Klinik gigi gratis memperluas jangkauan ke komunitas-komunitas di Tijuana, Mexico.
Demi meningkatkan kesehatan mulut masyarakat yang rentan, Yayasan Tzu Chi kembali menjalin kerja sama dengan Sekretariat Kesehatan Baja California untuk menyelenggarakan layanan kesehatan gigi gratis berskala besar di Tijuana, Meksiko. Acara yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 24 April hingga 1 Mei 2026 ini, melibatkan tenaga medis dari Amerika Serikat, Meksiko, dan Taiwan. Melanjutkan keberhasilan kolaborasi pertama mereka pada bulan Juli 2025, tim ini telah memperluas cakupan layanan dengan tujuan menyediakan perawatan gigi khusus yang mudah diakses bagi mereka yang membutuhkan.
Perawatan komprehensif untuk kebutuhan khusus
Klinik ini sangat berfokus menjangkau kelompok masyarakat yang terpinggirkan, dengan memperluas cakupan layanan hingga mencakup dua sekolah luar biasa dan sebuah tempat penampungan setempat. Dengan perkiraan jumlah pasien lebih dari seratus orang, tim medis siap memberikan beragam layanan, mulai dari perawatan preventif hingga prosedur medis yang kompleks.
“Tahun ini, kami bermitra dengan Yayasan Tzu Chi untuk menyelenggarakan klinik gigi gratis berskala besar yang kedua, mulai tanggal 24 April. Kami bekerja sama secara khusus dengan sekolah luar biasa untuk melayani anak-anak, serta menyediakan layanan medis komprehensif bagi pasien berkebutuhan khusus, termasuk bedah mulut, perawatan periodontik, dan tindakan preventif. Kami juga telah menambah lokasi layanan baru yang mencakup dua sekolah dan sebuah tempat penampungan, dengan target melayani lebih dari seratus pasien, ” kata Czinda Rodriguez, Direktur Kedokteran Gigi di Sekretariat Kesehatan Baja California.
Mengutamakan keselamatan pasien
Memberikan layanan medis kepada individu dengan riwayat kesehatan yang kompleks memerlukan persiapan yang cermat. Sebelum tindakan medis apa pun dimulai, tim medis menyusun rekam medis yang komprehensif untuk setiap pasien. Selama tahap pra-evaluasi ini, staf medis mencatat tanda-tanda vital seperti kadar gula darah, tekanan darah, dan saturasi oksigen.
“Kami terus memantau kondisi para pasien secara berkelanjutan. Dinas kesehatan juga telah memberikan dukungan perawatan lanjutan, termasuk pembersihan karang gigi, pencabutan, penambalan, dan perawatan saluran akar. Selain itu, kami mendapatkan dukungan dari dokter gigi anak, dan kini seorang dokter spesialis perawatan saluran akar (endodontis) telah bergabung dengan tim kami. Mereka semua memberikan layanan kedokteran gigi yang profesional bagi para pasien kami,” kata Patricia, Dokter Gigi di Kampus Tzu Chi Tijuana.
Banyak pasien yang dijadwalkan untuk mengunjungi klinik ini memiliki kondisi kronis seperti diabetes, hipertensi, dan epilepsi. Tim sangat mengutamakan pemahaman terhadap riwayat pengobatan setiap individu demi menjamin lingkungan perawatan yang aman. Bagi pasien dengan keterbatasan mobilitas, para sukarelawan mengatur transportasi dan merancang rute medis yang mudah diakses. Mereka juga melakukan kunjungan ke rumah serta memberikan tindak lanjut berupa pengingat, guna memastikan bahwa hambatan fisik tidak menghalangi siapa pun untuk mendapatkan perawatan.
Memberdayakan masyarakat
Terwujudnya klinik ini bergantung pada upaya kolaboratif yang melibatkan pihak-pihak di luar tenaga medis profesional. Para siswa dan guru dari Hope Classroom setempat turut berpartisipasi aktif dalam penyiapan logistik, dengan mengambil peran dalam merakit kursi gigi portabel.
“Hari ini, saya dan teman-teman sekelas merakit kursi gigi yang akan digunakan selama acara berlangsung dari tanggal 24 April hingga 1 Mei. Saya senang merakit kursi-kursi ini karena pemasangannya mudah, sehingga lebih praktis bagi penggunanya. Namun, kami harus berhati-hati saat merakitnya karena ada kemungkinan sekrup terjatuh atau jari terjepit di bagian bawah kursi. Harap berhati-hati saat menggunakan kursi perawatan ini. Posisi kursi perlu disesuaikan dengan cara menggesernya ke depan atau ke belakang untuk mengatur ketinggian sandaran punggung. Selain itu, posisi kursi juga bisa diatur lebih jauh ke depan atau ke belakang,” kata Alison, siswa Kelas Hope.
Memulihkan kesehatan dan martabat
Bagi banyak orang yang menghadapi kesulitan ekonomi, perawatan gigi merupakan kemewahan yang tak terjangkau. Klinik ini menjadi penopang vital bagi keluarga-keluarga yang terpaksa menunda atau bahkan tidak menjalani perawatan medis yang mereka butuhkan.
“Karena kesulitan keuangan, kami sudah lama tidak mampu membiayai perawatan gigi. Klinik gratis ini memungkinkan saya dan anak saya untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh serta perawatan lanjutan. Dalam pemeriksaan ini, mereka memeriksa gigi saya dan gigi Ivá untuk menentukan tindakan yang diperlukan serta akan memantau seluruh prosesnya. Saya sangat berterima kasih kepada Tzu Chi.” kata Ángeles Grijalva González, Ibu dari pasien Mario Ivá.
Upaya penjangkauan ini juga mencakup sebuah tempat penampungan lokal bagi penyandang disabilitas, menjangkau orang-orang seperti Jaime, yang hidupnya sangat terdampak oleh penyakit kronis.
“Saya berada di sini karena kaki saya diamputasi akibat diabetes dan infeksi. Gigi saya sudah tidak ada, dan kini ada orang-orang yang datang membantu menangani masalah gigi saya. Mereka sangat baik hati karena telah datang menemui saya; ada banyak orang di sini yang membutuhkan bantuan. Saya sangat senang mereka datang untuk membantu kami.” kata Jaime, penghuni tempat penampungan.
Dengan memadukan keahlian berbagai spesialis gigi dan bekerja sama erat dengan otoritas kesehatan setempat, klinik gigi ini menangani kebutuhan medis mendesak sekaligus meletakkan dasar bagi pendekatan kesehatan masyarakat yang lebih berkelanjutan.
Sumber : https://global.tzuchi.org/free-dental-clinic-expands-to-reach-tijuana-communities,
Jurnalis : Mandy Lo (駱淑麗),
Fotografer : Mandy Lo (駱淑麗), Jessica Su (蘇美娟),
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh : Sik Pin.