Ikrar Agung dan Kebajikan Bersama Mendatangkan Berkah
“Di wilayah utara, tengah, dan selatan Taiwan, termasuk Taoyuan serta beberapa kabupaten dan kota lainnya, semua orang mendorong program ini dengan sungguh-sungguh. Ini diperkirakan bisa menembus 70 ribu toko. Program dana kecil amal besar ini bukanlah hal yang mudah,” kata Wang Yun-jing, Penanggung Jawab Kantor Direktur Badan Misi Amal Tzu Chi.
Saya merasa sangat tersentuh. Sesungguhnya, saya tidak pernah memiliki konsep tentang angka-angka seperti ini. Saya tidak memahami apa itu operasional dan manajemen. Saya hanya tahu bahwa orang yang menderita memang benar-benar menderita dan saya hanya tahu seberapa besar kekuatan yang bisa kita berikan. Untuk bersumbangsih, harus dimulai dari diri sendiri. Yang terpenting ialah semua orang melakukannya bersama. Setetes demi setetes, semuanya adalah sumbangsih dari setiap orang.
“Di area ini terdapat 4 toko serba ada. Itu adalah area yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kami. Di sana bisa diletakkan celengan bambu sehingga ketika para insinyur turun, mereka bisa melihat celengan bambu dan menyumbangkan sedikit niat baik. Kami sangat berterima kasih kepada Tzu Chi karena telah memberikan kesempatan ini kepada kami,” kata Xu Qi-mao, Manajer Senior UMC.
“Konsep donasi seperti ini membuat semua orang dapat mengubah cinta kasih kecil menjadi cinta kasih agung dan membentuk kekuatan yang penuh kehangatan,” kata Chen Zhi-ming, Insinyur.
Saya melihat bagaimana kekuatan-kekuatan kecil terkumpul menjadi kekuatan besar. Saya merasa sangat tersentuh. Yang paling penting ialah Tzu Chi memiliki prinsip ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan.
Sumbangsih setiap orang dilakukan dengan ketulusan. Tidak peduli berapa banyak donatur yang kita miliki, semuanya bersumbangsih dengan sangat tulus dan tanpa pamrih. Tidak ada yang berkata, “Saya sudah bersumbangsih. Saya ingin mendapatkan sesuatu dari sumbangsih ini.” Yang ada hanyalah sukacita.
Kekuatan satu orang tidak bisa melakukan semuanya. Diperlukan kekuatan banyak orang. Setiap orang yang bersumbangsih justru merasa bersyukur. Semuanya memiliki pandangan yang sama dengan saya. Sedikit demi sedikit sumbangsih, dengan kekuatan yang besar, kita dapat membantu banyak orang.
Ketika bersumbangsih, kita akan merasa sukacita. Tentu saja, semuanya sangat tulus. Dengan ketulusan, kekuatan kecil berubah menjadi kekuatan besar dan kita bisa melihat begitu banyak orang terbantu. Ini membuat kita merasa sangat bersukacita.
Sumbangsih setiap orang dilakukan dengan ketulusan. Tidak peduli berapa banyak donatur yang kita miliki, semuanya bersumbangsih dengan sangat tulus dan tanpa pamrih. Tidak ada yang berkata, “Saya sudah bersumbangsih. Saya ingin mendapatkan sesuatu dari sumbangsih ini.” Yang ada hanyalah sukacita.
Kekuatan satu orang tidak bisa melakukan semuanya. Diperlukan kekuatan banyak orang. Setiap orang yang bersumbangsih justru merasa bersyukur. Semuanya memiliki pandangan yang sama dengan saya. Sedikit demi sedikit sumbangsih, dengan kekuatan yang besar, kita dapat membantu banyak orang.
Ketika bersumbangsih, kita akan merasa sukacita. Tentu saja, semuanya sangat tulus. Dengan ketulusan, kekuatan kecil berubah menjadi kekuatan besar dan kita bisa melihat begitu banyak orang terbantu. Ini membuat kita merasa sangat bersukacita.
