Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-140: Memberi Terang di Tanah Minang
Hendri Satria Leksana (23), kakak dari Agus Rianto (9) pasien bibir sumbing asal Kabupaten Pasaman dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-140 di Kota Padang, Sumatera Barat tampak bersukacita setelah adiknya keluar dari ruang operasi. Sambil dibantu oleh para relawan Tzu Chi Padang, Hendri pun terus mendampingi adiknya saat akan dibawa menuju ruang pemulihan di Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo, Padang.
Agus sejak lahir sudah mengalami bibir sumbing sebelah kanan dan kiri. Ayahnya Bustama (67) dan ibunya Sariale (50) pun tak pernah mengira anak kelimanya akan terlahir dengan kelainan (sumbing). Begitu pula dengan kakak-kakaknya. “Kalau namanya keluarga, waktu Agus lahir ya sedih. Ibaratnya kok nggak normal, sedangkan keluarga yang lainnya normal,” ungkap Hendri.
Sebelum bersekolah, keluarga Agus pun mencoba untuk mengoperasinya, namun saat itu operasinya gagal dan Agus menjadi trauma. Setelah bersekolah, keinginan dari diri Agus untuk mengoperasi kembali bibir sumbingnya kembali muncul. “Sekarang sudah kelas 3 sekolah dasar, dia tuh minta sendiri operasi dan suka bilang. ‘Nanti kalau sudah bisa, operasi saja’, gitu,” kata Hendri menceritakan adiknya.
Ternyata harapan Agus agar bibir sumbingnya dapat dioperasi pun terjawab dengan adanya informasi dari Babinsa di wilayah tempat tinggalnya. Berkat informasi tersebut, akhirnya Agus mengikuti proses screening pasien yang diadakan pada tanggal 9 September 2023 di SMA Negeri 1 Padang oleh Tim Medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia dan lolos untuk dioperasi.
Pada saat pelaksanaan baksos kesehatan, Agus dan Hendri sebagai pendamping mengikuti prosedur pelaksanaan yang dimulai dari tes antigen, pendaftaran, kemudian menuju ruang transit untuk mengganti pakaian untuk operasi dan dipasangkan cairan infus. Hendri yang menunggu di luar ruangan operasi pun harap-harap cemas dan berdoa untuk adik bungsunya tersebut. “Bersyukur sekali sudah bisa sampai sini, jadi keluar dari ruang operasi Insya Allah sudah ganteng… haha,” tandas Hendri.
Setibanya di ruang pemulihan, Sariale langsung mengucap syukur karena anak bungsunya telah berhasil dioperasi. “Alhamdulillah hirabbil ‘alamin, senang melihatnya, sudah bagus, hasil kerja keras dokter,” ucap Sariale dengan mata berkaca-kaca. Bustama, Sariale, dan Hendri kemudian mendekati Agus yang sudah mulai siuman. Dengan seksama mereka melihat kondisi bibir sumbing Agus yang telah selesai ditangani Tim Medis Tzu Chi Indonesia.
“Mewakili keluarga, saya mengucapkan terima kasih untuk Yayasan Budha Tzu Chi telah mengoperasi adik saya. Terima kasih banyak,” kata Hendri.
“Dulu sebelum dioperasi pengelihatannya kabur, lama-lama lihatnya kaya berkabut aja,” jelas Rismawati. Sejak pengelihatannya mulai terganggu, ada keinginan untuk mengobati mata kanannya. Namun apa daya, penghasilan suaminya yang bekerja menjadi petani diprioritaskan untuk menafkahi kelima anak Rismawati. “Ada (keinginan operasi), tapi lantaran biayanya nggak ada, jadi ya belum,” ungkap wanita yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga ini.
Saat Babinsa di wilayahnya memberikan informasi akan adanya baksos kesehatan Tzu Chi yang melayani operasi katarak, Rismawati pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia segera menyiapkan berkas-berkas untuk mendaftar sebagai pasien baksos kesehatan. Saat screening pasien, Rismawati juga lolos dan dapat dioperasi katarak di mata kanannya.
Kebahagiaan Rismawati pun memuncak saat post-op, setelah cangkup dan perban penutup mata kanannya dibuka, ia pun membuka mata dan mengikuti instruksi untuk melihat jari perawat TIMA Indonesia dari jarak tertentu. “Ini berapa?” kata perawat. “Satu…,” jawab Rismawati. “Ini?” lanjut perawat. “Dua..,” sahut Rismawati dengan tegas. Setelah tes mata selesai, lalu perawat memberikan obat kemudian menutup kembali mata kanan Rismawati untuk pemulihan.
“Senanglah (bisa melihat), alhamdulillah. Terima kasih yang sebesar-besarnya buat Buddha Tzu Chi atas pertolongannya sama kami. Kalau bukan karena Buddha Tzu Chi sampai sekarang ya belum operasi,” kata Rismawati.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali mengadakan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-140 di Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan yang bekerja sama dengan Korem 032/Wirabraja, Dinkes Sumatera Barat, dan pihak-pihak lainnya ini juga dalam rangka HUT TNI ke-78 tahun 2023 serta dilaksanakan pada Sabtu-Minggu (23-24 September 2023) di Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo, Padang.
Dalam kegiatan ini Tim Medis Tzu Chi Indonesia berhasil melayani pengobatan 75 pasien katarak, 22 pasien pterygium, 21 bibir sumbing, 14 hernia, 19 minor GA, dan 8 minor lokal yang berasal dari wilayah-wilayah di Sumatera Barat seperti: Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, dan lain-lainnya.
Kasi Ter Korem 032/Wirabraja, Kolonel Inf. Indra Padang, S.Sos., M.I. Pol., yang mewakili Danrem 032/ Wirabraja sangat menyambut baik kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi keikutsertaan Buddha Tzu Chi dalam kegiatan ini. Ini adalah merupakan wujud solidaritas kepada sesama. Harapan saya kiranya dapat meringankan beban masyarakat, terlepas dari penderitaaan dan ke depannya kerja sama ini dapat terus berlanjut,” kata Kolonel Inf. Indra Padang, S.Sos., M.I. Pol.
Setelah acara pembukaan baksos kesehatan, para pasien yang sudah mendaftar juga segera diproses penanganan medisnya. Selain itu dalam kegiatan ini juga diadakan pertukaran cindera mata dari Tzu Chi kepada Korem 032/Wirabraja, Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo, dan Dinkes Sumatera Barat. Selain itu juga ada penyerahan bantuan kursi roda dan peralatan medis lainnya kepada warga yang membutuhkan.
Ketua Tzu Chi Padang, Widya Kasuma Laurenzi juga sangat bersyukur karena Tzu Chi bisa terus konsisten memberikan bantuan berupa layanan kesehatan khususnya bagi warga yang membutuhkan di wilayah Kota Padang dan sekitarnya.
“Bakti sosial kesehatan ini bertujuan supaya masyarakat terbantu, terutama katarak. Selain itu kita juga ada pelayanan operasi bibir sumbing, hernia, dan minor. Harapan saya masyarakat yang kesulitan dan membutuhkan bisa lebih sehat dan terbantu dengan adanya baksos kesehatan ini,” jelas Widya Kasuma Laurenzi disela-sela kegiatan baksos kesehatan.
Fotografer : Arimami Suryo A.,
Editor : Hadi Pranoto