Mewariskan Cinta Kasih Agung dalam Misi Kesehatan
“Tahun ini sangat istimewa karena merupakan 40 tahun RS Tzu Chi Hualien dan 60 tahun Yayasan Tzu Chi. Tahun ini adalah tahun yang penting. Tahun ini, kita juga menyerukan sebuah slogan, yaitu ‘membangkitkan tekad seperti sediakala’. Dahulu, mengapa orang-orang bergabung dengan Tzu Chi? Karena tekad awal Master, yakni melindungi semua makhluk,” kata Guo Han-chong, Wakil Ketua Badan Misi Kesehatan Tzu Chi.
“Kita telah mendirikan satu demi satu fasilitas kesehatan. Para mahasiswa dari fakultas kedokteran kita bermagang di berbagai fasilitas kesehatan kita hingga menjadi dokter spesialis, lalu menjangkau berbagai wilayah terpencil untuk memberikan pelayanan medis. Jadi, mereka mewarisi cinta kasih, lalu membawa cinta kasih ini ke berbagai penjuru Taiwan serta mewarisi semangat misi kesehatan Tzu Chi untuk melindungi kesehatan dan kehidupan dengan cinta kasih,” pungkas Guo Han-chong.
Dalam sistem medis kita, semua orang sangat bersungguh hati. Saya sangat tenang mendengarnya. Pada masa-masa awal, kita memulai misi kesehatan dengan memberikan pengobatan secara gratis. Saat itu, kita mengadakan pengobatan gratis dua hari dalam seminggu bagi pasien kurang mampu. Seiring waktu, jalinan jodoh kita pun terus berkembang hingga kini kita bisa memiliki empat rumah sakit besar, empat rumah sakit kecil, dan satu klinik. Jangkauan pelayanan medis kita pun makin luas. Kita berusaha untuk mengobati lebih banyak orang meski belum semua orang memiliki jalinan jodoh untuk menerima pengobatan Tzu Chi. Kita harus lebih bersungguh hati.
Tzu Chi bersumbangsih dengan hati yang tulus. Dengan tulus dan tanpa pamrih, saya selalu berpikir untuk bersumbangsih. Hingga kini pun tetap demikian. Hari ini, kita telah mendengar bagaimana setiap kepala rumah sakit kita mendedikasikan diri dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih. Yang membuat saya paling sukacita ialah setiap orang bersumbangsih dengan cinta kasih tanpa pamrih. Inilah yang membuat saya paling sukacita.
Selain bersumbangsih dengan cinta kasih tanpa pamrih, jika semua orang bisa membina keharmonisan, itulah kesuksesan yang sesungguhnya. Jika sumbangsih tanpa pamrih tidak disertai keharmonisan, saya tetap akan sangat khawatir. Tanpa pamrih berarti mengembangkan cinta kasih agung. Tzu Chi berkaitan dengan kita semua. Kita hendaknya menganggap Tzu Chi sebagai bagian dari kehidupan kita.
Dokter sekalian, dahulu, kalian bertekad untuk menjadi dokter demi merawat pasien. Cinta kasih agung ini sungguh menghasilkan pahala yang tak terhingga. Penderitaan terbesar dalam hidup bukanlah kemiskinan, melainkan penyakit. Karena itulah, kita harus mengerahkan kekuatan besar untuk membawa manfaat bagi dunia lewat misi kesehatan.
Ada banyak orang yang jatuh miskin karena sakit ataupun jatuh sakit karena miskin. Sungguh, misi kesehatan kita harus mengerahkan kekuatan besar. Kita harus bersumbangsih dengan cinta kasih agung. Cinta kasih agung tidak membeda-bedakan orang, juga tidak memandang kaya ataupun miskin. Jadi, kita harus mengasihi semua orang.
Selain bersumbangsih dengan cinta kasih tanpa pamrih, jika semua orang bisa membina keharmonisan, itulah kesuksesan yang sesungguhnya. Jika sumbangsih tanpa pamrih tidak disertai keharmonisan, saya tetap akan sangat khawatir. Tanpa pamrih berarti mengembangkan cinta kasih agung. Tzu Chi berkaitan dengan kita semua. Kita hendaknya menganggap Tzu Chi sebagai bagian dari kehidupan kita.
