Bantuan Bencana Banjir Sumatera: Melintasi Jalan Perbukitan, Tzu Chi Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Pameu
Desa Pameu merupakan salah satu desa yang berada di kawasan Rusip, perbatasan Kabupaten Aceh Tengah. Jarak tempuh dari pusat Kecamatan Takengon kurang lebih mencapai 87 km. Perjalanan menuju desa ini tidaklah mudah, karena membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam melewati jalan berliku dan perbukitan terjal, kondisi tersebut membuat akses ke Desa Pameu cukup sulit bagi masyarakat.
Namun, dengan rintangan yang sulit itu tidak menyurutkan langkah relawan Tzu Chi Indonesia. Dengan penuh ketulusan, pada hari Kamis, 22 Januari 2026, tim relawan Tzu Chi Indonesia yang berada di Takengon, Aceh Tengah, hadir untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Desa Pameu yang terdampak banjir bandang.
Namun, dengan rintangan yang sulit itu tidak menyurutkan langkah relawan Tzu Chi Indonesia. Dengan penuh ketulusan, pada hari Kamis, 22 Januari 2026, tim relawan Tzu Chi Indonesia yang berada di Takengon, Aceh Tengah, hadir untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Desa Pameu yang terdampak banjir bandang.
Para relawan menyalurkan paket bantuan seperti: beras, minyak goreng, mi instan, air mineral, makanan ringan, sabun, tenda, pakaian bayi, gamis, jilbab, roti, serta kebutuhan lainnya. Penyaluran bantuan ini didampingi langsung oleh perangkat desa dan masyarakat setempat, salah satunya adalah Reje, yang mengapresiasi bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
“Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, bantuan ini kami terima dengan baik” tutur pak Reje.
Usai pembagian paket bantuan, Reje mengajak para relawan melihat langsung kondisi jembatan yang putus akibat banjir. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung desa. Kini, warga harus menyeberangi sungai menggunakan rakit kayu sederhana buatan masyarakat. Hati para relawan pun tersentuh saat melihat anak-anak harus berjalan kaki menyeberangi sungai, kemudian naik ke rakit di tengah arus hanya demi bisa mengangkut logistik ke desa yang terisolasi.
“Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, bantuan ini kami terima dengan baik” tutur pak Reje.
Usai pembagian paket bantuan, Reje mengajak para relawan melihat langsung kondisi jembatan yang putus akibat banjir. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung desa. Kini, warga harus menyeberangi sungai menggunakan rakit kayu sederhana buatan masyarakat. Hati para relawan pun tersentuh saat melihat anak-anak harus berjalan kaki menyeberangi sungai, kemudian naik ke rakit di tengah arus hanya demi bisa mengangkut logistik ke desa yang terisolasi.
Rasa bahagia dirasakan oleh Cut, salah satu warga yang menerima bantuan dari relawan Tzu Chi Indonesia. “Bantuan ini akan saya pakai dengan sebaik-baiknya, Terima kasih untuk Tzu Chi,” ujar Cut.
Atas dasar kepedulian dan rasa kemanusiaan, para relawan Tzu Chi mendonasikan sling untuk membantu masyarakat agar proses penyeberangan menjadi lebih aman dan mudah. Dengan adanya sling tersebut, warga tidak perlu lagi berjalan kaki di dalam sungai sebelum menaiki rakit.
Di Desa Pameu, relawan Tzu Chi belajar bahwa ketulusan, kebersamaan, dan cinta kasih mampu mengalahkan jarak, medan berat, dan keterbatasan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat menguatkan langkah masyarakat Desa Pameu untuk bangkit kembali.
Jurnalis : Mariana, Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Zhen Shan Mei Aceh,
Editor : Fikhri Fathoni.
Atas dasar kepedulian dan rasa kemanusiaan, para relawan Tzu Chi mendonasikan sling untuk membantu masyarakat agar proses penyeberangan menjadi lebih aman dan mudah. Dengan adanya sling tersebut, warga tidak perlu lagi berjalan kaki di dalam sungai sebelum menaiki rakit.
Di Desa Pameu, relawan Tzu Chi belajar bahwa ketulusan, kebersamaan, dan cinta kasih mampu mengalahkan jarak, medan berat, dan keterbatasan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat menguatkan langkah masyarakat Desa Pameu untuk bangkit kembali.
Jurnalis : Mariana, Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Zhen Shan Mei Aceh,
Editor : Fikhri Fathoni.