Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Tzu Chi Medan Hadir Bantu Warga Klumpang Kebun, Deli Serdang
Banjir yang melanda Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, telah monorehkan duka bagi sekitar 6.000 warga. Rumah-rumah terendam, harta benda rusak, dan masyarakat masih sulit memenuhi kebutuhan pokok. Di tengah kondisi ini, bantuan dari Tzu Chi Medan hadir sebagai secercah harapan, menjadi uluran tangan pertama yang diterima warga setelah bencana. Meski dimaksudkan untuk meringankan beban, situasi sempat memanas karena antusiasme warga yang tinggi, untuk mendapatkan bantuan.
Menyadari pentingnya ketertiban dan keamanan, pihak Tzu Chi Medan bersama petugas Kecamatan dan Kelurahan setempat melakukan koordinasi. Melalui perundingan antara warga dengan koramil setempat, lokasi pembagian bantuan ditetapkan di Masjid Al Istiqomah. Kegiatan pembagian bantuan dilakukan secara seremonial dengan aparat setempat dan disaksikan langsung oleh Camat Hamparan Perak, Bapak Muhammad Guntur Endar Bumi Nasution serta Danranmil Bapak Sinuhaju. Ustaz dari masjid turut memastikan pembagian berjalan tertib dan adil bagi seluruh warga yang terdampak.
Menyadari pentingnya ketertiban dan keamanan, pihak Tzu Chi Medan bersama petugas Kecamatan dan Kelurahan setempat melakukan koordinasi. Melalui perundingan antara warga dengan koramil setempat, lokasi pembagian bantuan ditetapkan di Masjid Al Istiqomah. Kegiatan pembagian bantuan dilakukan secara seremonial dengan aparat setempat dan disaksikan langsung oleh Camat Hamparan Perak, Bapak Muhammad Guntur Endar Bumi Nasution serta Danranmil Bapak Sinuhaju. Ustaz dari masjid turut memastikan pembagian berjalan tertib dan adil bagi seluruh warga yang terdampak.
Pada kesempatan itu, Minggu, 30 November 2025, ada sebanyak 1.210 bungkus nasi hangat, 20 karton Mi DAAi, 20 karton air mineral, 500 helai sarung, 20 karton biskuit, dan 1.000 roti disalurkan oleh relawan komunitas Hu Ai Medan Mandala dan Medan Perintis.
“Sejak banjir melanda, baru hari ini warga menerima bantuan. Banyak yang menangis terharu saat menerima perhatian dari Tzu Chi,” ujar Susanto Musim, Koordinator Lapangan.
“Sejak banjir melanda, baru hari ini warga menerima bantuan. Banyak yang menangis terharu saat menerima perhatian dari Tzu Chi,” ujar Susanto Musim, Koordinator Lapangan.
Ketika bantuan datang, beberapa warga tak mampu menyembunyikan rasa haru mereka. Seorang ibu dengan mata berkaca-kaca mengaku bahwa sudah dua hari mereka tidak makan karena rumah terendam dan persediaan habis. Bantuan makanan dari Tzu Chi menjadi penyelamat pertama mereka. “Alhamdulillah, akhirnya ada bantuan. Kami sudah dua hari tidak makan. Terima kasih kepada para relawan yang jauh-jauh datang untuk kami,” ujarnya.
Tantangan bagi relawan tidak berhenti pada proses pembagian bantuan. Jarak dari Medan ke Klumpang Kebun, cukup jauh dan di tengah kondisi darurat, ketersediaan bahan bakar minyak juga langka dengan antrean panjang di banyak titik tempat pengisian atau SPBU. Relawan harus mengatur logistik dengan cermat agar perjalanan lancar dan bantuan sampai tepat waktu. Meskipun demikian, semangat dan dedikasi relawan tidak surut, menunjukkan bahwa kepedulian sejati tidak terhalang oleh jarak maupun kesulitan.
Tantangan bagi relawan tidak berhenti pada proses pembagian bantuan. Jarak dari Medan ke Klumpang Kebun, cukup jauh dan di tengah kondisi darurat, ketersediaan bahan bakar minyak juga langka dengan antrean panjang di banyak titik tempat pengisian atau SPBU. Relawan harus mengatur logistik dengan cermat agar perjalanan lancar dan bantuan sampai tepat waktu. Meskipun demikian, semangat dan dedikasi relawan tidak surut, menunjukkan bahwa kepedulian sejati tidak terhalang oleh jarak maupun kesulitan.
Melalui pendekatan yang humanis, bantuan Tzu Chi bukan hanya berupa sembako, tetapi juga pesan bahwa warga Klumpang Kebun tidak sendiri. Setiap paket yang dibagikan membawa harapan, ketenangan, dan rasa peduli yang tulus. Solidaritas yang terbangun antara relawan, aparat, tokoh agama, dan warga menunjukkan kekuatan kemanusiaan yang nyata di tengah bencana.
Jurnalis : Yanti Yunita (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Amir Tan, Kamin (Tzu Chi Medan),
Editor : Metta Wulandari.
Fotografer : Amir Tan, Kamin (Tzu Chi Medan),
Editor : Metta Wulandari.