Kegiatan di Sumatera Utara

Menghidupkan Nilai Budaya Humanis di Lingkungan Sekolah Dasar

“Dalam belajar, kita membutuhkan kepolosan hati seorang anak, ketangguhan seekor unta, serta keberanian dan ketangkasan seekor singa.”
– Kata Perenungan Master Cheng Yen –
Relawan Tzu Chi Sinar Mas komunitas Xie Li Sumatera Utara Selatan kembali menggelar Lomba Budaya Humanis pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, di Sport Centre LPYE, Desa Hutabaru Nangka, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara.
Perlombaan ini diikuti oleh 20 siswa dari tiga sekolah dasar, yaitu SDN 100880 Hutabaru Nangka, SDN 24 Perkebunan Normark, dan SDN 101800 Ujung Batu Jae. Ketiga sekolah tersebut berada tidak jauh dari Unit Paya Baung Estate (PBNE), Langgapayung Estate (LPYE), dan Normark Estate (NRME).
Acara tersebut menghadirkan tiga kategori perlombaan, yakni lomba cepat tepat, bercerita, dan menggambar. Setiap lomba diikuti oleh tujuh peserta yang menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan semangat untuk memberikan penampilan terbaik. Para peserta yang mengikuti acara ini, sebelumnya sudah diseleksi di tingkat unit untuk kemudian mewakili unit masing-masing pada perlombaan di tingkat Xie Li.
Setelah itu, para peserta melalui rangkaian perlombaan dengan persaingan yang sangat ketat. Dari kegiatan ini, nantinya akan terpilih tiga peserta terbaik dari setiap kategori yang akan melanjutkan perjuangan ke tingkat Hu Ai atau PSM 1.
Dengan semangat dan antusiasme yang terlihat dari para wajah peserta, mereka aktif mengikuti setiap tantangan yang diberikan. Suasana dalam kegiatan tersebut semakin menegangkan, hal itu dirasakan para relawan Tzu Chi serta guru pendamping yang dengan setia memberikan dukungan kepada anak-anak selama perlombaan berlangsung.
Dengan penuh semangat, para peserta tampak fokus memperhatikan pertanyaan yang akan diajukan dalam kategoran lomba cepat tepat.
Para relawan Tzu Chi menyambut kedatangan para peserta lomba dengan penuh kehangatan.
Peserta lomba menggambar terlihat fokus dan teliti saat mewarnai karya yang dibuatnya dengan penuh kreativitas.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta untuk melatih keberanian, membangun rasa percaya diri, serta belajar berkompetisi secara sehat. Albeto P. Damanik, relawan dari Unit Paya Baung Estate (PBNE) menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan bakatnya. Tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa humanis dalam kehidupan sehari-hari melalui pengenalan dan penerapan 108 Kata Perenungan Master Cheng Yen.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya berkembang dalam kemampuan akademis dan kreativitas, tetapi juga memiliki karakter yang baik, kepedulian terhadap sesama, serta mampu menerapkan nilai-nilai humanis dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Albeto P. Damanik.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SDN 100880 Hutabaru Nangka, Meilinda Harahap, yang menyambut hangat Perlombaan Budaya Humanis ini.  “Kami sanagat memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan relawan Tzu Chi ini, harapannya tidak hanya berhenti di sini, tetapi kegiatan tersebut bisa terus berlanjut,” tutur Meilinda Harapan.
Ia juga menyampaikan harapan untuk para siswa dan siswi yang hadir pada hari itu bukan sekedar ikut kegiatan lomba, melainkan juga dapat memahami ajaran dari Kata Perenungan Master Cheng Yen.
Setelah melalui proses penilaian, terpilihlah para peserta yang berhasil meraih prestasi di masing-masing kategori. Pada lomba menggambar, Aulia Humaira meraih juara pertama, disusul Habil Algifri sebagai juara kedua dan Eka Kamesyah sebagai juara ketiga.
Salah satu peserta lomba bercerita tengah memaparkan ceritanya yang terinspirasi dari Kata Perenungan Master Cheng Yen.
Relawan menyerahkan penghargaan untuk peserta terbaik dari kategori Lomba Bercerita.
Di dalam kategori cepat tepat, juara pertama di raih oleh Marsenika Purba berhasil, lalu Naufal Al Arkhan Siregar mendapatkan peringkat kedua, sedangkan Putri Rahayu menempati posisi juara ketiga.
Sementara itu, pada lomba bercerita, Syakira Zuannera Siregar berhasil meraih juara pertama, diikuti Nabila Khaviva Hasibuan sebagai juara kedua dan Muhammad Ibi Ahli Zauqi sebagai juara ketiga.
Kemudian, dari para pemenang tiap kategori lomba diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras mereka dalam mengikuti perlombaan. Lebih dari sekadar meraih kemenangan, pengalaman ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus belajar, mengembangkan bakat, dan berani menunjukkan potensi diri.
Melalui Lomba Budaya Humanis ini, relawan berharap semakin banyak anak yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memahami pentingnya nilai-nilai kebaikan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan demikan, pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan jiwa humanis yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda di masa depan.

Jurnalis : Stephenson Purba (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Fotografer : Abdi Ogi R. (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Editor : Nur Al Fajar Rumsari.