Bakti Sosial Kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Iman: Membalas Budi dengan Turut Bersumbangsih
Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Tangerang sejak dini hari hingga menjelang fajar menyingsing pada hari Minggu, 8 Desember 2024, mungkin menjadi alasan sebagian orang untuk memperpanjang waktu tidurnya di akhir pekan. Namun, bagi para relawan Tzu Chi He Qi Tangerang, hal itu tidak mengurangi semangat mereka. Pukul enam pagi, mereka sudah berkumpul di berbagai titik yang telah ditentukan untuk menuju Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bersama mereka, tim Tzu Chi International Medical Association (TIMA) yang terdiri dari relawan dokter, perawat, apoteker, dan teknisi medis, siap melaksanakan bakti sosial pelayanan kesehatan.
Kisah Inspiratif Relawan
Kesibukan tak hanya terjadi di hari pelaksanaan. Persiapan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, termasuk oleh tim teknisi medis yang memastikan peralatan medis dan kedokteran gigi dalam kondisi prima. Ahmad Zaenuri, relawan teknisi medis yang telah bergabung sejak tahun 2014, berbagi cerita tentang pengalamannya. “Setiap mendengar pasien pulih, ada perasaan haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Misalnya, saat baksos mata, sangat bahagia melihat pasien bisa kembali melihat,” ujarnya.
i antara relawan apoteker, Ahmad Khanifudin, alumnus Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, memiliki kisah yang menginspirasi. Berkat beasiswa dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Ahmad kemudian melanjutkan pendidikan farmasi dan kini bekerja sebagai ASN di RSUD Kota Tangerang. “Bergabung dengan TIMA adalah kesempatan untuk berbagi dan melayani sesama,” katanya. Relawan lainnya, Andi, berasal dari Lombok dan terinspirasi untuk bergabung setelah mengikuti Tzu Ching Camp. “Saya ingin memperkenalkan Tzu Chi dan TIMA kepada lebih banyak orang agar mereka bisa ikut berkontribusi,” ujarnya penuh semangat.
Kerja sama antarrelawan dengan latar belakang yang beragam membuat bakti sosial kesehatan ini berjalan lancar dan penuh kehangatan. Seperti kata Master Cheng Yen, “Keindahan yang paling kuat bertahan dan abadi di dunia adalah cinta kasih universal tanpa pamrih yang ada di dalam hati setiap orang.” Semoga semangat cinta kasih ini terus dipupuk dan menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Fotografer : Wanda Pratama, Ryanto Budiputra (He Qi Tangerang),
Editor : Hadi Pranoto.