Biak karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut yang belum tersedia di RSUD Biak. Dari 16 penerima bantuan khusus tersebut, dua orang di antaranya bahkan bertekad untuk ikut bergabung dalam kegiatan Tzu Chi agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dalam acara Pemberkahan Akhir Tahun 2025 ini, relawan Tzu Chi menampilkan peragaan bahasa isyarat tangan dengan lagu “Mo Wang” dan “Di Puncak Gunung Nasar”. Selain itu, anak-anak kelas budi pekerti Tzu Chi turut memeriahkan acara dengan tarian tradisional Papua berjudul “Aku Papua”.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada saya, juga kepada relawan yang telah repot mengurus kami selama di Biak dan Makassar,” ucap Ibu Sonya.
Para penerima bantuan khusus ini menjalani pengobatan di luar Kota Biak karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut yang belum tersedia di RSUD Biak. Dari 16 penerima bantuan khusus tersebut, dua orang di antaranya bahkan bertekad untuk ikut bergabung dalam kegiatan Tzu Chi agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dalam acara Pemberkahan Akhir Tahun 2025 ini, relawan Tzu Chi menampilkan peragaan bahasa isyarat tangan dengan lagu “Mo Wang” dan “Di Puncak Gunung Nasar”. Selain itu, anak-anak kelas budi pekerti Tzu Chi turut memeriahkan acara dengan tarian tradisional Papua berjudul “Aku Papua”.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas keselamatan sepanjang tahun, sekaligus memohon kedamaian dunia agar terbebas dari bencana, serta keberkahan bagi semua makhluk.
Di penghujung acara, relawan Tzu Chi membagikan angpao kebijaksanaan dari Master Cheng Yen kepada 321 orang yang hadir. Angpao pemberkahan ini menjadi wujud terima kasih Master Cheng Yen kepada para relawan dan donatur yang senantiasa mendukung Yayasan Buddha Tzu Chi dalam menjalankan misi amal kemanusiaannya. Semoga cinta kasih terus tersebar luas, sehingga jalan kebajikan ini dapat terus tumbuh dan bertahan sepanjang masa.
Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak),
Fotografer : Jonathan Mauri, Haniel Samberi (Tzu Chi Biak),
Editor : Anand Yahya.
Di penghujung acara, relawan Tzu Chi membagikan angpao kebijaksanaan dari Master Cheng Yen kepada 321 orang yang hadir. Angpao pemberkahan ini menjadi wujud terima kasih Master Cheng Yen kepada para relawan dan donatur yang senantiasa mendukung Yayasan Buddha Tzu Chi dalam menjalankan misi amal kemanusiaannya. Semoga cinta kasih terus tersebar luas, sehingga jalan kebajikan ini dapat terus tumbuh dan bertahan sepanjang masa.
Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak),
Fotografer : Jonathan Mauri, Haniel Samberi (Tzu Chi Biak),
Editor : Anand Yahya.