Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif Tzu Chi ke-3 di Palmerah
Yonga, Ketua He Qi Barat 2, mengatakan jika antusiasme relawan sangat tinggi jika ada kegiatan semacam baksos kesehatan seperti ini. “Kalau kegiatan baksos seperti ini, relawan sebenarnya banyak yang mau ikut, tapi kan kadang bentrok dengan kegiatan lain juga, tapi mereka antusias untuk terlibat,” kata Yonga di sela-sela mempersiapkan kegiatan. Dalam baksos kesehatan degeneratif kali ini ada sebanyak 21 relawan yang ikut berpartisipasi. Selain relawan, kegiatan ini tentunya didukung Tim Medis Tzu Chi atau Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia yang terdiri dari 4 dokter, 3 perawat, 5 orang tim farmasi, dan 3 orang tim analis.
Tugas visit ke rumah pasien kali ini dilakukan oleh dokter Dewi (62). Ditemani 2 orang perawat, dokter dewi dengan sigap menyusuri rumah-rumah di RW 8 Palmerah untuk menmgunjungi pasien yang tidak mampu datang ke lokasi baksos kesehatan. Dokter Dewi menyampaikan sebagian pasien ini mengalami kemajuan namun juga ada yang statis atau masih sama saja dari sebelumnya. “Sebenarnya pasien ini juga sangat butuh support dari keluarga untuk bisa terus dibantu latihan gerak ataupun jalan, jangan hanya mengandalkan obat saja, dukungan keluarga penting sekali untuk kesembuhan pasien,” ungkap dokter Dewi.
“saya manteplah mau jadi relawan, ya kan memang saya gak punya uang, adanya tenaga, ya itu yang bisa saya sumbangkan,” ungkap Kartiwo yang juga turut membantu pelaksanaan kegiatan baksos kesehetan degeneratif ini. Meskipun banyak “tantangan” dari warga sekitar, ia berharap kedepan warga bisa menerima Tzu Chi sepenuhnya. “Ya pengennya nanti Tzu Chi bisa bikin kegiatan yang menghasilkan bagi warga sini, seperti bikin pelatihan apa gitu yang bisa dijual hasilnya. Terutama untuk ibu-ibu ya, saya yakin nanti pasti mereka akan lebih mudah menerima Tzu Chi, karena ini bukan agama tapi memang murni sosial,” tambahnya. Selain Kartiwo, istri dan anaknya juga sangat aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan Tzu Chi di Palmerah.
Palmerah sendiri saat ini memang masih baru menjadi wilayah binaan Tzu Chi. Setelah pembangunan Rumah Barokah, masih banyak kegiatan yang difokuskan bagi warga seperti baksos kesehatan, pembagian sembako, dan atau bahkan ke depan akan fokus ke pendidikan bagi anak-anak. Suparman (50) salah satu relawan di misi pendidikan mengatakan jika ia sedang mempersiapkan program atau kegiatan untuk anak-anak atau orang tua yang tidak atau belum bisa membaca “kita ingin bikin kegiatan yang berguna juga di pendidikan ya, sekarang sedang survei dan mempelajari dulu apa saja yang dibutuhkan warga,” kata Suparman.
Fotografer : Mery Hasan, James Yip (He Qi Barat 2),
Editor : Hadi Pranoto.