Mengubah Plastik Bekas Menjadi Kerajinan Tangan
Kelas kerajinan tangan kembali dibuka Tzu Chi Pekanbaru untuk Umum di Depo Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan Dumai, Kota Dumai, Riau pada hari Minggu, 7 Juni 2026. Sebanyak 26 orang relawan baik dari Dumai dan Pekanbaru terlihat antusias mengikuti kelas kerajinan tangan ini walaupun diiringi cuaca hujan deras.
Kata plastik merujuk pada bahan yang mudah dibentuk dan fleksibel. Plastik yang biasa disebut polimer, yaitu material yang terdiri dari banyak bagian atau rantaian panjang dari atom karbon dan elemen lain. Polimer sintetik memiliki karakteristik yang kuat, ringan dan fleksibel. Polimer sintetik memiliki sifat plastik.
Sebelum diciptakannya plastik, bidang industri bergantung sepenuhnya pada alam yaitu kertas yang berasal dari kayu. Permintaan kertas yang tinggi menyebabkan pohon-pohon ditebang secara besar besaran, hutan menjadi gundul. Hutan merupakan paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen untuk kita bernafas dan pelestarian lingkungan. Sifat kertas ringan, mudah dibentuk namun tidak tahan lama dan tidak kuat tidak cocok untuk kehidupan sehari-hari inilah awal mula terciptanya plastik.
Kata plastik merujuk pada bahan yang mudah dibentuk dan fleksibel. Plastik yang biasa disebut polimer, yaitu material yang terdiri dari banyak bagian atau rantaian panjang dari atom karbon dan elemen lain. Polimer sintetik memiliki karakteristik yang kuat, ringan dan fleksibel. Polimer sintetik memiliki sifat plastik.
Sebelum diciptakannya plastik, bidang industri bergantung sepenuhnya pada alam yaitu kertas yang berasal dari kayu. Permintaan kertas yang tinggi menyebabkan pohon-pohon ditebang secara besar besaran, hutan menjadi gundul. Hutan merupakan paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen untuk kita bernafas dan pelestarian lingkungan. Sifat kertas ringan, mudah dibentuk namun tidak tahan lama dan tidak kuat tidak cocok untuk kehidupan sehari-hari inilah awal mula terciptanya plastik.
Saat ini plastik menjadi momok di seluruh sudut bumi, karena sampah plastik membutuhkan ratusan tahun untuk terurai. Bumi ini pun penuh dengan sampah plastik yang kita gunakan hanya beberapa menit saja. Salah satu upaya Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam misi pelestarian lingkungannya adalah mengadakan kelas kerajinan tangan dengan menggunakan bahan plastik yang kita gunakan sehari-hari.
Contoh plastik yang digunakan yaitu plastik bekas bungkus makanan maupun deterjen yang akan digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat tas dan kerajinan tangan lainnya sehingga keberadaan sampah plastik tersebut tidak mencemari lingkungan dan kita dapat gunakan berulang-ulang kali.
“Saya sangat terkesan pada pembelajaran hari ini karena dari limbah yang saya buang setiap hari bisa diubah menjadi barang yang berguna dan bermanfaat,” ungkap Atun, salah satu peserta.
Contoh plastik yang digunakan yaitu plastik bekas bungkus makanan maupun deterjen yang akan digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat tas dan kerajinan tangan lainnya sehingga keberadaan sampah plastik tersebut tidak mencemari lingkungan dan kita dapat gunakan berulang-ulang kali.
“Saya sangat terkesan pada pembelajaran hari ini karena dari limbah yang saya buang setiap hari bisa diubah menjadi barang yang berguna dan bermanfaat,” ungkap Atun, salah satu peserta.
Relawan yang menjadi koordinator kegiatan kelas kerajinan tangan, Asriani sangat bersukacita. Walaupun hujan, tapi tidak menyurutkan semangat para peserta untuk ikut kelas tersebut. “Luar biasa, walaupun kondisi hari ini hujan relawan dan ibu-ibu dari Tai Chi mau bergabung untuk belajar bersama dengan kita. Dari sini kita bisa belajar bahwa dari sesuatu yang tidak berguna, bisa kita buat menjadi kreasi yang sangat berguna,” ucap Asriani. Ia pun berharap agar relawan Tzu Chi yang berada di Kota Dumai terus melanjutkan kelas kerajinan tangan ini.
Jurnalis : Vivy Viliana Halim (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Asriani, Antony, Jeffry, Tan Chong Yee (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Arimami Suryo A.
Fotografer : Asriani, Antony, Jeffry, Tan Chong Yee (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Arimami Suryo A.