Dokter sekalian, dahulu, kalian bertekad untuk menjadi dokter demi merawat pasien. Cinta kasih agung ini sungguh menghasilkan pahala yang tak terhingga. Penderitaan terbesar dalam hidup bukanlah kemiskinan, melainkan penyakit. Karena itulah, kita harus mengerahkan kekuatan besar untuk membawa manfaat bagi dunia lewat misi kesehatan.
Ada banyak orang yang jatuh miskin karena sakit ataupun jatuh sakit karena miskin. Sungguh, misi kesehatan kita harus mengerahkan kekuatan besar. Kita harus bersumbangsih dengan cinta kasih agung. Cinta kasih agung tidak membeda-bedakan orang, juga tidak memandang kaya ataupun miskin. Jadi, kita harus mengasihi semua orang.
Janganlah kita membeda-bedakan antara si A dan si B. Dalam sistem medis, para dokter harus bekerja sama dengan harmonis. Saat pasien datang, baik yang sakit berat maupun sakit ringan, tujuan kita hanya satu, yaitu menyembuhkan mereka. Inilah tujuan kita. Jika kondisi pasien tidak bisa ditangani di klinik, kita akan segera merujuk mereka ke rumah sakit kita. Jika perlengkapan dan tenaga medis di rumah sakit kita yang agak kecil belum memadai, kita juga akan merujuk mereka ke rumah sakit besar kita.
Semua orang hendaknya saling mengasihi dan mengerahkan keterampilan medis. Ini sangatlah penting. Setiap orang harus mengembangkan cinta kasih. Di sinilah letak nilai kehidupan kita. Saya sering berkata bahwa kehidupan kita bernilai saat kita dapat membawa manfaat bagi sesama. Jika bisa membawa manfaat bagi sesama, kehidupan kita akan bernilai. Terlebih para dokter, jika bertemu pasien yang jatuh sakit dan hidup kekurangan, selain memberikan pengobatan yang mereka butuhkan, kalian juga harus melaporkannya kepada pekerja sosial kita yang akan menyampaikannya ke yayasan kita.
Tzu Chi dimulai dari misi amal. Misi amal memang bertujuan untuk menolong orang-orang yang menderita karena kekurangan, jatuh sakit, dsb. Demikianlah semangat Tzu Chi. Kita harus bersumbangsih. Jadi, saya harap para kepala RS, wakil kepala RS, dan kepala departemen di sini ingat bahwa sebagai bagian dari Empat Misi Tzu Chi, kita harus mengerahkan cinta kasih. Hendaklah kita menghimpun cinta kasih orang-orang untuk membantu orang yang membutuhkan. Yayasan kita pasti akan memberikan dukungan karena ini berkaitan dengan nyawa manusia.
Semua orang hendaknya saling mengasihi dan mengerahkan keterampilan medis. Ini sangatlah penting. Setiap orang harus mengembangkan cinta kasih. Di sinilah letak nilai kehidupan kita. Saya sering berkata bahwa kehidupan kita bernilai saat kita dapat membawa manfaat bagi sesama. Jika bisa membawa manfaat bagi sesama, kehidupan kita akan bernilai. Terlebih para dokter, jika bertemu pasien yang jatuh sakit dan hidup kekurangan, selain memberikan pengobatan yang mereka butuhkan, kalian juga harus melaporkannya kepada pekerja sosial kita yang akan menyampaikannya ke yayasan kita.
Tzu Chi dimulai dari misi amal. Misi amal memang bertujuan untuk menolong orang-orang yang menderita karena kekurangan, jatuh sakit, dsb. Demikianlah semangat Tzu Chi. Kita harus bersumbangsih. Jadi, saya harap para kepala RS, wakil kepala RS, dan kepala departemen di sini ingat bahwa sebagai bagian dari Empat Misi Tzu Chi, kita harus mengerahkan cinta kasih. Hendaklah kita menghimpun cinta kasih orang-orang untuk membantu orang yang membutuhkan. Yayasan kita pasti akan memberikan dukungan karena ini berkaitan dengan nyawa manusia.
