Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Kehangatan di Tengah Banjir
Pasca banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatra Utara, Kamis, 27 November 2025 lalu, relawan Tzu Chi Medan hingga kini (Senin, 1 Desember 2025) tidak berhenti menyalurkan bantuan darurat kepada warga korban banjir di kota Medan dan sekitarnya. Banyak warga yang masih terjebak di rumah mereka dan tidak dapat beraktivitas memenuhi kebutuhan dasar mereka. Ada juga yang mengungsi di tempat penampungan sementara yang dibuka secara swadaya oleh masyarakat. Banyak warga yang tidak makan dari pagi hingga malam karena banjir yang masih tinggi dan diperparah dengan padamnya listrik serta minimnya pasokan air minum.
Kamis malam, 27 November 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, beberapa relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Cemara dan Petisah berinisiatif untuk membeli makanan dari rumah makan yang masih buka di kota Medan untuk dibagikan kepada korban banjir. Esok harinya, Jumat, 28 November 2025, relawan Tzu Chi memutuskan untuk menggunakan dapur Tzu Chi untuk menyiapkan ratusan paket makanan pada pagi hari untuk dibagikan siang harinya. ‘’Saat itu, hanya ada 4 orang relawan di dapur yang bergantian untuk masak. Kami bersyukur sekali dengan adanya dapur darurat ini, kami bisa langsung bagi makanan di siang harinya, karena belum banyak pihak yang memberikan bantuan pada korban banjir,’’ ungkap Afen, relawan Tzu Chi Medan.
Kamis malam, 27 November 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, beberapa relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Cemara dan Petisah berinisiatif untuk membeli makanan dari rumah makan yang masih buka di kota Medan untuk dibagikan kepada korban banjir. Esok harinya, Jumat, 28 November 2025, relawan Tzu Chi memutuskan untuk menggunakan dapur Tzu Chi untuk menyiapkan ratusan paket makanan pada pagi hari untuk dibagikan siang harinya. ‘’Saat itu, hanya ada 4 orang relawan di dapur yang bergantian untuk masak. Kami bersyukur sekali dengan adanya dapur darurat ini, kami bisa langsung bagi makanan di siang harinya, karena belum banyak pihak yang memberikan bantuan pada korban banjir,’’ ungkap Afen, relawan Tzu Chi Medan.
Di hari yang sama, relawan Tzu Chi merespon cepat bencana dengan aksi turun langsung membagikan paket makanan kepada warga. Ada 1.044 paket bantuan berupa makanan dan minuman yang dibagikan kepada warga Kelurahan Pulo Brayan, Titipapan, dan Martubung Medan. ‘’Ketika kami membagikan makanan hangat ini kepada warga, banyak dari mereka yang menerimanya sambil menangis karena terharu,’’ ungkap Afen.
Meski banjir telah surut di beberapa wilayah Medan dan sekitarnya, hingga kini warga masih banyak yang membutuhkan bantuan makanan dan minuman. Relawan Tzu Chi juga masih terus melakukan survei dan mengumpulkan bantuan darurat dari internal maupun pihak luar yang mempercayakan donasinya kepada Tzu Chi Medan.
Meski banjir telah surut di beberapa wilayah Medan dan sekitarnya, hingga kini warga masih banyak yang membutuhkan bantuan makanan dan minuman. Relawan Tzu Chi juga masih terus melakukan survei dan mengumpulkan bantuan darurat dari internal maupun pihak luar yang mempercayakan donasinya kepada Tzu Chi Medan.
Makanan Hangat untuk Warga Tanjung Pura, Langkat
Minggu, 30 November 2025, relawan Tzu Chi juga memberikan bantuan darurat banjir kepada warga terdampak di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Logistik yang dibagikan berupa 2.250 makanan siap saji, 2.000 roti, 30 kardus biskuit, serta 4.800 botol air mineral. Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) dan Polres Langkat juga mengapresiasi langkah Tzu Chi dalam proses tanggap darurat bencana banjir ini.
Relawan Tzu Chi juga membagikan paket bantuan dari rumah ke rumah dengan berjalan kaki di genangan banjir. Bahkan, relawan juga berinisiatif membuat sebuah rakit berbahan daur ulang yang digunakan untuk mensuplai logistik dan juga mengevakuasi korban banjir. Rakit terapung ini juga diserahkan kepada tim SAR di posko pengungsian. ‘’Saya sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan relawan Tzu Chi ini karena memang sudah tepat seperti yang dibutuhkan warga. Harapan saya (Tzu Chi) bisa buka posko kesehatan juga,’’ kata Muhammad Ansyari, Kepala Pelaksana BPBD Langkat.
Jurnalis : Rahma Mandasari (DAAI TV Medan),
Fotografer : Lily Hermanto (Tzu Chi Medan),
Editor : Hadi Pranoto.
Fotografer : Lily Hermanto (Tzu Chi Medan),
Editor : Hadi Pranoto.