Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Dokter Humanis Membawa Manfaat bagi Masyarakat

Saya memiliki perasaan yang mendalam terhadap Dalin. Saat itu, saya juga menyurvei ladang tebu itu. Saat orang-orang menebang tebu di sana, saya juga meminum sari tebu yang sangat manis. Saat proyek pembangunan berlangsung, saya juga sering berkunjung. Jadi, terhadap Rumah Sakit Tzu Chi Dalin, saya memiliki perasaan yang mendalam.
Saat melakukan perjalanan, salah satu tempat favorit saya ialah Dalin. Jika menginap di sana beberapa hari, saya merasa seakan-akan beristirahat di sana. Saat pergi ke Dalin, saya merasa bisa melepas semua beban saya sehingga merasa sangat rileks. Para dokter juga datang untuk berbincang-bincang tentang keseharian mereka atau kasus yang ditangani. Jadi, saya sangat menikmati hari-hari yang saya habiskan di Dalin. Wilayah itu penuh kehangatan, semua orang bagaikan satu keluarga.
Saya sangat bersyukur kepada kalian yang kembali ke sini serta mereka yang terhubung dengan kita secara daring. Orang-orang di berbagai wilayah yang berbeda-beda dapat terhubung secara bersamaan. Ini berkat dukungan teknologi. Saat mengadakan rapat dengan orang-orang, saya selalu merasa bahwa teknologi sangat membantu.
Kini, tanpa keluar rumah, saya bisa mengetahui peristiwa yang terjadi di dunia, bisa menghubungi orang-orang, bisa berbicara dengan mereka, dan bisa mengetahui kondisi Tzu Chi di berbagai wilayah. Saat orang-orang di berbagai wilayah berbagi pengalaman, saya pun dapat merasakan betapa damai dan sehatnya mereka yang bersumbangsih dengan sukacita.
Kita hendaknya sering menginventarisasi nilai kehidupan kita. Saya ingin kembali mengingatkan semua orang bahwa dengan melakukan inventarisasi setiap hari, kita akan merasa bahwa kehidupan kita sangat bernilai. Setiap pasien selalu bersyukur kepada dokternya. Dokter merupakan penyelamat dalam kehidupan pasien. Karena itulah, pasien sangat menghormati dokter. Asalkan kalian mencurahkan sedikit cinta kasih, bagi pasien, itu sudah sangat berlimpah.

Saya bergabung di RS Tzu Chi Dalin pada tahun 2009. Selanjutnya, saya akan berbagi tentang pasien yang telah saya dampingi selama 13 tahun. Dia pun telah mendampingi saya selama 13 tahun. Dalam perjalanan saya sebagai dokter penanggung jawab, dia menempati bagian yang cukup besar. Dia tinggal di Dounan dan kondisi ekonominya kurang baik,” kata Qiu Wen-yan, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi.

Awalnya, dia mengalami nyeri perut yang parah. Kemudian, dia mengidap kanker hati. Saat itu, dia baru berusia 60 tahun. Meski dia telah menjalani terapi target, sel kanker tetap menyebar lewat aliran darah ke paru-paru. Kami menemukan tumor di paru-parunya. Satu tumbuh di samping jantung dan satunya lagi di atas lambung, tepatnya di atas diafragma,” lanjut Qiu Wen-yan.

Qiu Wen-yan melanjutkan “Selama 13 tahun ini, dia pernah mengalami sekali tumor pecah, empat kali metastasis, dan sekali abses perut. Jadi, dia menghadapi enam kali ujian hidup. Selama 13 tahun ini, setelah memeriksanya, saya terkadang harus berkata, ‘Maaf, tumbuh tumor baru lagi’.”

