Menghimpun Jalinan Jodoh Berkah dengan Tetes demi Tetes Kebajikan
“Saat mulai mencari Toko Cinta Kasih, kami terlebih dahulu menghubungi pemilik toko. Setelah mendapatkan persetujuan mereka, kami datang bertiga atau berempat untuk menyerahkan celengan bambu secara resmi. Selanjutnya, berhubung Tzu Chi telah memasuki usia 60 tahun, kami bersyukur atas hadirnya buku ‘60 Tahun Perjalanan Praktik dan Ikrar’ yang kami berikan kepada para pemilik toko agar mereka dapat lebih memahami sejarah Tzu Chi,” kata Hoe Lee Meng, relawan Tzu Chi.
“Saya ingin menumbuhkan rasa welas asih dalam diri anak-anak dan membuat mereka memahami konsep penggunaan uang. Uang dalam jumlah kecil pun dapat membantu orang lain. Anak-anak zaman sekarang mungkin belum sepenuhnya memahami nilai uang. Jadi, saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin jodoh baik dengan mereka,” kata Khaw Lee Wah, warga.
“Berbuat baik tidak mengenal waktu. Kita bisa melakukannya kapan saja,” kata Loi Kong Fatt, warga.
Pada awal berdirinya Tzu Chi, kami mendatangi pasar tradisional untuk mengajak warga masyarakat menyisihkan 50 sen dari kehidupan sehari-hari. Saya selalu berkata bahwa 50 sen bukan berarti menyumbangkan 15 dolar NT dalam sebulan dan niat baik hanya muncul sekali dalam sebulan. Saya ingin setiap orang menyisihkan 50 sen setiap hari agar dapat terus membangkitkan cinta kasih.
Belakangan ini, kita kembali menggerakkan Toko Cinta Kasih. Toko Cinta Kasih tidak harus berukuran besar. Bahkan, pedagang yang hanya memiliki lapak kecil pun dapat memiliki hati yang penuh cinta kasih. Tidak hanya pemilik toko atau pedagang kaki lima, para pembeli pun dapat ikut berbuat baik.
Banyak orang sudah mengenal Tzu Chi, tetapi belum memiliki jalinan jodoh untuk terlibat langsung. Ketika melihat celengan bambu Tzu Chi ada di sebuah toko, mereka akan berpikir, “Saya juga bisa ikut berpartisipasi.” Begitulah cara kita menghimpun jalinan jodoh.
Jalinan jodoh harus terus dihimpun agar benih cinta kasih dapat ditanamkan di hati setiap orang. Ada orang yang mungkin sudah pernah mendengar tentang Tzu Chi, tetapi belum memiliki jalinan jodoh untuk berdana. Berapa pun jumlah uangnya, selama ada jalinan jodoh, setiap orang dapat berpartisipasi.
Banyak orang sudah mengenal Tzu Chi, tetapi belum memiliki jalinan jodoh untuk berdana secara langsung. Kini, melalui Toko Cinta Kasih, mereka akan merasa senang ketika melihat celengan bambu dan bersedia memasukkan koin ke dalamnya. Ketika seseorang memiliki niat ini, itu tandanya dia memiliki berkah yang berlebih. Mereka memiliki kemampuan lebih. Inilah bagian dari kehidupan.
Dahulu, orang bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup. Orang dahulu selalu berkata, “Demi kebutuhan hidup, saya harus bekerja keras.” Jadi, saat ini, kehidupan mereka pun telah berkecukupan. Namun, ketika kehidupan sudah berkecukupan, justru makin perlu dibangkitkan cinta kasihnya.
Ada orang yang berkecukupan, tetapi merasa berat hati untuk menyumbangkan uang dalam jumlah besar. Jika menyumbangkan sedikit uang, mereka merasa jumlahnya terlihat tidak berarti. Melalui Toko Cinta Kasih, mereka dapat memasukkan uang ke dalam celengan bambu.
Ketika membeli barang di toko, uang kembalian yang seharusnya diterima dapat dimasukkan ke dalam celengan bambu. Tanpa perlu menyebutkan nama, berapa pun jumlah uangnya dapat dimasukkan ke sana. Setiap celengan bambu pun diberi nomor. Dengan begitu, kita dapat mengetahui dari toko mana celengan tersebut dikumpulkan.
