Menghormati Guru dan Menjunjung Tinggi Ajaran Membentuk Pribadi yang Mulia
“Biasanya, ketika mengajak anak-anak membersihkan jalan dan pantai, mereka menemukan banyak puntung rokok. Kemudian, para siswa berpikir, ‘Apakah puntung rokok benar-benar hanya sampah?’ Akhirnya, mereka membongkar puntung rokok tersebut dan memisahkan berbagai komponennya. Ternyata, ada bagian yang masih dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan begitu, kita dapat memperpanjang usia benda. Ini benar-benar luar biasa,” kata Kepala SMA Tzu Chi Tainan, Yao Zhi-hua, membagikan laporan.
“Di SD Tzu Chi Tainan, kami menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Secara perlahan, kami mengajarkan kepada anak-anak bahwa aksi pelestarian lingkungan bukan berarti harus dilakukan dengan sempurna. Yang terpenting ialah memulainya dari hal-hal kecil. Dengan begitu, kita benar-benar dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan,” kata Yan Xiu-wen, Kepala Urusan Akademik SD Tzu Chi Tainan.
“Jadi, kami berharap di SD Tzu Chi Tainan ini, nilai yang disampaikan Master bahwa melindungi lingkungan adalah tanggung jawab setiap orang sekaligus sebuah misi, dapat tertanam dalam hati anak-anak. Dengan begitu, setiap anak dapat menjadi pejuang kecil yang turut menjaga lingkungan,” pungkas Yan Xiu-wen.
Baik dalam menjaga lingkungan, membangun hubungan antarmanusia, maupun menentukan arah yang kita tempuh dalam pendidikan, kita harus memiliki cinta kasih berkesadaran, yaitu membimbing para siswa agar menjadi orang baik. Orang baik adalah Bodhisattva. Orang baik adalah orang yang penuh kasih dan memiliki kebijaksanaan, bukan sekadar menjadi orang yang terlalu baik tanpa pertimbangan, melainkan menjadi orang baik yang memiliki kebijaksanaan.
Jadi, pendidikan kita harus mendidik anak-anak agar mereka menjadi orang baik di tengah masyarakat dan memiliki kebijaksanaan. Ketika para siswa memiliki kebijaksanaan, orang tua pun dapat ikut mengenal Tzu Chi. Ada orang tua yang sebelumnya tidak mengenal Tzu Chi, tetapi karena anak atau cucu mereka bersekolah di sekolah kita, akhirnya mereka mengenal Tzu Chi.
Jadi, pendidikan kita harus mendidik anak-anak agar mereka menjadi orang baik di tengah masyarakat dan memiliki kebijaksanaan. Ketika para siswa memiliki kebijaksanaan, orang tua pun dapat ikut mengenal Tzu Chi. Ada orang tua yang sebelumnya tidak mengenal Tzu Chi, tetapi karena anak atau cucu mereka bersekolah di sekolah kita, akhirnya mereka mengenal Tzu Chi.
Baik siswa maupun orang tua, kita harus memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengenal Tzu Chi dengan penuh cinta kasih. Setelah anak atau cucu mereka lulus, para orang tua ini akan tetap memiliki hubungan yang baik dengan pendidikan kita. Dengan demikian, dari generasi ke generasi, dari anak hingga cucu, pendidikan Tzu Chi akan terus berkembang dan berlanjut.
Saya sering berkata bahwa satu orang baik saja tidak cukup, bahkan banyak orang baik pun masih belum cukup. Kita membutuhkan seluruh umat manusia di dunia untuk bersama-sama memiliki arah yang sama. Dengan begitu, barulah kita dapat mewujudkan harapan pendidikan yang tulus dan ingin kita capai.
Pendidikan yang membawa harapan di tengah masyarakat harus menjadi sebuah teladan. Jadi, kita harus memiliki tekad. Bukan berarti hal tersebut tidak dapat dilakukan. Jika kita dapat menghadirkan sebuah teladan, maka dalam dunia pendidikan global, cukup dengan adanya satu teladan, semua orang dapat menjadikannya acuan.
Hendaknya kita melangkah dengan mantap. Jejak yang kita tinggalkan melalui pendidikan harus menjadi teladan bagi dunia pendidikan. Jadi, nilai-nilai budaya humanis juga harus digerakkan. Arah misi budaya humanis untuk menyucikan hati manusia. Tentu saja, misi amal, misi kesehatan, misi pendidikan, dan misi budaya humanis memiliki satu tujuan yang sama.
Saya selalu mengatakan bahwa pendidikan merupakan sebuah jalinan jodoh yang sangat penting. Selama lebih dari 30 tahun, kita terus membangun sistem pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam misi kesehatan, kita juga mendirikan akademi keperawatan dan universitas. Jadi, semua ini memiliki jalinan jodoh yang saling berkesinambungan. Perkembangan ini merupakan sebuah proses yang berlangsung seiring waktu. Hendaknya kita menggenggam waktu dengan baik.