Setiap kali melihat celengan bambu, orang-orang tahu bahwa itu untuk melakukan kebajikan. Dana kecil bisa melakukan amal besar. Sama seperti tetes demi tetes air yang masuk ke lautan dan menyatu di sana sehingga bisa mengangkat perahu dan menyelamatkan banyak orang. Inilah yang disebut dengan menyeberangkan semua makhluk dengan perahu cinta kasih.
Hendaknya setiap orang memberikan tetes demi tetes cinta kasih seperti dalam wujud segenggam demi segenggam beras. Seperti di Myanmar, ketika mendengar tentang semangat celengan bambu, mereka memulai praktik celengan beras. Sesungguhnya, mereka adalah penerima bantuan kita.
Hendaknya setiap orang memberikan tetes demi tetes cinta kasih seperti dalam wujud segenggam demi segenggam beras. Seperti di Myanmar, ketika mendengar tentang semangat celengan bambu, mereka memulai praktik celengan beras. Sesungguhnya, mereka adalah penerima bantuan kita.
“Celengan beras ini bukan soal menyimpan banyak atau sedikit. Setiap hari cukup satu genggam atau satu sendok saja. Jika diri sendiri masih merasa sulit, bisa juga menyimpan lima atau sepuluh butir beras. Bukankah begitu? (Ya.)” tanya Guo Bao-yu, relawan Tzu Chi.
“Dari nasi yang kami makan sehari-hari, kami menyisihkan segenggam beras dan menghemat sedikit makanan untuk membantu orang lain. Hal ini membuat saya tidak lagi merasa sedih,” kata Daw Khin Moe Win, warga terdampak.
Ketika kita memberikan beras kepada mereka, mereka mulai berkata, “Kami juga bisa melakukannya.” Ketika menuangkan secangkir demi secangkir beras ke dalam panci, mereka kemudian mengambil satu genggam dan memasukkannya ke dalam guci plastik kecil. Setiap bulan, mereka menetapkan satu hari untuk berkumpul bersama-sama dan menuangkan beras itu.
Lihatlah, jumlahnya bisa hampir seluas satu meja dan membentuk sebuah gundukan kecil. Beras-beras yang terkumpul itu bisa digunakan untuk membantu beberapa keluarga di tempat itu.
Lihatlah, jumlahnya bisa hampir seluas satu meja dan membentuk sebuah gundukan kecil. Beras-beras yang terkumpul itu bisa digunakan untuk membantu beberapa keluarga di tempat itu.
Melihat mereka yang kurang mampu bisa turut membantu orang lain, saya merasa sangat bersyukur dan tersentuh. Setiap kali melihat beras yang terkumpul setiap bulan, saya selalu beranjali untuk mengucapkan syukur. Itulah sebabnya saya sering berkata bahwa kita harus menghimpun tetes demi tetes cinta kasih. Inilah kekuatan cinta kasih. Ini semua bukan demi uang.
Program “Toko Cinta Kasih” itu bukan demi uang. Jika ada orang yang membeli barang, pemilik toko cukup bertanya, “Apakah uang kembalian ini mau digunakan untuk berbuat baik?” Jika bersedia, mereka bisa memasukkan uang itu ke dalam celengan. Dengan begitu, cinta kasih akan selalu ada di sana. Toko tersebut juga memiliki sebuah kekuatan. Yang terpenting ialah semua orang melakukannya dengan hati yang penuh sukacita dan ketenangan.
Dana kecil bisa digunakan untuk amal besar. Ini seharusnya bisa dilakukan oleh setiap keluarga. Ini semua bukan demi uang, melainkan untuk membangkitkan niat baik setiap hari.
Program “Toko Cinta Kasih” itu bukan demi uang. Jika ada orang yang membeli barang, pemilik toko cukup bertanya, “Apakah uang kembalian ini mau digunakan untuk berbuat baik?” Jika bersedia, mereka bisa memasukkan uang itu ke dalam celengan. Dengan begitu, cinta kasih akan selalu ada di sana. Toko tersebut juga memiliki sebuah kekuatan. Yang terpenting ialah semua orang melakukannya dengan hati yang penuh sukacita dan ketenangan.
