Menebar Cinta Kasih Lewat Pelayanan Kesehatan dan Pengembangan Bakat Bagi Anak Asuh
Pada hari Minggu, 2 Agustus 2026, suasana Depo Pelestarian Lingkungan Titikuning yang berlokasi di Jl.Brigjend Hamid, Gg. Dame Indah, No. 88A, Titi kuning, Medan. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, relawan komunitas Hu Ai Titi kuning Medan menggelar serangkaian kegiatan bermakna yang dirancang untuk mendukung kesehatan jasmani dan perkembangan bakat para penerima bantuan (Gan En Hu) serta anak-anak asuh.
Yenny, selaku relawan Tzu Chi kordinator kegiatan Kepulangan Gan En Hu, memberikan informasi, saat ini sebanyak 40 anak asuh dan 16 keluarga penerima bantuan yang rutin hadir. Selain agenda penyaluran bantuan rutin bulanan, kegiatan utama hari itu meliputi baksos degeneratif oleh tim medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia, penyuluhan makanan sehat, serta latihan persiapan ajang Teratai Cup.
Yenny, selaku relawan Tzu Chi kordinator kegiatan Kepulangan Gan En Hu, memberikan informasi, saat ini sebanyak 40 anak asuh dan 16 keluarga penerima bantuan yang rutin hadir. Selain agenda penyaluran bantuan rutin bulanan, kegiatan utama hari itu meliputi baksos degeneratif oleh tim medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia, penyuluhan makanan sehat, serta latihan persiapan ajang Teratai Cup.
Selain itu, dalam kegitan ini juga diadakan edukasi kesehatan yang disampaikan oleh dr. Rahmat, ia menjelaskan bahwa penyakit degeneratif merupakan kondisi penurunan fungsi dan struktur organ tubuh secara kronis yang disebabkan oleh proses penuaan, gaya hidup yang keliru, serta lingkungan yang tidak sehat, contohnya seperti penyakit yang sering ditemui meliputi hipertensi, stroke, penyakit jantung, diabetes melitus, osteoporosis, hingga osteoartritis.
”Dengan edukasi ini, kita berharap masyarakat dapat mengubah kebiasaan hidup yang tidak sehat secara bertahap. Salah satu langkah dasarnya adalah melalui pola makan vegetarian, karena unsur sayur dan buah-buahan terbukti berperan penting dalam mencegah dan memperlambat penyakit degeneratif,” ujar dr. Rahmat.
Selaras dengan hal tersebut, dr. Leni Wijaya, M.Biomed., selaku PIC TIMA Indonesia dalam kegiatan bakti sosial ini, menegaskan pentingnya upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Oleh karena itu, TIMA memfokuskan pelayanan medis pada skrining kesehatan dasar, meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta pemeriksaan darah sederhana seperti kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat.
”Dengan edukasi ini, kita berharap masyarakat dapat mengubah kebiasaan hidup yang tidak sehat secara bertahap. Salah satu langkah dasarnya adalah melalui pola makan vegetarian, karena unsur sayur dan buah-buahan terbukti berperan penting dalam mencegah dan memperlambat penyakit degeneratif,” ujar dr. Rahmat.
Selaras dengan hal tersebut, dr. Leni Wijaya, M.Biomed., selaku PIC TIMA Indonesia dalam kegiatan bakti sosial ini, menegaskan pentingnya upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Oleh karena itu, TIMA memfokuskan pelayanan medis pada skrining kesehatan dasar, meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta pemeriksaan darah sederhana seperti kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat.
Kemudian dilanjutkan dengan konsultasi medis individual, arahan pola hidup sehat, seperti keteraturan tidur, olahraga, juga pemberian obat gratis bagi yang membutuhkan. Menariknya, para peserta juga disajikan sajian makanan sehat secara langsung sebagai bentuk praktik nyata dari edukasi gizi seimbang yang disampaikan.
Menumbuhkan Kepercayaan Diri Lewat Teratai Cup
Di sudut lain, anak-anak asuh tampak antusias mengikuti persiapan Teratai Cup. Ajang yang rencananya akan ditampilkan secara luas pada bulan Desember 2026 mendatang ini dirancang khusus untuk menggali potensi, bakat terpendam, serta hobi anak-anak asuh dari berbagai komunitas. Dalam acara itu nantinya akan ada perlombaan melukis, isyarat tangan, kata perenungan Master Cheng Yen, fotografi dan videografi.
