Menciptakan Tanah Suci dan Mewujudkan Kedamaian Dunia
“Master, kami akan terus menggali sumur. Mohon Master tenang.”
“Sumbangsih kami di pos penyedia makanan tak akan berhenti.”
“Master, ini adalah ruang bersalin di Zimbabwe.”
“Master, di sini disediakan pelayanan ginekologi dan obstetri.”
“Di masa mendatang, kami akan menyambut banyak kehidupan baru.”
“Kami akan menjaga banyak perempuan.”
“Terima kasih, Master.”
“Master yang terkasih, kami adalah partner Kakak Chu. Kami akan mengikuti langkah Master. Murid-murid Master di Zimbabwe akan selalu ada. Mohon Master tenang.”
“Mohon Master tenang. Kami akan mengikuti langkah Kakak Chu serta terus melangkah maju untuk bersumbangsih dan menjalankan Tzu Chi,” kata Li Zhao-qin, relawan Tzu Chi Zimbabwe.
“Master, kami akan selalu ada. Kami akan mendukung Ibu. Mohon Master tenang,” kata Zhu Guan-yu, putra Li Zhao-qin.
Dia telah berikrar untuk mendedikasikan diri di Zimbabwe selama lima kehidupan. Berhubung tekad dan ikrarnya sangat teguh, saya yakin bahwa dia telah kembali. Jadi, Zhao-qin, saya harap kamu dan anakmu dapat memahami tekad dan ikrarnya. Saya mendoakannya, juga mendoakan kalian. Semoga para Bodhisattva di Zimbabwe dapat terus bersumbangsih dengan kekuatan cinta kasih.
Asalkan memiliki tekad, kita pasti bisa bersama-sama menarik tali ini dari kehidupan ke kehidupan. Dengan demikian, kita tidak akan terpisah di Jalan Bodhisattva. Kita akan selalu bergandengan dengan erat.