Setelah dibuka dan isinya dihitung, celengan kosong dikembalikan ke toko semula karena nomornya sudah tercatat. Toko tersebut pun dapat terus menjadi tempat yang dipenuhi berkah. Ketika pemilik toko bersedia menyediakan tempat bagi celengan bambu, ini menunjukkan kelapangan hati mereka. Mereka bersedia memberikan kesempatan agar semua orang dapat berbuat baik.
Setelah dibuka dan isinya dihitung, celengan kosong dikembalikan ke toko semula karena nomornya sudah tercatat. Toko tersebut pun dapat terus menjadi tempat yang dipenuhi berkah. Ketika pemilik toko bersedia menyediakan tempat bagi celengan bambu, ini menunjukkan kelapangan hati mereka. Mereka bersedia memberikan kesempatan agar semua orang dapat berbuat baik.
Para pembeli yang sebelumnya hanya pernah mendengar tentang Tzu Chi, tetapi belum memiliki jalinan jodoh untuk berkontribusi, kini dapat berdana dengan mudah setelah melihat dan mengetahui keberadaan celengan bambu. Inilah yang disebut dengan “Toko Cinta Kasih”.
Saya berharap bahwa Toko Cinta Kasih juga dapat menjadi donatur Tzu Chi. Para pemilik toko juga dapat mengajak para pelanggan untuk turut menjadi donatur Tzu Chi. Dengan begitu, kita terus menghimpun jalinan jodoh.
Dalam menghimpun jalinan jodoh, diperlukan ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan dari insan Tzu Chi. Ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan merupakan jiwa Tzu Chi. Jiwa Tzu Chi yang dimaksud ialah semangat dan prinsip yang menjadi landasan kita. Jiwa berarti semangat.
Orang-orang unggul yang kita maksud ialah mereka yang memiliki kemampuan berpikir yang baik. Lalu, seperti apakah kemampuan berpikir yang baik itu? Mereka yang memiliki semangat yang tinggi, tanggap dalam bertindak, dan mampu berpikir dengan benar. Jadi, Tzu Chi hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk membantu orang yang kurang mampu, melainkan juga untuk membimbing orang yang berkecukupan untuk turut membantu mereka yang membutuhkan.
Kita memanfaatkan jalinan jodoh untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Setiap orang tentu memiliki kelebihan, tetapi pasti juga memiliki kekurangan. Ada orang yang sangat berkecukupan merasa bahwa menyumbangkan sedikit uang akan terlihat kurang pantas sehingga lebih baik tidak menyumbang. Sama prinsipnya dengan ini.
Kita perlu mendekati mereka melalui jalinan jodoh. Dengan jalinan jodoh tersebut, kita dapat membangkitkan cinta kasih mereka tanpa memandang besar atau kecilnya sumbangan. Sebuah tangki besar berisi air tidak akan lengkap tanpa air yang dituangkan sedikit demi sedikit dengan gelas.
Kita perlu mendekati mereka melalui jalinan jodoh. Dengan jalinan jodoh tersebut, kita dapat membangkitkan cinta kasih mereka tanpa memandang besar atau kecilnya sumbangan. Sebuah tangki besar berisi air tidak akan lengkap tanpa air yang dituangkan sedikit demi sedikit dengan gelas.
Belakangan ini, saya sering menyampaikan bahwa setetes air pun dapat membasahi bumi. Coba kita perhatikan, air berasal dari hujan dan air hujan berasal dari uap air yang naik dari permukaan bumi. Inilah sebuah siklus.
Ketika permukaan bumi lembap dan terkena sinar matahari, uap air akan naik. Setelah terkumpul, uap air itu akan membentuk awan. Ketika awan terbentuk, hujan pun turun. Inilah siklus alami bumi. Jadi, saya sangat berharap kepada kalian semua.
Dharma telah memenuhi hati kalian. Setiap ajaran yang saya sampaikan telah kalian serap sedikit demi sedikit. Jalan yang dibentangkan sedikit demi sedikit akan terbentang jauh. Perjalanan seribu atau bahkan sepuluh ribu mil pun selalu dimulai dari langkah-langkah kecil.
Membangkitkan niat baik melalui celengan bambu
Toko Cinta Kasih dipenuhi berkah yang melimpah
Membimbing mereka yang berkecukupan untuk membantu mereka yang membutuhkan
Membentangkan jalan sedikit demi sedikit dan mewariskannya
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 13 Oktober 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 15 Oktober 2026