Saya sering berkata bahwa satu orang baik saja tidak cukup, bahkan banyak orang baik pun masih belum cukup. Kita membutuhkan seluruh umat manusia di dunia untuk bersama-sama memiliki arah yang sama. Dengan begitu, barulah kita dapat mewujudkan harapan pendidikan yang tulus dan ingin kita capai.
Pendidikan yang membawa harapan di tengah masyarakat harus menjadi sebuah teladan. Jadi, kita harus memiliki tekad. Bukan berarti hal tersebut tidak dapat dilakukan. Jika kita dapat menghadirkan sebuah teladan, maka dalam dunia pendidikan global, cukup dengan adanya satu teladan, semua orang dapat menjadikannya acuan.
Hendaknya kita melangkah dengan mantap. Jejak yang kita tinggalkan melalui pendidikan harus menjadi teladan bagi dunia pendidikan. Jadi, nilai-nilai budaya humanis juga harus digerakkan. Arah misi budaya humanis untuk menyucikan hati manusia. Tentu saja, misi amal, misi kesehatan, misi pendidikan, dan misi budaya humanis memiliki satu tujuan yang sama.
Saya selalu mengatakan bahwa pendidikan merupakan sebuah jalinan jodoh yang sangat penting. Selama lebih dari 30 tahun, kita terus membangun sistem pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam misi kesehatan, kita juga mendirikan akademi keperawatan dan universitas. Jadi, semua ini memiliki jalinan jodoh yang saling berkesinambungan. Perkembangan ini merupakan sebuah proses yang berlangsung seiring waktu. Hendaknya kita menggenggam waktu dengan baik.
Dalam proses ini, kita harus melangkah dengan mantap. Pada akhirnya, di dunia ini, ketika kita memiliki hati yang tulus dan bertekad mendedikasikan diri pada misi, itulah yang disebut dengan benar, bajik, dan indah. Jika kita melakukannya, hasilnya pasti akan sangat indah. Di tengah masyarakat, selama kita memiliki hati yang tulus dan bertekad untuk melangkah dengan mantap, semua usaha dan misi tersebut dapat bersatu dan berjalan bersama.
Jika dalam misi Tzu Chi tidak ada para pengusaha yang mendukung saya, mungkin saya tidak akan bisa membangun misi-misi ini secepat sekarang. Berkat mereka, Empat Misi Tzu Chi dan Delapan Jejak Dharma dapat berdiri kokoh di tengah dunia. Jadi, agar misi dapat berkembang, kita membutuhkan dunia usaha. Namun, dunia usaha harus memiliki tekad untuk menjalankan kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, barulah kehidupan menjadi harmonis dan indah.
Jika hanya membangun perusahaan menjadi besar, tetapi tidak memiliki hati yang baik, sekalipun memiliki banyak uang, itu tidak ada hubungannya dengan saya. Namun, para orang kaya ini justru memiliki hubungan dengan saya. Bukan berarti mereka memberikan uangnya untuk saya, tetapi mereka dapat menggunakan kekayaan mereka untuk mengembangkan Empat Misi Tzu Chi. Dengan begitu, saya tidak perlu khawatir. Semua ini sungguh patut diapresiasi.
Bodhisattva sekalian, hendaknya kita bersungguh hati dalam misi kesehatan. Misi kesehatan membutuhkan insan-insan berbakat. Oleh karena itu, pendidikan sangatlah diperlukan. Kita harus memberikan pendidikan dan membimbing mereka untuk mempelajari hal-hal yang positif. Setelah memahaminya, mereka juga harus mampu menerapkannya secara nyata.
Jika dalam misi Tzu Chi tidak ada para pengusaha yang mendukung saya, mungkin saya tidak akan bisa membangun misi-misi ini secepat sekarang. Berkat mereka, Empat Misi Tzu Chi dan Delapan Jejak Dharma dapat berdiri kokoh di tengah dunia. Jadi, agar misi dapat berkembang, kita membutuhkan dunia usaha. Namun, dunia usaha harus memiliki tekad untuk menjalankan kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, barulah kehidupan menjadi harmonis dan indah.
Jika hanya membangun perusahaan menjadi besar, tetapi tidak memiliki hati yang baik, sekalipun memiliki banyak uang, itu tidak ada hubungannya dengan saya. Namun, para orang kaya ini justru memiliki hubungan dengan saya. Bukan berarti mereka memberikan uangnya untuk saya, tetapi mereka dapat menggunakan kekayaan mereka untuk mengembangkan Empat Misi Tzu Chi. Dengan begitu, saya tidak perlu khawatir. Semua ini sungguh patut diapresiasi.
