Ada Sinar dan Harapan Terang di Bawah Jembatan
Minggu, 29 Juni 2025, pukul 08.00 pagi, keramaian sudah terlihat di bawah jembatan Kampung Nelayan, Cilincing. Sekitar 60 relawan Muda Tzu Chi (Tzu Ching) wilayah Jakarta Timur tengah bersiap mengadakan acara mengajar untuk anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi di bawah naungan yayasan binaan bernama “Rumah Belajar Merah Putih.” Meski cuaca mendung dan hujan membuat lokasi acara berlumpur dan becek, semangat para relawan tidak surut sedikit pun.
Acara ini diselenggarakan oleh Tzu Ching Timur dengan tujuan menyambut anggota baru, sekaligus memberi kesempatan bagi para relawan baru untuk langsung terjun dan berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yang tinggal di bawah jembatan tersebut. Sebanyak 50 anak sudah menunggu dengan penuh semangat, tidak sabar untuk bermain dan bersenang-senang bersama.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Acara, Renita Tri Hermawan, Ketua Tzu Ching Jabodetabek, Daniel Tanuwijaya, dan Ketua Tzu Ching Timur, Albert Stephensius. Dalam sambutannya, mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi adik-adik maupun para relawan.
Acara ini diselenggarakan oleh Tzu Ching Timur dengan tujuan menyambut anggota baru, sekaligus memberi kesempatan bagi para relawan baru untuk langsung terjun dan berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yang tinggal di bawah jembatan tersebut. Sebanyak 50 anak sudah menunggu dengan penuh semangat, tidak sabar untuk bermain dan bersenang-senang bersama.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Acara, Renita Tri Hermawan, Ketua Tzu Ching Jabodetabek, Daniel Tanuwijaya, dan Ketua Tzu Ching Timur, Albert Stephensius. Dalam sambutannya, mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi adik-adik maupun para relawan.
Kegiatan dimulai dengan kerja kelompok untuk membuat yel-yel, yang kemudian ditampilkan oleh setiap kelompok. Kebahagiaan terlihat jelas di wajah para adik-adik dan relawan. Selanjutnya, salah satu relawan Komite Tzu Chi, Giok Chin, membawakan dongeng bertema pelestarian lingkungan dengan harapan adik-adik dapat lebih menjaga kebersihan lingkungan mereka. Selain itu, dongeng tersebut juga menyelipkan motivasi agar anak-anak semangat dan rajin belajar.
Acara dilanjutkan dengan permainan seru, menyanyi bersama, dan penampilan shou yu (isyarat tangan) dari para relawan Tzu Ching Timur yang membuat suasana semakin hangat dan penuh keceriaan. Keceriaan ini semakin terasa ketika para adik-adik terlihat sangat antusias dan menikmati setiap momen bersama para relawan.
Setelah itu, kegiatan berlanjut ke sesi terakhir yang tak kalah menarik, yaitu pembuatan vision board (papan misi). Di sini, para adik-adik menuangkan cita-cita dan impian mereka ke dalam bentuk visual yang penuh warna. Beragam mimpi mereka muncul, mulai dari ingin menjadi guru, pramugari, hingga profesi lainnya yang menginspirasi.
Acara dilanjutkan dengan permainan seru, menyanyi bersama, dan penampilan shou yu (isyarat tangan) dari para relawan Tzu Ching Timur yang membuat suasana semakin hangat dan penuh keceriaan. Keceriaan ini semakin terasa ketika para adik-adik terlihat sangat antusias dan menikmati setiap momen bersama para relawan.
Setelah itu, kegiatan berlanjut ke sesi terakhir yang tak kalah menarik, yaitu pembuatan vision board (papan misi). Di sini, para adik-adik menuangkan cita-cita dan impian mereka ke dalam bentuk visual yang penuh warna. Beragam mimpi mereka muncul, mulai dari ingin menjadi guru, pramugari, hingga profesi lainnya yang menginspirasi.