Relawan Tzu Chi menekankan bahwa Teratai Cup bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana untuk membangun rasa percaya diri. Anak-anak dibimbing agar menyadari bahwa mereka adalah pribadi yang berbakat dan mampu berprestasi. Salah satu peserta, Nadia Felicia merupakan siswi kelas 12 SMA RK Deli Murni Tua, ia memilih berpartisipasi dalam kelas fotografi, dengan memanfaatkan fasilitas ponsel pemberian orang tuanya “Saya sangat senang dapat ikut teratai cup, saya bisa belajar teknik pemotretan, pencahayaan, dan komposisi gambar untuk di lombakan. terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi” ucap Nada dengan penuh haru.
Relawan Tzu Chi menekankan bahwa Teratai Cup bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana untuk membangun rasa percaya diri. Anak-anak dibimbing agar menyadari bahwa mereka adalah pribadi yang berbakat dan mampu berprestasi. Salah satu peserta, Nadia Felicia merupakan siswi kelas 12 SMA RK Deli Murni Tua, ia memilih berpartisipasi dalam kelas fotografi, dengan memanfaatkan fasilitas ponsel pemberian orang tuanya “Saya sangat senang dapat ikut teratai cup, saya bisa belajar teknik pemotretan, pencahayaan, dan komposisi gambar untuk di lombakan. terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi” ucap Nada dengan penuh haru.
Sentuhan Kasih yang Meringankan Langkah Kehidupan
Rangkaian Baksos medis ini memberikan dampak nyata dan rasa syukur yang mendalam bagi para peserta. Salah satu peserta yang hadir, Herawati Ginting (48), merupakan seorang tukang pijat asal Deli Tua yang datang bersama suami dan anaknya juga mengungkapkan rasa harunya. “Saya dan suami sama-sama penyandang tunanetra. Kami sangat terbantu dapat mengikuti bakti sosial penyakit degeneratif yang diselenggarakan Tzu Chi. Selain mendapatkan edukasi kesehatan kami ucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas kepeduliannya. Semoga seluruh relawan selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kekuatan untuk terus melayani masyarakat,” tuturnya.
Hal yang sama juga dirasakan Kamaluddin (61). Setelah menjalani operasi tumor pinggul 11 bulan lalu, ia tidak lagi mampu bekerja. Kondisi kesehatannya juga diperberat oleh penyakit asam lambung dan riwayat operasi kelenjar bening yang telah dijalaninya. Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan biaya pengobatan dari Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi penopang yang meringankan beban hidupnya. Ia mengenal Tzu Chi pertama kali dari baksos sembako, kini, Kamaluddin merasa jauh lebih sehat dan penuh rasa syukur atas pendampingan medis yang ia terima.
“Sejak menjalani operasi tumor, saya sudah tidak dapat bekerja sehingga bantuan dari Tzu Chi sangat meringankan beban saya. Hari ini saya mendapatkan konsultasi kesehatan yang sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi tubuh saya. Terima kasih untuk para relawan yang telah mendampingi, memberikan perhatian, dan membantu dengan penuh ketulusan. Saya sangat bersyukur atas semua kebaikan ini,” ucap Kamaluddin.
“Sejak menjalani operasi tumor, saya sudah tidak dapat bekerja sehingga bantuan dari Tzu Chi sangat meringankan beban saya. Hari ini saya mendapatkan konsultasi kesehatan yang sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi tubuh saya. Terima kasih untuk para relawan yang telah mendampingi, memberikan perhatian, dan membantu dengan penuh ketulusan. Saya sangat bersyukur atas semua kebaikan ini,” ucap Kamaluddin.
Sebagai penutup rangkaian acara, Budi Dharmawan selaku wakil korbid pengobatan He Qi Jati Medan, menyampaikan pesan cinta kasihnya dengan mengajak setiap keluarga penerima manfaat untuk menjadikan edukasi kesehatan ini, sebagai langkah awal membangun pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan keluarga merupakan fondasi utama bagi kesejahteraan, keberlangsungan pendidikan anak, dan masa depan yang lebih terang.
Melalui semangat kebersamaan ini, bantuan dan kepedulian yang disalurkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi diharapkan tidak hanya mengurangi penderitaan fisik dan batin masyarakat, tetapi juga melahirkan generasi anak asuh yang sehat, mandiri, serta berprestasi di masa depan.
Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan),
Editor : Nur Al Fajar Rumsari.
Melalui semangat kebersamaan ini, bantuan dan kepedulian yang disalurkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi diharapkan tidak hanya mengurangi penderitaan fisik dan batin masyarakat, tetapi juga melahirkan generasi anak asuh yang sehat, mandiri, serta berprestasi di masa depan.
Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan),
Editor : Nur Al Fajar Rumsari.