Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Mewariskan Cinta Kasih dan Kebajikan untuk Mewujudkan Keharmonisan

Saya sangat tersentuh, terlebih melihat relawan dari kampung halaman saya dan mendengar kisah kehidupan mereka sejak lahir hingga sekarang. Mengenang kehidupan saya, saya sungguh merasa bahwa waktu berlalu dengan cepat. Saya merasa bahwa benih saya seakan-akan hampir kering dan layu. Waktu terus berlalu tanpa kita sadari. Namun, melihat kalian membuat saya merasa penuh harapan dan sukacita.

“Rui-feng adalah ibu saya dan Lin Shu-sen adalah ayah saya. Pada tahun 1990, akibat kecelakaan listrik di rumah, kakak laki-laki saya yang berusia 32 tahun meninggal dunia dan ibu saya terluka hingga dirawat inap,” kata Lin Juan-ling, relawan Tzu Chi.

“Pada momen yang paling memilukan itu, kala orang tua kehilangan anak mereka, saya sangat bersyukur kepada Master yang menjenguk ibu saya di RS Umum Veteran Taipei. Master juga berkunjung ke rumah untuk memberi perhatian kepada ayah dan kakak ipar saya. Saya sangat bersyukur kepada Master saat itu. Welas asih dan kehangatan Master telah menghangatkan hati kami sekeluarga. Hingga kini, kami selalu mengingatnya di dalam hati,” pungkas Lin Juan-ling.

Saya mendengar kalian berbagi tentang masa lalu. Orang-orang di dalam foto terlihat sangat asing, tetapi kisah kalian terdengar begitu familier. Karena itu, saya melihatnya dengan lebih jelas dan kembali menemukannya dalam ingatan saya. Demikianlah kehidupan. Semua orang akan menua. Namun, kita bukan menua tanpa nilai.
Saat ini, banyak di antara kita yang telah lanjut usia. Mari kita menginventarisasi kehidupan masing-masing. Tidak peduli betapa gemilangnya kehidupan kalian dahulu, itu tetap tidak sebanding dengan kesederhanaan kalian sekarang. Kalian semua mengenakan seragam Tzu Chi yang bagaikan jubah Bodhisattva. Jubah kelembutan dan kesabaran. Benar, jubah kelembutan dan kesabaran. Di jalan, orang-orang langsung bisa mengenali kalian. Jadi, saat mengenakan seragam Tzu Chi, kita harus bisa menjaga diri. Dengan menjaga citra Tzu Chi, kita juga melatih diri.
Melatih diri bagai mengenakan baju zirah untuk maju ke medan perang. Di dunia ini, terdapat banyak keburukan. Adakalanya, jika bertemu dengan orang yang mengucapkan kata-kata pedas kepada kita, kita hendaknya segera mempraktikkan kelembutan dan kesabaran. Jika bisa berbuat demikian, kita sudah mencapai pelatihan diri level tinggi. Kembangkanlah kesungguhan hati dan cinta kasih kita untuk mewujudkan masyarakat yang damai dan bahagia. Inilah yang disebut tanah suci di dunia. Jadi, di mana kita melatih diri, di sanalah tercipta tanah suci.
Ingatlah bahwa kalian merupakan Bodhisattva dunia. Saat melihat kalian, saya selalu berkata, “Para Bodhisattva kita telah kembali.” Sungguh, saat melihat kalian, saya merasa bagaikan melihat Bodhisattva. Karena itulah, saya secara alami berkata demikian. Saya sungguh menghormati kalian semua. Berkat kalian, barulah semangat Tzu Chi dapat tersebar luas. Dunia zaman sekarang sangat membutuhkan Tzu Chi. Tzu Chi membuat orang-orang merasakan keharmonisan di dunia. Jadi, kita harus lebih bekerja keras.
Tzu Chi telah berdiri selama 60 tahun. Tzu Chi bermula dari sebersit niat di Taiwan. Sebersit niat ini bagaikan sebutir benih. Saya juga memiliki keyakinan bahwa setiap orang memiliki kebajikan. Dengan kebajikan dan cinta kasih sebagai benih, kita telah menghasilkan banyak benih. Inilah yang dilakukan oleh kalian dan saya.
Tzu Chi telah berdiri selama 60 tahun dan terus berkembang hingga sekarang. Kalian dan saya sama-sama adalah generasi pertama Tzu Chi. Kita harus menjaga kualitas benih generasi pertama dengan baik. Dengan demikian, kita dapat mewariskan benih yang berkualitas dari generasi ke generasi. Jika benih generasi pertama saja mengalami perubahan, perubahan pada generasi berikutnya akan makin besar. Jadi, tanggung jawab kita sangatlah besar.
Kalian yang segenerasi dengan saya tidak boleh berubah. Kita memiliki tanggung jawab untuk mewariskan semangat Tzu Chi, yakni bersumbangsih bagi dunia tanpa pamrih. Kita harus lebih bersungguh hati untuk bersumbangsih tanpa pamrih, bahkan bersyukur. Tanpa orang-orang yang menderita, kita tidak akan berkesempatan untuk bersumbangsih.
Mereka mungkin mengalami penderitaan karena sebab dan kondisi dari kehidupan lampau. Beruntung, di kehidupan sekarang, kita memiliki jalinan jodoh untuk bertemu dengan mereka. Mereka juga memiliki akar kebajikan dan niat baik. Berhubung telah bertemu dengan mereka, selain memberikan bantuan materi, yang terpenting ialah menjaga jiwa kebijaksanaan mereka.
Selain membantu melenyapkan penderitaan hidup mereka, kita juga harus menjaga jiwa kebijaksanaan diri sendiri dan orang lain. Kita hendaknya menjaga satu sama lain. Kalian juga harus menjaga jiwa kebijaksanaan saya. Tanpa dukungan kalian, mustahil bagi saya untuk menumbuhkan jiwa kebijaksanaan. Berkat kalian, barulah jiwa kebijaksanaan saya bisa bertumbuh dan kita bisa menginspirasi lebih banyak orang.
Kita hendaknya bersyukur bisa saling mengenal di kehidupan sekarang. Berhubung saya telah membangkitkan tekad, kalian juga merawat benih di ladang batin kalian dan bersumbangsih bagi semua makhluk di seluruh dunia. Di kehidupan mendatang, benih kita akan makin matang dan partner kita di jalan ini akan makin banyak.
Saya berharap kelak, Bodhisattva kita dapat tersebar di seluruh dunia. Buddha berkata bahwa di era kemunduran ini, setiap orang harus membangkitkan tekad. Pada zaman sekarang, Bodhisattva dunia sungguh sangat dibutuhkan. Mari kita menjalin lebih banyak jodoh baik.
Mari kita memotivasi orang-orang untuk terus kembali dan menapaki Jalan Bodhisattva. Dengan demikian, kita akan bersama Buddha dari kehidupan ke kehidupan. Demikianlah yang disebutkan dalam Sutra Teratai. Buddha akan kembali untuk membimbing semua makhluk dari kehidupan ke kehidupan. Jadi, kita harus lebih tekun dan bersemangat.

Menjaga diri dengan mempraktikkan kelembutan dan kesabaran
Melatih diri dan menyucikan hati di tengah masyarakat
Menjadikan penderitaan sebagai kondisi pendukung untuk menabur benih kebajikan
Menyebarkan cinta kasih di dunia dan mewariskan jiwa kebijaksanaan

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 05 Juni 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 07 Juni 2026

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

https://www.geocities.ws/moulmaths/

https://www.geocities.ws/digitalanam/

rp888

rp888