Bunda Eka, perwakilan Rumah Belajar Merah Putih menyampaikan rasa terima kasih kepada para relawan Tzu Ching yang telah meluangkan waktu untuk kunjungan kasih kepada adik-adik di bawah kolong jembatan tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian, Tzu Ching juga menyerahkan paket sembako dan suvenir kepada adik-adik, yang kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan indah dari pertemuan tersebut.
Suasana haru turut dirasakan oleh Kevin, salah satu relawan yang ikut serta. Ketika sedang bermain bersama anak-anak, ada seorang anak yang tiba-tiba muntah, dan dengan sigap Kevin segera membersihkan tanpa merasa jijik sedikit pun. Momen tersebut menjadi sangat berarti baginya, terutama saat anak itu bercerita bahwa mereka semua adalah anak yatim dan menggambarkan kehidupan mereka di bawah jembatan. Dengan penuh semangat, Kevin memberikan kata-kata penyemangat, “Semangat terus, kamu pasti bisa. Kunci segalanya adalah yakin bahwa dunia luar masih penuh pelajaran. Kamu tidak sendiri, kami semua hadir selama kamu tetap semangat,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Tzu Ching juga menyerahkan paket sembako dan suvenir kepada adik-adik, yang kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan indah dari pertemuan tersebut.
Suasana haru turut dirasakan oleh Kevin, salah satu relawan yang ikut serta. Ketika sedang bermain bersama anak-anak, ada seorang anak yang tiba-tiba muntah, dan dengan sigap Kevin segera membersihkan tanpa merasa jijik sedikit pun. Momen tersebut menjadi sangat berarti baginya, terutama saat anak itu bercerita bahwa mereka semua adalah anak yatim dan menggambarkan kehidupan mereka di bawah jembatan. Dengan penuh semangat, Kevin memberikan kata-kata penyemangat, “Semangat terus, kamu pasti bisa. Kunci segalanya adalah yakin bahwa dunia luar masih penuh pelajaran. Kamu tidak sendiri, kami semua hadir selama kamu tetap semangat,” ujarnya.
Tidak hanya Kevin, Najla, relawan Tzu Ching Timur, juga merasakan campuran perasaan senang, sedih, dan haru saat bertemu anak-anak tersebut. “Pertemuan ini mungkin salah satu jodoh yang membuat aku selalu membuka mata dan tidak hanya melihat ke atas, karena sesekali kita perlu menunduk ke bawah agar tetap bisa merasakan syukur dan tidak meremehkan siapa pun yang ada di bawah kita,” ujar Najla. Ia pun berpesan kepada adik-adik untuk selalu bersemangat belajar, karena setiap langkah kecil bisa menjadi awal dari mimpi besar.
Melalui acara ini, Tzu Ching Timur berharap adik-adik selalu semangat menjalani hari dan tekun belajar agar dapat mewujudkan cita-cita mereka. Untuk para relawan, diharapkan acara ini menjadi pengingat untuk selalu bersyukur atas apa yang dimiliki dan terus menyebarkan cinta kasih kepada banyak orang.
Jurnalis : Albert Stephensius (Tzu Ching Timur),
Fotografer : Alvin Harjadi, Vincentius Xavier (Tzu Ching Timur), Dharma Candra (He Qi Barat 2),
Editor : Metta Wulandari.
Melalui acara ini, Tzu Ching Timur berharap adik-adik selalu semangat menjalani hari dan tekun belajar agar dapat mewujudkan cita-cita mereka. Untuk para relawan, diharapkan acara ini menjadi pengingat untuk selalu bersyukur atas apa yang dimiliki dan terus menyebarkan cinta kasih kepada banyak orang.
Jurnalis : Albert Stephensius (Tzu Ching Timur),
Fotografer : Alvin Harjadi, Vincentius Xavier (Tzu Ching Timur), Dharma Candra (He Qi Barat 2),
Editor : Metta Wulandari.