Bakti Sosial Degeneratif: Wujud Cinta Kasih Tzu Chi untuk warga Palmerah
Enri (45), salah satu warga yang menderita stroke, datang tertatih-tatih dengan dibantu istrinya Ana (38). Ia mengatakan bahwa ada perkembangan setelah diberikan obat dari dokter di pengobatan sebelumnya. Meski mengalamu kesulitan berjalan Enri tak segan untuk datang langsung ke Kantor Sekretariat RW 8 untuk mendapatkan pengobatan gratis dari Tzu Chi Indonesia. “Saya sulit jalan, kemarin sudah lebih baik sudah bisa jalan, tapi ini sekarang kaku lagi kaki saya,” tambahnya. Baik Enri maupun istrinya sebelumnya tidak mengetahui tentang Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, namun setelah beberapa kali ada kegiatan di Palmerah mereka jadi lebih mengenal Tzu Chi, utamanya dari kegiatan pengobatan gratis ini. “Ini istri saya mau tu nglamar di Tzu Chi, katanya mau ikut (jadi relawan) Tzu Chi,” ungkap Enri yang di amini oleh istrinya.
Dari 85 warga yang terdaftar melakukan pemeriksaan ulang ini, 5 diantaranya adalah pasien homecare dimana tim dokter dan relawan yang melakukan kunjungan kasih ke rumah pasien. Dengan penuh semangat, ditengah teriknya matahari Dr. Ahmad Agus Fauriza, MPH (61) menyusuri gang-gang kecil RT 13 menyambangi kediaman para pasien. Dr Agus mengungkapkan pasien-pasien ini mengalami kemajuan cukup baik dari pemeriksaan sebelumnya. ”Rata-rata pasien ini mengalami hipertensi yang tidak terkontrol, akibatnya ya stroke. Padahal penyakit ini sebenarnya bisa dicegah, bisa cek rutin ke Puskesmas juga, jadi sebenarnya bagaimana mereka ini bisa memperhatikan kesehatannya sendiri gitu ya,” ungkap dokter Agus dalam perjalanan menuju rumah pasien. Ini kali kedua beliau mengikuti Baksos Kesehatan Degeneratif Tzu Chi di wilayah Palmerah. Menurut Dr. Agus kegiatan ini sangat bagus, dan ia pun ingin ikut berpartisipasi terus dalam kegiatan ini.
Lince sendiri mengenal Tzu Chi sewaktu ia menonton DAAI TV Indonesia. Melihat kegiatan sosial relawan Tzu Chi di lapangan, membuatnya ingin sekali bergabung menjadi relawan Tzu Chi. Jodoh bersambut saat Ia kemudian ditawari untuk menjadi relawan Tzu Chi di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, daerah tempat tinggalnya. “Menjadi relawan Tzu Chi cukup sesuai dengan target hidup, membantu banyak orang dan Tzu Chi cukup mengakomodir kegiatan-kegiatan yang ingin dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Jurnalis : Nunik Triyana, Agus DS (He Qi Barat 2),
Fotografer : Mery Hasan, James Yip (He Qi Barat 2),
Editor : Hadi Pranoto.