Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Kunci Harapan dari Warung Muncang, Kota Bandung
Pagi itu, udara di Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, terasa berbeda. Warga berdiri di depan rumah-rumah yang kini tampak lebih kokoh, sebagian tersenyum, sebagian lagi masih tak percaya perubahan yang mereka alami. Di antara mereka, hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, Wakil Ketua Tzu Chi Bandung, Henking Wargana, bersama relawan Tzu Chi Bandung.
Kunjungan itu bukan sekadar seremoni. Di Warung Muncang, 12 unit rumah hasil renovasi resmi diserahkan kepada pemiliknya. Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan Yayasan Tzu Chi bersama Kementerian PKP RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai langkah perubahan menuju keluarga yang sehat. Bagi keluarga penerima manfaat, rumah adalah titik awal perubahan. Dari ruang yang sehat, tumbuh keluarga yang lebih kuat, dari keluarga yang kuat, lahir masa depan yang lebih baik.
“Ini sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan semua komponen, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota, hingga swasta seperti Yayasan Buddha Tzu Chi yang sangat banyak membantu,” ujar Maruarar Sirait. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Tzu Chi dalam mendorong percepatan renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kunjungan itu bukan sekadar seremoni. Di Warung Muncang, 12 unit rumah hasil renovasi resmi diserahkan kepada pemiliknya. Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan Yayasan Tzu Chi bersama Kementerian PKP RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai langkah perubahan menuju keluarga yang sehat. Bagi keluarga penerima manfaat, rumah adalah titik awal perubahan. Dari ruang yang sehat, tumbuh keluarga yang lebih kuat, dari keluarga yang kuat, lahir masa depan yang lebih baik.
“Ini sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan semua komponen, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota, hingga swasta seperti Yayasan Buddha Tzu Chi yang sangat banyak membantu,” ujar Maruarar Sirait. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Tzu Chi dalam mendorong percepatan renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Di Bandung, kolaborasi itu menargetkan 500 unit rumah direnovasi. Hingga kini, sudah 339 unit telah rampung (selesai renovasi) di empat kecamatan: Bojongloa Kaler, Gedebage, Bandung Kulon, dan Babakan Ciparay.
Rumah sebagai Titik Balik
Lilis Syafaah (53) berdiri di ruang tamunya yang kini terang dan kering. Ia mengingat betul bagaimana dulu dinding rumahnya lembap, retak, dan berdebu. Genting bocor membuat lantai rumah basah dan lembab. Rumah yang dihuni enam jiwa itu terasa sesak dan tidak sehat.
“Dulu nggak layak, rusak banget dindingnya, gentingnya bocor. Jadi kurang nyaman, lantainya lembap, dan kotor,” ucap Lilis lirih.
Suami Lilis bekerja serabutan. Penghasilan yang ada hanya cukup untuk kebutuhan harian dan biaya sekolah dua anak mereka. Renovasi rumah terasa seperti mimpi yang terlalu jauh untuk diraih. Kini, mimpi itu nyata di hadapannya berwujud tembok kokoh dan atap yang tak lagi meneteskan air hujan.
“Saya sekeluarga sangat berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Semoga yayasannya terus berkembang,” katanya, kali ini dengan senyum bahagia.
“Dulu nggak layak, rusak banget dindingnya, gentingnya bocor. Jadi kurang nyaman, lantainya lembap, dan kotor,” ucap Lilis lirih.
Suami Lilis bekerja serabutan. Penghasilan yang ada hanya cukup untuk kebutuhan harian dan biaya sekolah dua anak mereka. Renovasi rumah terasa seperti mimpi yang terlalu jauh untuk diraih. Kini, mimpi itu nyata di hadapannya berwujud tembok kokoh dan atap yang tak lagi meneteskan air hujan.
“Saya sekeluarga sangat berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Semoga yayasannya terus berkembang,” katanya, kali ini dengan senyum bahagia.
Perasaan serupa dirasakan Imas Masitoh (48). Sebelum direnovasi, tiang-tiang atap rumahnya rapuh. Tembok dan plafon rusak, atap bocor, dan setiap hujan turun, rasa khawatir ikut datang. Ia tinggal bersama dua anaknya, mengandalkan penghasilan mereka yang terbatas.
“Kondisinya tembok dan pelapon rusak, hampir putus. Sekarang tidur jadi nyaman, nggak ada yang bocor lagi,” ujar Imas.
“Kondisinya tembok dan pelapon rusak, hampir putus. Sekarang tidur jadi nyaman, nggak ada yang bocor lagi,” ujar Imas.
Kolaborasi yang Menguatkan
Wakil Ketua Tzu Chi Bandung, Henking Wargana, menyampaikan bahwa misi kemanusiaan ini lahir dari semangat persatuan dan cinta kasih. “Kita yakin dengan misi Tzu Chi, semua yang mampu bisa melakukan kegiatan sosial dan membantu orang-orang untuk bersatu hati, harmonis dengan cinta kasih yang besar,” ujar Henking dengan mantap.
Warung Muncang hari itu bukan hanya menjadi lokasi kunjungan kerja Menteri PKP RI. Wilayah Warung Muncang menjadi saksi bahwa ketika kepedulian bertemu tindakan nyata, perubahan dapat terjadi. Renovasi mungkin memperbaiki bangunan, tetapi yang lebih penting, ia memulihkan keyakinan bahwa setiap orang berhak atas hunian yang aman, sehat, dan bermartabat. Dan dari sebuah rumah yang kokoh, harapan itu kembali tumbuh.
Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung),
Fotografer : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung),
Editor : Anand Yahya.
Warung Muncang hari itu bukan hanya menjadi lokasi kunjungan kerja Menteri PKP RI. Wilayah Warung Muncang menjadi saksi bahwa ketika kepedulian bertemu tindakan nyata, perubahan dapat terjadi. Renovasi mungkin memperbaiki bangunan, tetapi yang lebih penting, ia memulihkan keyakinan bahwa setiap orang berhak atas hunian yang aman, sehat, dan bermartabat. Dan dari sebuah rumah yang kokoh, harapan itu kembali tumbuh.
Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung),
Fotografer : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung),
Editor : Anand Yahya.