Bodhisattva sekalian, hendaknya kita bersungguh hati dalam misi kesehatan. Misi kesehatan membutuhkan insan-insan berbakat. Oleh karena itu, pendidikan sangatlah diperlukan. Kita harus memberikan pendidikan dan membimbing mereka untuk mempelajari hal-hal yang positif. Setelah memahaminya, mereka juga harus mampu menerapkannya secara nyata.
Yang kita lihat ialah para pelajar. Mereka adalah siswa, jadi tugas mereka ialah belajar. Kita harus mendidik mereka agar berjalan ke arah yang benar dan memiliki tekad untuk membawa manfaat bagi masyarakat. Itulah yang disebut dengan menapaki Jalan Bodhisatwa. Kita ingin mereka dapat berjalan melalui pemandangan batin yang indah. Kita harus membangun lingkungan batin mereka dan menata lingkungan batin mereka dengan baik.
Ketika lingkungan batin telah terbentuk dengan baik, kelak ketika mereka dewasa dan terjun ke tengah masyarakat, mereka akan benar-benar membawa manfaat bagi dunia. Mereka dapat menanam pohon dan membentangkan jalan sehingga generasi berikutnya juga dapat menikmati jalan yang dinaungi pepohonan hijau. Inilah yang ingin kita capai melalui pendidikan.
Kita dapat melihat betapa baiknya karakter mereka. Bahkan, hanya dengan mata, kita dapat mendengar reputasi mereka yang baik. Jadi, saya sering mengatakan bahwa kita harus menggunakan mata untuk mendengar dan menggunakan telinga untuk melihat. Nama baik yang benar-benar terdengar dari orang lain adalah yang paling nyata.
Ketika orang-orang memuji bahwa pendidikan Tzu Chi sangat baik, cukup dengan mendengarnya, karena mereka percaya kepada Tzu Chi, mereka akan membayangkan bahwa di dalam hati mereka ada sebuah jalan yang dibangun oleh Tzu Chi. Jadi, ketika para siswa belajar di sini dan kelak mengatakan bahwa mereka adalah lulusan Sekolah Tzu Chi, hal ini juga akan meningkatkan keyakinan terhadap karakter dan nilai-nilai pendidikan yang mereka terima. Jadi, pendidikan sangatlah penting.
Saya berterima kasih kepada para kepala sekolah, guru, dan Bodhisatwa sekalian. Saya juga berterima kasih kepada para siswa. Para siswa juga adalah Bodhisattva. Mereka mudah dididik, sungguh-sungguh dalam belajar, dan menerima pendidikan dari para guru. Hendaknya para siswa menghormati guru. Menghormati guru dan menjunjung tinggi ajaran merupakan bagian dari karakter dan moral seorang siswa.
Ketika lingkungan batin telah terbentuk dengan baik, kelak ketika mereka dewasa dan terjun ke tengah masyarakat, mereka akan benar-benar membawa manfaat bagi dunia. Mereka dapat menanam pohon dan membentangkan jalan sehingga generasi berikutnya juga dapat menikmati jalan yang dinaungi pepohonan hijau. Inilah yang ingin kita capai melalui pendidikan.
Kita dapat melihat betapa baiknya karakter mereka. Bahkan, hanya dengan mata, kita dapat mendengar reputasi mereka yang baik. Jadi, saya sering mengatakan bahwa kita harus menggunakan mata untuk mendengar dan menggunakan telinga untuk melihat. Nama baik yang benar-benar terdengar dari orang lain adalah yang paling nyata.
Ketika orang-orang memuji bahwa pendidikan Tzu Chi sangat baik, cukup dengan mendengarnya, karena mereka percaya kepada Tzu Chi, mereka akan membayangkan bahwa di dalam hati mereka ada sebuah jalan yang dibangun oleh Tzu Chi. Jadi, ketika para siswa belajar di sini dan kelak mengatakan bahwa mereka adalah lulusan Sekolah Tzu Chi, hal ini juga akan meningkatkan keyakinan terhadap karakter dan nilai-nilai pendidikan yang mereka terima. Jadi, pendidikan sangatlah penting.
Saya berterima kasih kepada para kepala sekolah, guru, dan Bodhisatwa sekalian. Saya juga berterima kasih kepada para siswa. Para siswa juga adalah Bodhisattva. Mereka mudah dididik, sungguh-sungguh dalam belajar, dan menerima pendidikan dari para guru. Hendaknya para siswa menghormati guru. Menghormati guru dan menjunjung tinggi ajaran merupakan bagian dari karakter dan moral seorang siswa.
Pendidikan penuh welas asih dan kebijaksanaan akan menjadi teladan
Ketulusan menghimpun kekuatan untuk bersama-sama mempraktikkan kebajikan
Membawa manfaat bagi masyarakat dan berjalan di arah yang benar
Menghormati guru dan menjunjung tinggi ajaran membentuk pribadi yang mulia
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 22 Agustus 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 24 Agustus 2026