Di dunia ini, jika kita dapat melindungi kehidupan dengan cinta kasih, itulah kehidupan yang paling bermakna. Bagi saya, kehidupan seperti ini sangatlah berbobot. Jadi, Bodhisattva sekalian, mari kita berpegang pada tekad dan ikrar kita bersama, yaitu mempraktikkan kebajikan dan cinta kasih agung tanpa pamrih. Sungguh, inilah nilai kehidupan kita. Jika memiliki jalinan jodoh dan kesempatan untuk mengerahkan cinta kasih agung, kita hendaknya menghargainya.
Kehidupan penuh dengan penderitaan. Selain penyakit, juga ada kegelapan batin. Kegelapan batin membuat orang-orang melekat, bersikap saling perhitungan, dan mendatangkan banyak noda batin. Semua ini mendatangkan derita. Jika dapat melenyapkan noda batin, hal sesulit apa pun pasti dapat kita wujudkan. Saya bukan dokter, juga bukan pengusaha. Saya bukan siapa-siapa. Yang saya miliki hanyalah cinta kasih. Cinta kasih saya adalah cinta kasih agung tanpa pamrih. Saya mengasihi setiap orang. Singkat kata, saya selalu menghormati setiap orang.
Dengan cinta kasih agung tanpa pamrih, kita melindungi kesehatan. Saya yakin bahwa misi kesehatan kita akan selamanya diwariskan dari generasi ke generasi. Kita juga bisa memengaruhi sistem medis era sekarang. Orang-orang berkata bahwa dunia medis sangat kompetitif. Namun, kita tidak berkompetisi, hanya memberikan pelayanan dengan sungguh-sungguh. Saya berharap setiap orang di rumah sakit kita dapat memberikan pelayanan medis dengan baik. Dengan demikian, masyarakat akan sehat dan bahagia. Inilah harapan terbesar saya. Terima kasih, Bodhisattva sekalian.
Memberikan pengobatan gratis pada masa-masa awal demi warga yang sakit dan kurang mampu
Kehidupan penuh dengan penderitaan. Selain penyakit, juga ada kegelapan batin. Kegelapan batin membuat orang-orang melekat, bersikap saling perhitungan, dan mendatangkan banyak noda batin. Semua ini mendatangkan derita. Jika dapat melenyapkan noda batin, hal sesulit apa pun pasti dapat kita wujudkan. Saya bukan dokter, juga bukan pengusaha. Saya bukan siapa-siapa. Yang saya miliki hanyalah cinta kasih. Cinta kasih saya adalah cinta kasih agung tanpa pamrih. Saya mengasihi setiap orang. Singkat kata, saya selalu menghormati setiap orang.
Dengan cinta kasih agung tanpa pamrih, kita melindungi kesehatan. Saya yakin bahwa misi kesehatan kita akan selamanya diwariskan dari generasi ke generasi. Kita juga bisa memengaruhi sistem medis era sekarang. Orang-orang berkata bahwa dunia medis sangat kompetitif. Namun, kita tidak berkompetisi, hanya memberikan pelayanan dengan sungguh-sungguh. Saya berharap setiap orang di rumah sakit kita dapat memberikan pelayanan medis dengan baik. Dengan demikian, masyarakat akan sehat dan bahagia. Inilah harapan terbesar saya. Terima kasih, Bodhisattva sekalian.
Memberikan pengobatan gratis pada masa-masa awal demi warga yang sakit dan kurang mampu
Menjaga tekad dan menjalankan ajaran dengan mempersembahkan potensi kebajikan
Bersatu hati membangun jaringan pelayanan kesehatan
Mewariskan cinta kasih agung tanpa pamrih hingga selamanya
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 24 April 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 26 April 2026