Bakti Sosial Degeneratif yang Berarti Bagi Ibu Wini
Dengan semangat untuk menjalankan misi kesehatan Tzu Chi, pada hari Minggu, 23 November 2025, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Cikarang berkolaborasi dengan Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia menggelar Bakti Sosial Degeneratif ke-3 yang berlangsung di Sekolah Global Persada Mandiri, Bekasi. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Andy Lim, dr. Helen Suryana, bersama dengan 22 relawan yang turut bersumbangsih memastikan setiap proses berjalan tertib, aman, dan penuh kepedulian untuk pasien.
Di antara pasien yang datang untuk memeriksakan kesehatannya, terselip kisah haru dari Ibu Wini (61) yang pernah bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dan office girl. Kini, Ibu Wini tidak lagi mampu untuk bekerja karena kondisi kesehatan paru-parunya yang mengidap Black lung disease (BLD), yaitu menghitamnya paru-paru akibat sering menghirup debu ketika masih aktif bekerja sebagai ART.
Di antara pasien yang datang untuk memeriksakan kesehatannya, terselip kisah haru dari Ibu Wini (61) yang pernah bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dan office girl. Kini, Ibu Wini tidak lagi mampu untuk bekerja karena kondisi kesehatan paru-parunya yang mengidap Black lung disease (BLD), yaitu menghitamnya paru-paru akibat sering menghirup debu ketika masih aktif bekerja sebagai ART.
Ibu Wini tidak mampu lagi bekerja dengan normal, dan harus kembali ke rumah menjalani rutinitas sebagai ibu rumah tangga. Hal ini pastinya mengurangi penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kisah hidupnya tidaklah mudah, karena dari keenam anak yang ia lahirkan lima di antaranya telah meninggal dunia. Kini, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia menerima penghasilan dari suaminya yang bekerja serabutan sebagai seniman bangunan. Dengan penghasilan yang tidak menentu karena suaminya bekerja jika ada panggilan, membuatnya tidak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan.
Kisah hidupnya tidaklah mudah, karena dari keenam anak yang ia lahirkan lima di antaranya telah meninggal dunia. Kini, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia menerima penghasilan dari suaminya yang bekerja serabutan sebagai seniman bangunan. Dengan penghasilan yang tidak menentu karena suaminya bekerja jika ada panggilan, membuatnya tidak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan.
Ketika mendengar adanya baksos kesehatan yang diadakan Yayasan Buddha Tzu Chi dari tetangganya, tak pikir panjang ia memantapkan hatinya untuk mengikuti baksos tersebut. Mengikuti baksos kesehatan merupakan kesempatan yang beharga bagi dirinya. Pada kesempatan ini merupakan kali kedua Ibu Wini mengikuti baksos.
Setelah datang kelokasi baksos yang disambut dengan hangat oleh relawan Tzu Chi, Ibu Wini langsung memeriksakan kesehatan kepada dokter yang bertugas. Segala keluhan dan sakit yang dialami ia ceritakan kepada dokter. Dengan penuh cinta kasih dokter memeriksakan kesehatannya, untuk kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik dokter memberinya resep obat dan vitamin yang dapat ditebus secara gratis.
Setelah datang kelokasi baksos yang disambut dengan hangat oleh relawan Tzu Chi, Ibu Wini langsung memeriksakan kesehatan kepada dokter yang bertugas. Segala keluhan dan sakit yang dialami ia ceritakan kepada dokter. Dengan penuh cinta kasih dokter memeriksakan kesehatannya, untuk kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik dokter memberinya resep obat dan vitamin yang dapat ditebus secara gratis.
Setelah pemeriksaan kesehatan hingga pengambilan obat, Ibu Wini merasa kondisi kesehatannya lebih baik. “Ibu merasa seperti badan ringan gitu, paru-paru lebih gampang nafasnya,” tuturnya singkat. Ia juga merasa para relawan Tzu Chi dan dokter dari TIMA melayani dengan sabar sehingga ia merasa dihargai dan diperhatikan.
Dari kisah Ibu Wini mengingatkan bahwa kebaikan memiliki dampak yang jauh lebih besar dari yang terlihat. Setiap tangan yang membantu, setiap telinga yang mendengar, dan setiap hati yang peduli dapat menjadi penyembuh bagi sesama.
Jurnalis : Rini Yulianti (He Qi Cikarang),
Fotografer : Rini Yulianti (He Qi Cikarang),
Editor : Fikhri Fathoni.
Dari kisah Ibu Wini mengingatkan bahwa kebaikan memiliki dampak yang jauh lebih besar dari yang terlihat. Setiap tangan yang membantu, setiap telinga yang mendengar, dan setiap hati yang peduli dapat menjadi penyembuh bagi sesama.
Jurnalis : Rini Yulianti (He Qi Cikarang),
Fotografer : Rini Yulianti (He Qi Cikarang),
Editor : Fikhri Fathoni.