Membina Karakter yang Baik dan Mempraktikkan Kebajikan
“Dokter memang harus berinteraksi dengan orang-orang. Kami bisa mulai lebih awal untuk memahami orang-orang dari profesi dan lingkungan hidup yang berbeda-beda serta kebutuhan mereka,” kata Yang Jun-lin, mahasiswa kedokteran Universitas Tzu Chi.
“Sebelumnya, kami hanya melihat bagaimana keputusan medis diambil. Namun, lewat kunjungan kasih, kami bisa melihat bagaimana keputusan medis yang diambil sebelumnya membawa dampak bagi satu keluarga,” kata Zhang Yu-ting, mahasiswa kedokteran Universitas Tzu Chi.
Saya sungguh sangat bersyukur atas perpaduan pelayanan medis dan pendidikan. Para mahasiswa kedokteran yang dibina oleh badan misi pendidikan kita sungguh penuh dengan cinta kasih.
“Dalam kunjungan kasih, saya menyadari para Silent Mentor sungguh kaya akan cinta kasih agung dan telah menolong banyak orang. Saya merasa selain pengetahuan anatomi, saya juga dapat mempelajari semangat mereka dan mewariskan cinta kasih agung mereka.” kata Yang Shu-xiang, Mahasiswa kedokteran Universitas Tzu Chi.
“Kami menganggap para Silent Mentor sebagai guru pertama yang paling berharga dalam perjalanan kami di bidang medis. Setiap sayatan di tubuh mereka mengingatkan kami untuk lebih bersungguh hati belajar di masa mendatang,” kata Lin Zhuo-xuan, mahasiswa pascasarjana Pengobatan Tradisional Tiongkok.
Buddha mengajarkan tentang Bodhisattva. Bodhisattva berarti makhluk dengan cinta kasih berkesadaran. Pendidikan kita juga mengajarkan cinta kasih berkesadaran. Saat masih diliputi ketidaktahuan, orang-orang menerima pendidikan hingga tahu untuk membina karakter yang baik. Dalam pendidikan kita, selain mengajarkan aturan hidup di tengah masyarakat, kita juga membimbing murid-murid untuk membina karakter yang baik. Jadi, pendidikan sangatlah penting.
Universitas Tzu Chi telah dijalankan dengan baik di wilayah timur Taiwan. Pada masa itu, kita memiliki jalinan jodoh untuk membangun misi pendidikan. Setelah kita mendirikan Sekolah Tinggi Kedokteran Tzu Chi, banyak kaum muda yang datang ke Hualien untuk belajar. Setelah lulus, banyak juga yang bekerja dan berkeluarga di sini.
Setelah bekerja dan berkeluarga di sini, tentu mereka akan memiliki anak. Karena itu, kita segera mendirikan sekolah dasar dan menengah di Universitas Tzu Chi. Singkat kata, niat kita sangatlah sederhana. Kita hanya ingin bersumbangsih bagi masyarakat. Terhadap murid-murid kita, kita hanya berharap mereka memiliki karakter yang baik. Kita harus membina murid-murid kita agar memiliki budi pekerti dan integritas. Inilah yang terpenting bagi kita.
Mari kita menjalankan Empat Misi Tzu Chi di Hualien dengan kesatuan hati. Kita harus bekerja sama dan bersatu hati. Kita bersatu hati untuk mempraktikkan kebajikan. Kita menapaki Jalan Bodhisattva untuk mempraktikkan kebajikan. Inilah yang disebut Bodhisattva atau makhluk dengan cinta kasih berkesadaran. Untuk tersadarkan atau tercerahkan, kita harus belajar. Bodhisattva juga disebut makhluk berkesadaran.
Di era sekarang, dibutuhkan tradisi belajar yang baik. Saat ini, kita harus membangun tradisi belajar yang dapat membimbing batin orang-orang. Sebagian orang merasa batin mereka sangat hampa dan kita harus membimbing mereka agar merasa lebih berisi dan mantap. Demikianlah kondisi kehidupan di dunia ini.
Kita hendaknya membangun tradisi bagi dunia ini untuk membimbing orang-orang ke arah yang bajik. Singkat kata, kita harus membimbing orang-orang untuk mempelajari dan menapaki jalan yang benar. Kita belajar untuk tersadarkan. Jika kita bersungguh hati menapaki Jalan Bodhisattva di antara “belajar” dan “sadar” ini, saya yakin kita bisa membangun tradisi belajar yang sangat baik. Hendaklah kalian bersungguh hati merenungkan beberapa kata ini.
Kita hendaknya membangun tradisi bagi dunia ini untuk membimbing orang-orang ke arah yang bajik. Singkat kata, kita harus membimbing orang-orang untuk mempelajari dan menapaki jalan yang benar. Kita belajar untuk tersadarkan. Jika kita bersungguh hati menapaki Jalan Bodhisattva di antara “belajar” dan “sadar” ini, saya yakin kita bisa membangun tradisi belajar yang sangat baik. Hendaklah kalian bersungguh hati merenungkan beberapa kata ini.
Saya membangun Tzu Chi dengan penuh tekad dan ikrar. Saya tidak bisa menjadi guru, juga tidak bisa memberikan pelajaran di sekolah, tetapi saya memiliki tekad dan ikrar. Karena itulah, saya membangun Empat Misi Tzu Chi. Demi orang-orang yang kekurangan dan menderita, saya membuka pintu amal. Berhubung misi amal membutuhkan banyak tenaga, kita pun membangun misi pendidikan. Jadi, demi membina banyak insan berbakat, kita pun mengadakan misi pendidikan.
Terkadang, saya merasa bahwa semua kerja keras kita sungguh tidak sia-sia. Hendaklah kita mewariskan Empat Misi Tzu Chi dari generasi ke generasi. Baik misi amal, kesehatan, pendidikan, maupun budaya humanis, semuanya harus kita pelajari. Misi pendidikan kita bertanggung jawab untuk membina insan berbakat yang bermanfaat bagi dunia. Intinya, misi pendidikan kita hendaknya dijalankan dengan kesungguhan hati. Demikianlah kita mengembangkan nilai kehidupan di dunia.
Membangun tradisi belajar dan membina karakter yang baik
Makhluk berkesadaran mengembangkan cinta kasih dan welas asih
Empat Misi Tzu Chi bersatu hati mempraktikkan kebajikan
Menginspirasi lebih banyak orang untuk membawa manfaat bagi dunia
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 17 September 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 19 September 2026