Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Hidup Berdampingan dan Melindungi Semua Makhluk dengan Cinta Kasih Agung

Sesungguhnya, sejak masa pandemi Covid-19 pada tahun 2019, sudah ada anak muda di Sri Lanka yang berpartisipasi dalam pembagian bantuan Tzu Chi. Hingga tahun 2023, tim pemerhati dari Singapura pergi ke Sri Lanka untuk membagikan seragam relawan kepada mereka,” kata Wu Xuan-yi, relawan Tzu Chi Singapura.

Saat menerima seragam relawan dari kita, mereka sangat terharu. Mereka juga sangat menghargai seragam-seragam ini. Seragam-seragam ini disumbangkan oleh para alumni Tzu Ching di Singapura, lalu dikirimkan ke Sri Lanka. Ini juga merupakan pewarisan cinta kasih,” pungkas Wu Xuan-yi.

Kita menggenggam waktu seminggu sekali untuk mengenang masa lalu di sini. Semua kisah itu sungguh tak ternilai. Bagaimana bisa kita menentukan nilainya? Di Tzu Chi, setiap cinta kasih tidak ternilai.
Buddha mengatakan bahwa kehidupan penuh dengan penderitaan. Saya terus memikirkan cara untuk melenyapkan kekhawatiran dan meringankan beban di dalam hati saya. Akan tetapi, kekhawatiran itu tetap tidak tersingkirkan. Karena itulah, saya merasa bahwa saya hanya bisa meminta orang-orang di seluruh dunia untuk mendoakan kedamaian dengan hati tertulus.
Saat semua orang berdoa untuk kedamaian, dunia akan damai pada momen itu juga. Namun, ini tidaklah mudah. Siapa yang bisa mendoakan kedamaian setiap waktu? Saat orang-orang berdoa demi kedamaian, itulah momen yang damai. Ini sungguh tidak mudah. Meski demikian, kita tetap harus berdoa. Apa pun keyakinan kita, kita harus bersama-sama berdoa demi kedamaian dengan hati yang tulus.
Mendengar kisah yang dibagikan setiap minggu, saya sungguh sangat tersentuh. Dari kisah-kisah itu bisa diketahui bahwa setiap orang berkesempatan untuk memperbaiki diri dan setiap orang bersedia bersumbangsih. Asalkan mengenal semangat Tzu Chi dan bersedia mendekatkan diri pada agama yang benar, pasti ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan menginspirasi orang-orang baik di dunia. Saya berharap kita dapat menciptakan kesempatan.
Kita harus memiliki keyakinan terhadap diri sendiri dan membina rasa tanggung jawab. Dengan adanya rasa tanggung jawab dan keyakinan terhadap diri sendiri, kita pasti bisa membawa perubahan. Jadi, mari kita menumbuhkan rasa tanggung jawab kita setiap hari. Suatu hari nanti, kita pasti akan melihat masyarakat yang harmonis. Saya selalu memberi tahu diri sendiri bahwa saya pasti akan melihatnya. Inilah harapan saya terhadap diri sendiri.
Apakah saya bisa melihatnya di kehidupan sekarang? Saya tidak tahu. Saya bilang “tidak tahu”, bukan “tidak mungkin”. “Tidak tahu” berarti masih menaruh harapan. Di kehidupan mendatang, mungkin masih ada jalinan jodoh dan kesempatan. Asalkan di kehidupan sekarang kita terus bersumbangsih, kekuatan cinta kasih ini pasti akan berlanjut hingga kehidupan mendatang.
Asalkan kekuatan cinta kasih ini terus berlanjut dari generasi ke generasi, suatu hari nanti, kita pasti akan meneruskannya lagi. Namun, sumbangsih kita di kehidupan sekarang tidak boleh terputus. Saya berkata demikian dengan sangat tulus. Misi kesehatan, pendidikan, dan budaya humanis tidak boleh kurang satu pun. Misi amal juga harus kita jalankan setiap hari.
Meski kekuatan manusia sangat kecil, kita tetap harus memotivasi diri sendiri dan percaya pada hukum sebab akibat. Kita memiliki benih sebab dan kondisi yang baik untuk terlahir di alam manusia dan berhimpun dengan begitu banyak orang yang bersedia menyatukan kekuatan.
Meski kekuatan kita hanya bagaikan semut kecil, tetapi di Tzu Chi, kita telah melakukan banyak hal bagi seluruh dunia.

Ada sekitar 500 murid yang telah lulus dari Sekolah Internasional El Menahil. Ada pula banyak murid yang bersedia untuk lebih memahami Tzu Chi. Istri saya, Nadya, selalu mendampingi mereka. Meski tidak mengenakan seragam relawan, mereka juga layak disebut sebagai anggota Tzu Ching. Mereka juga perlahan-lahan memahami filosofi Tzu Chi,” kata Faisal Hu, relawan Tzu Chi Turki.
Lihatlah, mereka telah melenyapkan kemelekatan. Umat agama Buddha, agama Islam, dan berbagai agama lainnya, semuanya bersatu untuk membantu orang-orang yang menderita di dunia.
Saya tidak pernah menginjakkan kaki di Turki. Orang-orang di sana bersatu dengan berpegang pada keyakinan mereka. Tanpa mereka yang bekerja sama dengan kita, kita tidak mungkin bisa menyalurkan bantuan ke Turki. Saya sangat bersyukur terdapat insan Tzu Chi di sana sehingga kita dapat membantu banyak orang yang kehilangan tempat tinggal.
Di berbagai negara, kita selalu bersumbangsih dengan cinta kasih yang tulus. Demi harapan masa depan anak-anak, kita membantu mereka mengenyam pendidikan tanpa membeda-bedakan agama. Kini, di seluruh dunia, mereka membantu mengembangkan agama mereka dan membantu orang-orang mengenyam pendidikan. Semua orang bekerja sama tanpa membeda-bedakan.
Saya sangat berharap orang-orang di seluruh dunia dapat berpegang pada prinsip seperti ini dan bersumbangsih bersama bagi orang-orang yang menderita. Ini sangatlah penting. Singkat kata, ingatlah untuk mengecilkan ego. Sungguh, setiap orang hendaknya menghargai dan mengakui sumbangsih orang lain. Dengan demikian, barulah kita benar-benar bisa menginspirasi orang-orang.

Kehidupan di Dunia Saha penuh dengan penderitaan
Berdoa demi ketenteraman dan kedamaian dunia
Antarumat beragama hidup berdampingan dengan cinta kasih agung
Dengan welas asih menyelamatkan dunia dan meneruskan jalinan jodoh

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 07 Agustus 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 09 Agustus 2026