Bakti Sosial Tzu Chi Xie Li Kalimantan Timur 3, Hadirkan Harapan Sehat di Desa Menamang
Pada baksos pengobatan ini, tim medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) dan Puskesmas Muara Kaman melayani pemeriksaan fisik, tekanan darah, kolesterol, pemeriksaan gula darah, asam urat, konsultasi dokter, dan pemberian obat. Tim medis yang didukung oleh tujuh dokter, enam perawat, dua bidan, dan lima apoteker berhasil melayani 323 orang pasien dari warga Desa Menamang Kanan dan Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Sementara itu, Adi Herianto, relawan Xie Li Kalimantan Timur 3 mengungkapkan alasan memilih Desa Menamang Kanan menjadi lokasi kegiatan bakti sosial. “Desa ini adalah desa yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan, baik dari puskesmas inti maupun rumah sakit, sehingga kami memutuskan untuk memilih desa ini untuk melakukan kegiatan baksos pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Adi. Ia juga menambahkan desa ini membutuhkan waktu dua jam dengan mobil untuk menjangkau puskesmas terdekat, sehingga kegiatan bakti sosial ini sangat tepat dilaksanakan di Desa Menamang Kanan.
Burhan (63), warga Desa Menamang Kanan, merasa senang telah mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Akhir-akhir ini, punggungnya sakit ketika bekerja di kebun. Setelah diperiksa dokter, ia mengalami tekanan darah tinggi, kolesterol, dan asam urat. Dokter memberikan arahan untuk mengubah pola hidup dan pola makan yang sehat, serta memberi obat-obatan yang harus dikonsumsi teratur. “Senang, Pak. Pelayanan bagus, banyak-banyak terima kasih dengan pelayanan relawan,” ujar Burhan bahagia.
Rasa senang dan syukur juga diungkapkan suami istri dari Desa Menamang Kiri, Idum (55) dan Asan (65), yang dijemput oleh relawan untuk berobat. Asan sudah satu tahun menderita asam lambung dan sering kambuh. Sedangkan istri Asan, Idum, menderita sakit kepala, batuk-batuk, dan demam. Baru kali ini mereka bisa memeriksakan sakitnya. “Ya, senang tadi dijemput, ketemu dokter, diberi obat, ya senang. Dijemput, kita nggak ada kendaraan,” ujar Idum senang. “Terima kasih kepada relawan yang telah memberi obat gratis,” imbuh Idum.
Tak hanya memberikan layanan kesehatan di lokasi baksos, relawan bersama dokter dan perawat juga mendatangi rumah-rumah warga (home care) yang menderita sakit dan tidak bisa datang ke lokasi baksos. Saribah (61), salah satu warga Menamang Kanan yang dikunjungi oleh dokter, merasa bersyukur dan senang bisa didatangi dokter di rumahnya. Saribah sudah satu tahun tidak bisa bekerja dan beraktivitas, hanya tiduran saja, tidak bisa ke mana-mana karena menderita sakit pinggang. Menurut dr. Edy yang melakukan pemeriksaan, Saribah menderita pengapuran tulang, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan asam urat, sehingga susah untuk bergerak. Dr. Edy memberikan resep obat dan diantarkan oleh relawan Tzu Chi ke rumah. “Terima kasih kepada bapak-bapak relawan yang datang ke tempat saya di sini,” ujar Saribah saat dikunjungi tim medis dan relawan Tzu Chi.
Melalui bakti sosial kesehatan ini, relawan ingin memberikan kepedulian kepada masyarakat, memberikan harapan kesehatan, kebahagiaan, dan jalinan jodoh yang baik untuk masyarakat. Senada dengan kata perenungan Master Cheng Yen, “Sikap saling peduli dan memberi perhatian merupakan wujud cinta kasih.”
Jurnalis : Surono (Tzu Chi Sinar Mas),
Fotografer : Surono (Tzu Chi Sinar Mas),
Editor : Anand Yahya.