Kegiatan di Wilayah Sumatera

Menanamkan Benih Kebaikan sejak dini

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai Kantor Tzu Chi Selatpanjang pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, yang sedang melaksanakan Kelas Budi Pekerti Perdana untuk membuka Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Pada tahun ajaran ini, sebanyak 18 murid dengan penuh semangat mendaftarkan diri dan hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan belajar moral dan karakter tersebut.
Pada pertemuan perdana ini, materi utama yang diangkat mengusung tema “Tiga Kata Penuh Makna”, yaitu terima kasih, maaf, dan tolong. Pembelajaran ini dirancang khusus untuk membiasakan anak-anak tutur kata yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman tiga kata ajaib tersebut, anak-anak diajak untuk menumbuhkan rasa syukur, membiasakan sikap rendah hati, serta saling menghargai satu sama lain. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk karakter anak yang berbakti kepada orang tua, menghormati guru, dan mengasihi sesama.
Selain pembekalan materi utama, anak-anak juga diajak untuk menyimak dan meresapi Kata Perenungan Master Cheng Yen. Pesan-pesan bijak tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar dapat menjadi pedoman moral bagi anak-anak dalam bersikap sehari-hari. Kemeriahan acara semakin terasa ketika 12 orang relawan remaja Tzu Shao tampil memperagakan Isyarat Tangan dengan mengiringi lagu bernuansa hangat, “Satu Keluarga”.
Marmimi memberi materi kepada murid kelas budi pekerti pada kelas pertemuan perdana. Materi utama yang diangkat mengusung tema "Tiga Kata Penuh Makna", yaitu terima kasih, maaf, dan tolong.
Murid-murid bersemangat dan berebut menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Marmimi.
Suyanti mengajari murid untuk membaca dan memahami makna dari Kata Perenungan Master Cheng Yen.
Marmimi, PIC Kelas Budi Pekerti, membagikan kesannya saat memasuki tahun keduanya dalam mendampingi kegiatan ini. Bagi beliau, mengajar di Kelas Budi Pekerti merupakan pengalaman yang sangat berharga dan penuh makna.

Melalui setiap pertemuan, saya tidak hanya belajar untuk membimbing anak-anak, tetapi juga belajar untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, penuh kasih, serta mampu memberikan teladan yang baik. Fokus utama penilaian, kami arahkan pada pembentuk karakter, kemandirian, serta keberanian anak-anak untuk tampil maju ke depan,” ungkap Marmimi.

Mengiringi langkah awal tahun ajaran baru ini, Marmimi juga menyampaikan rencana pengembangan Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Selatpanjang ke depan, di mana program ini tidak hanya berfokus pada jenjang kelas kecil saja, melainkan direncanakan dapat membuka kelas khusus yang diperuntukkan bagi anak-anak usia remaja. Ia berharap agar semua hal yang dipelajari di kelas, nantinya dapat menjadi bekal pedoman hidup bagi anak-anak kelak.
Roni mengajari murid membaca Kata Perenungan Mater Cheng Yen.
Roni, Wakil PIC Kelas Budi Pekerti yang telah aktif mendampingi kegiatan ini selama kurang lebih lima tahun, juga mengutarakan kebahagiaannya. Ia menuturkan bahwa perubahan positif pada anak-anak mulai terlihat nyata seiring berjalannya waktu. Ada siswa yang awalnya sangat pendiam, kini tumbuh menjadi lebih berani berbicara di depan kelas dan aktif mengutarakan pendapat. Beberapa orang tua murid pun menceritakan adanya perubahan perilaku anak-anak yang menjadi lebih baik saat di rumah.
“Saya berharap murid-murid yang dididik di kelas budi pekerti dapat terus mengalami perubahan baik yang membanggakan orang tua mereka. Kelak ketika dewasa, semoga mereka dapat aktif bersumbangsih dalam barisan Tzu Chi,” tutur Roni.

Jurnalis : Candera (Tzu Chi Selat Panjang),
Fotografer : Yani, Candera (Tzu Chi Selatpanjang),
Editor : Metta Wulandari.