Senyum Ramadan di Desa Kelampai
Setibanya di lokasi, para relawan disambut hangat oleh Kepala Dusun Kelampai, pengurus BKM Masjid Nurul Huda, serta warga sekitar. Kepala Dusun, Yusuf, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak yatim di desanya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan kebutuhan anak-anak, tetapi juga mempererat tali silaturahmi.
Menjelang waktu berbuka, relawan membagi tugas dengan sigap. Sebagian menata tempat dan mempersiapkan acara, sebagian lainnya menyapa warga serta bercengkerama dengan anak-anak yang hadir. Relawan Dharma Wanita juga tampak sibuk menyiapkan takjil dan hidangan berbuka berupa nasi kotak vegetarian. Kehangatan terasa ketika relawan dan warga saling menyapa dan berbagi cerita.
Eko Kuswoyo, salah satu relawan, menjelaskan bahwa hari ini menu berbuka puasa adalah masakan vegetarian. Ada nasi uduk, urap, semur telur puyuh, bihun goreng, dan sambal kentang. Tidak lupa juga terdapat menu takjil berbuka puasa. Anak-anak dan warga sekitar sangat menikmati menu vegetarian yang telah disiapkan relawan.
Dalam kesempatan ini, relawan juga menyerahkan santuan untuk 10 anak yatim, paket sembako dan perlengkapan salat disiapkan relawan. Kafa (11), menjadi salah satu anak yatim yang menerima. Siswa kelas 5 SD ini kehilangan ayah dan ibunya saat berusia 4 tahun. Saat ini ia tinggal bersama keluarga pamannya.
“Terima kasih bapak ibu yang sudah menyerahkan sembako dan alat salat buat saya. Ini sangat bermanfaat buat keluarga saya,” ucap Kafa.Ada pula kisah seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang sejak kecil harus hidup tanpa sosok ayah. Saat ini ia tinggal bersama ibu dan neneknya. Karena keterbatasan ekonomi, ia terpaksa berhenti sekolah. Kisah-kisah seperti inilah yang membuat para relawan semakin menyadari betapa berharganya kesempatan untuk berbagi kasih kepada sesama.
“Saya merasa tersadar dan malu ternyata dengan melihat keadaan mereka, kita sebagai relawan harus banyak-banyak bersyukur dan tidak banyak mengeluh dalam menjalani hidup,” ujar Machairiyah, salah satu relawan yang turut hadir.
Melalui kepedulian dan kebersamaan, relawan berharap benih kasih yang ditanam pada sore Ramadan itu dapat terus tumbuh, membawa kehangatan dan harapan bagi banyak orang.
Jurnalis : Machairiyah (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Fotografer : Tsaniatul Husna, Fachrul Rahmadi (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Editor : Metta Wulandari.