Departemen gastroenterologi, onkologi radiasi, dan radiologi diagnostik merawatnya bersama-sama. Kami berharap dapat merawatnya dengan hati dan semangat Buddha seperti yang Master ajarkan. Saya telah merawatnya selama 13 tahun, dia pun telah mendampingi saya selama 13 tahun,” pungkas Qiu Wen-yan.
Belakangan ini, saya selalu berkata bahwa saya bersyukur dengan tulus. Sungguh, banyak rasa syukur saya yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Bagaimanapun, kita hendaknya menginventarisasi diri sendiri. Sebagai dokter, asalkan tidak merugikan pasien, berarti kehidupan kalian bernilai.
Saat seorang dokter merugikan pasien, itu berarti dia tidak bersungguh-sungguh menangani pasien dan tidak menunaikan kewajibannya sebagai dokter. Ini merupakan kerugian bagi diri sendiri. Setelah melakukan inventarisasi, jika kita tidak menunaikan kewajiban, berarti kita rugi. Mengapa tidak menunaikan kewajiban disebut rugi? Karena kita tidak bisa merasakan nilai kehidupan diri sendiri.
Kalian telah menuntut ilmu bertahun-tahun dan dihormati oleh begitu banyak orang. Jika kalian tidak menunaikan kewajiban, tidak akan ada perbuatan kalian yang bernilai. Inilah yang disebut kerugian. Ketika kita menginventarisasi kehidupan dan mendapati bahwa kehidupan kita sangat bernilai, rasa puas yang kita peroleh lebih membahagiakan daripada memperoleh kekayaan.
Apa yang kita rasakan tentang kehidupan kita sangat nyata dan penuh sukacita. Dalam ajaran Buddha, ini disebut dipenuhi sukacita dalam Dharma. Dari manakah kalian memperoleh pengetahuan dan keterampilan sebagai seorang dokter? Dari memilih jurusan kedokteran di universitas hingga menjadi seorang dokter, kalian telah berupaya keras selama bertahun-tahun.
Kini, kembangkanlah nilai kehidupan kalian. Jika tidak ada yang bernilai dalam kehidupan kalian, berarti kehidupan kalian sia-sia karena tidak menunaikan tanggung jawab sebagai dokter. Saat kalian mengenang kondisi salah satu pasien dan kalian pernah turut berkontribusi untuk menyelamatkan kehidupannya, berarti kalian telah mengembangkan nilai kehidupan. Jadi, makin banyak pasien yang kalian selamatkan, makin besar pula nilai kehidupan kalian.
Nilai kehidupan ini sama seperti pelatihan diri, siapa yang menabur, dialah yang menuai. Orang-orang umumnya berkata, “Siapa yang makan, dialah yang merasa kenyang.” Orang yang makanlah yang akan menyerap nutrisi. Singkat kata, untuk mengembangkan nilai kehidupan, kita harus berinteraksi dengan orang-orang.
Belakangan ini, saya juga merasa bahwa hal yang seharusnya dilakukan tetap harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan untuk hal yang telah dilakukan, saya harus memberikan lebih banyak arahan. Karena itulah, terhadap Kepala Rumah Sakit dan para staf kita, saya terus mengingatkan tentang nilai kehidupan.
Melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih, inilah tanggung jawab dokter terhadap pasien. Dengan melindungi kehidupan dan kesehatan pasien, kita juga melindungi nilai kehidupan kita, yaitu cinta kasih. Jadi, kita harus melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih.
Singkat kata, mari kita melindungi misi kita yang mencakup berbagai bidang. Misi kesehatan bertujuan untuk melindungi kehidupan. Inilah yang terpenting. Setiap rumah sakit kita telah menunaikan kewajibannya. Kita hendaknya terus melindungi kehidupan dengan mengikuti perkembangan teknologi medis. Kita tidak boleh ketinggalan.
Mari kita terus melangkah maju. Sejauh apa pun teknologi medis berkembang, kita tidak boleh ketinggalan. Seiring kemajuan teknologi, kita harus bisa mengikutinya hingga titik tertinggi. Demikianlah kita mengembangkan jiwa kebijaksanaan sebagai dokter. Para dokter menggunakan jiwa kebijaksanaan untuk melindungi kehidupan pasien. Jadi, kita melindungi kehidupan dan kesehatan pasien serta cinta kasih dalam misi kita. Kita juga melindungi profesi kita.
Kalian bercita-cita untuk menjadi dokter atau perawat. Saat memilih jurusan, kalian memilih untuk menjadi dokter demi menyelamatkan kehidupan orang-orang. Kini, cita-cita kalian telah terwujud. Hendaklah kalian menjaganya dengan baik.

Dokter humanis melindungi kehidupan dengan keterampilan medis
Membina rasa syukur, rasa hormat, dan cinta kasih yang penuh kehangatan
Menginventarisasi kehidupan dan memperoleh sukacita dalam Dharma
Menumbuhkan jiwa kebijaksanaan untuk membawa manfaat bagi masyarakat

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 02 Agustus 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 04 Agustus 2026