Dana kecil bisa digunakan untuk amal besar. Ini seharusnya bisa dilakukan oleh setiap keluarga. Ini semua bukan demi uang, melainkan untuk membangkitkan niat baik setiap hari.
“Kami bukan pergi untuk menggalang dana, melainkan untuk membangkitkan niat baik. Jika setiap toko memiliki niat baik, niat baik itu bisa diperluas ke orang-orang sekitar, masyarakat, bahkan seluruh dunia. Saya merasa bahwa inilah hal yang paling bermakna,” kata Lin Hui-ting, relawan Tzu Chi.
“Ketika setiap orang mengambil satu langkah kecil, ini akan memengaruhi masyarakat menjadi lebih penuh cinta kasih. Saya berharap ini dapat memengaruhi lebih banyak orang untuk memiliki cinta kasih tanpa peduli kelompok atau suku apa pun. Masyarakat yang penuh dengan cinta kasih tentu akan menciptakan sebuah lingkungan yang penuh energi berkah,” kata Huang Zhi-rong, pemilik toko.
Seperti ketika saya memulai Tzu Chi, saat itu saya berkata, “Sisihkanlah 50 sen setiap hari. Ketika Anda mengangkat keranjang belanja dan pergi ke pasar, hendaknya Anda berkata bahwa Anda ingin menyisihkan 50 sen. Pedagang di sana akan bertanya untuk apa 50 sen itu. Kalian bisa menjawab bahwa 50 sen akan digunakan untuk membantu orang lain.”
Dengan begitu, pedagang akan berpikir, “Uang 50 sen saja bisa digunakan untuk membantu orang lain, berarti saya juga bisa melakukannya.” Setiap 50 sen yang terhimpun bisa menjadi jumlah yang besar untuk membantu banyak orang. Inilah kisah 60 tahun yang lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.
Sesungguhnya, bukan soal berapa banyak uang yang terkumpul, melainkan demi membangkitkan cinta kasih semua orang. Cinta kasih akan menciptakan energi berkah. Dengan adanya energi berkah, suatu tempat akan menjadi damai. Jadi, agama harus membimbing manusia menuju kebaikan. Apa pun agamanya, tujuannya ialah membimbing manusia menuju kebaikan sehingga dunia bisa damai dan dipenuhi berkah.
Semua agama itu sama dalam hal ini. Inilah yang selalu menjadi ikrar Tzu Chi dan ikrar kita bersama. Ini disebut dengan ikrar agung, kebajikan besar, dan berkah besar. Bukan karena saya menginginkan uang, tetapi saya ingin makin banyak orang bersama-sama mempraktikkan kebajikan. Dengan begitu, tempat itu akan dipenuhi energi berkah dan kedamaian. Saya merasa sangat bersyukur. Terima kasih.
Sesungguhnya, bukan soal berapa banyak uang yang terkumpul, melainkan demi membangkitkan cinta kasih semua orang. Cinta kasih akan menciptakan energi berkah. Dengan adanya energi berkah, suatu tempat akan menjadi damai. Jadi, agama harus membimbing manusia menuju kebaikan. Apa pun agamanya, tujuannya ialah membimbing manusia menuju kebaikan sehingga dunia bisa damai dan dipenuhi berkah.
Semua agama itu sama dalam hal ini. Inilah yang selalu menjadi ikrar Tzu Chi dan ikrar kita bersama. Ini disebut dengan ikrar agung, kebajikan besar, dan berkah besar. Bukan karena saya menginginkan uang, tetapi saya ingin makin banyak orang bersama-sama mempraktikkan kebajikan. Dengan begitu, tempat itu akan dipenuhi energi berkah dan kedamaian. Saya merasa sangat bersyukur. Terima kasih.
Kekuatan kecil yang terhimpun akan membentuk kekuatan besar
Bersumbangsih tanpa pamrih dengan ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan
Menghimpun cinta kasih melalui segenggam beras
Membimbing semua orang untuk berbuat baik dan mendatangkan berkah
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 07 Juni 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 09 Juni 2026