Pelatihan Relawan Abu Putih Tzu Chi Batam: Belajar, Memahami, dan Mewariskan Dharma
Minggu, 27 September 2026, Tzu Chi Batam mengadakan Pelatihan Relawan Abu Putih ke-5 tahun 2026 dengan tema “Melindungi Tekad dengan Tulus dan Mewariskan Silsilah Dharma.” Pelatihan yang berlangsung selama setengah hari ini dikemas secara berbeda dari kegiatan sebelumnya. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak belajar melalui praktik langsung Budaya Humanis Tzu Chi.
Pada sesi materi Budaya Humanis, relawan belajar tentang tata krama di ruang tidur dan tata krama makan. Setelah mendapatkan penjelasan dari pemateri, setiap peserta mendapat kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung. Pemateri kemudian memberikan pendampingan dan koreksi agar setiap tata krama Budaya Humanis Tzu Chi dapat dilakukan dengan benar.
Pada sesi materi Budaya Humanis, relawan belajar tentang tata krama di ruang tidur dan tata krama makan. Setelah mendapatkan penjelasan dari pemateri, setiap peserta mendapat kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung. Pemateri kemudian memberikan pendampingan dan koreksi agar setiap tata krama Budaya Humanis Tzu Chi dapat dilakukan dengan benar.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami bahwa Budaya Humanis Tzu Chi dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kerapian, keindahan, dan perhatian dalam setiap tindakan menjadi bagian dari proses melatih diri.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemahaman filosofi setiap sudut bangunan Aula Jing Si yang membabarkan Dharma Tanpa Suara. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk lebih mengenal dan memahami Aula Jing Si.
Gedung Aula Jing Si tidak hanya menjadi tempat berkegiatan para relawan, tetapi juga menyimpan banyak makna dan jejak perjalanan Tzu Chi. Aula Jing Si diibaratkan sebagai sebuah universitas kehidupan, tempat masyarakat maupun relawan Tzu Chi dapat belajar, mengikuti kegiatan sosial dan pendidikan, serta melatih diri untuk terus menumbuhkan kebijaksanaan. Karena itu, Master Cheng Yen menyebut Aula Jing Si sebagai Benteng Jiwa Kebijaksanaan (慧命的堡壘).
Untuk memperdalam pemahaman tentang filosofi Gedung Aula Jing Si, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan panduan dan tugas untuk mempelajari berbagai sudut bangunan Aula Jing Si. Setelah membaca dan berdiskusi, mereka kemudian menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari kepada peserta lainnya.
Para Shi Xiong-Shi Jie terlihat bersungguh hati memahami setiap materi sebelum menyampaikannya. Perjalanan dimulai dari lantai lima, kemudian berlanjut ke setiap lantai hingga lantai bawah. Peserta mengenal berbagai sudut Aula Jing Si, mulai dari Auditorium Pembabaran Sutra, makna Rupang Buddha, kursi teratai, Sutra Makna Tanpa Batas, ukiran makhluk surgawi, hingga Griya Jing Si dan gubuk kecil yang menggambarkan jejak awal perjalanan Tzu Chi.
Jika terdapat penjelasan yang masih belum lengkap, pemateri maupun relawan senior memberikan penjelasan tambahan. Dengan demikian, proses belajar berlangsung bersama-sama, mulai dari melihat, membaca, memahami, hingga berani menyampaikan kembali.
Jika terdapat penjelasan yang masih belum lengkap, pemateri maupun relawan senior memberikan penjelasan tambahan. Dengan demikian, proses belajar berlangsung bersama-sama, mulai dari melihat, membaca, memahami, hingga berani menyampaikan kembali.
Bagi beberapa peserta, tur Aula Jing Si ini menjadi pengalaman baru yang sangat berkesan. Ada peserta yang sebelumnya belum pernah mengikuti tur dan belum mengetahui bahwa setiap sudut Aula Jing Si memiliki makna serta filosofi kehidupan yang mendalam. Setelah mengikuti kegiatan ini, para relawan merasa semakin mengenal Aula Jing Si, bukan hanya sebagai sebuah bangunan, tetapi juga sebagai tempat yang menyimpan nilai-nilai, sejarah, dan semangat untuk melatih diri.
Chyntia dan Lina juga merasakan manfaat dari metode pelatihan relawan kali ini. Jika sebelumnya materi lebih banyak diterima melalui kegiatan mendengarkan dan praktik langsung, mereka merasa dapat memahami materi dengan lebih mendalam sekaligus mengetahui cara menerapkannya dalam berkegiatan di Tzu Chi.
Bagi panitia pelatihan, pemahaman yang diperoleh pada hari itu diharapkan tidak berhenti pada diri peserta. Ketika kelak ada Shi Xiong-Shi Jie maupun relawan baru yang ingin mengenal Aula Jing Si, para peserta diharapkan dapat mengajak mereka berkeliling dan menjelaskan makna yang terkandung di setiap sudut bangunan Aula Jing Si.
Bagi panitia pelatihan, pemahaman yang diperoleh pada hari itu diharapkan tidak berhenti pada diri peserta. Ketika kelak ada Shi Xiong-Shi Jie maupun relawan baru yang ingin mengenal Aula Jing Si, para peserta diharapkan dapat mengajak mereka berkeliling dan menjelaskan makna yang terkandung di setiap sudut bangunan Aula Jing Si.
Melalui proses belajar, memahami, kemudian membagikan kembali, nilai-nilai yang diwariskan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Dari satu relawan kepada relawan lainnya, jejak langkah cinta kasih dapat terus diwariskan.
Sejalan dengan tema pelatihan kali ini, “Melindungi Tekad dengan Tulus dan Mewariskan Silsilah Dharma”, setiap pemahaman yang diperoleh menjadi bekal untuk menjaga tekad awal sekaligus meneruskan semangat Tzu Chi kepada lebih banyak orang.
Jurnalis : Rahmat Hartato (Tzu Chi Batam),
Fotografer : Agus Lee (Tzu Chi Batam), Wiriya (Tzu Ching Batam),
Editor : Anand Yahya.
Jurnalis : Rahmat Hartato (Tzu Chi Batam),
Fotografer : Agus Lee (Tzu Chi Batam), Wiriya (Tzu Ching Batam),
Editor : Anand Yahya.