Kegiatan Internasional

Bantuan Beras dan Uang Tunai untuk Korban Badai Odette di Cebu

Relawan Yayasan Tzu Chi di Kantor Pusat Manila memulai tahun 2022 dengan catatan positif dengan memberikan welas asih dan bantuan kepada ribuan korban topan badai Odette (atau topan badai Rai).
Pada tanggal 16 Desember 2021, topan badai dengan kategori 5 menerjang wilayah Visayas dan Mindanao, menimbulkan kerusakan harta benda dan mata pencaharian bernilai milyaran Peso. Hingga hari ini, masih banyak keluarga yang tidak memiliki rumah, makanan, air minum, listrik, dan tempat tinggal.
Sementara satu tim terbang ke Bohol, tim relawan lain menuju Cebu pada tanggal 01 Januari 2022. Mendapat pengarahan terperinci dari rekan-rekan relawan dari Cebu, para relawan dari Manila dapat menilai tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh badai Odette, sekalian memberi panduan dalam kegiatan distribusi bantuan.

Sebelum kegiatan pembagian bantuan dilaksanakan.di Cebu, relawan harus menverifikasi dan menginput nama para calon penerima bantuan sesuai dengan data yang diidentifikasi oleh pemerintah setempat.
Relawan diberi pengarahan tentang kondisi situasi di Cebu setelah diterjang badai Odette.
Marietta Sembrano dan cucu-cucunya berlindung dilantai 2 Sekolah Dasar Ibo. Langit-langit sekolah telah ambruk dihantam badai Odette. Untungnya tidak ada yang terluka.
Di Talisay, seorang relawan membantu seorang korban untuk memperoleh kartu distribusi bantuan.

“Kami telah banyak melihat topan badai disini, namun tidak ada yang sekuat topan badai Odette,” kata Penanggung-Jawab Tzu Chi di Cebu Nelson Reyes.
Dari tanggal 02 hingga 04 Januari, relawan dan murid-murid sekolah Tzu Chi dari Pulpogan, Concolacion, membagikan Relief Distribution Family Cards (Kartu Bantuan Tunai) untuk para korban. Dengan bantuan relawan lokal, mereka bisa mengidentifikasikan para calon penerima bantuan dari lima komunitas yang terkena dampak badai paling parah di wilayah pemukiman yang miskin di kota Lapu-Lapu dan Carcar. Beberapa warga dari kotamaday Sibonga juga terpilih sebagai calon penerima bantuan.
“Kami sudah pernah dihantam badai yang kuat sebelumnya, tetapi ini satu-satunya badai yang bisa merubuhkan rumah kami,” kata Marietta Sembrano. Wanita berusia 55 tahun ini sementara tinggal di lantai 2 Sekolah Dasar Ibo bersama putri bungsunya, tiga cucu, anak laki-laki serta istrinya setelah badai Odette meratakan rumah mereka di wilayah pemukimana Ibo di kota Lapu-Lapu. “Sekarang saya bahkan bagaimana untuk memulai lagi,” katanya.   

Para penerima bantuan Tzu Chi berkumpul di sebuah lapangan tertutup.

Sementara itu, relawan Tzu Chi lain bertemu dengan para eksekutif dari bank-bank lokal untuk membantu menyusun skema pemberian bantuan keuangan untuk para korban Odette. Para manajer bank dari Bank BDO dan Metrobank dengan senang hati mengfasilitasi kebutuhan Tzu Chi karena Yayasan Tzu Chi menjadi salah satu yang pertama kali menanggapi permintaan bantuan setiap kali ada yang ditimpa bencana.
Distribusi bantuan beras untuk korban badai di Sibonga dan Talisay dimulai pada tanggal 05 Januari 2022. Di Sibonga, sebanyak 3.880 keluarga dari wilayah pemukiman Candaguit, Abugon, Panpan, Bato, Bagacay, dan Poblacion menerima bantuan beras. Di Talisay, sebanyak 2.262 keluarga dari  wilayah pemukiman San Roque, Tanke, dan Inayawan menerima bantuan beras.
Setiap keluarga penerima bantuan menerima 2 karung beras isi 10kg dari Taiwan – penolong disaat makanan sedang susah didapat. 

Senyum lebar diwajah penerima bantuan beras.
Seorang relawan muda Tzu Chi membantu penerima bantuan yang lansia untuk membawa beras bantuannya.
Relawan dan penerima bantuan saling membungkuk saat pembagian bantuan.
Para penerima bantuan di Cebu memberi tanda dua jempol setelah menerima 20 kg beras bantuan.

Seperti semua kegiatan penyaluran bantuan oleh Yayasan Tzu Chi, kegiatan yang di Cebu dimulai dengan para relawan memperkenalkan diri, Yayasan Tzu Chi, dan Master Cheng Yen. Melalui program perkenalan pendek ini dan pamflet berisi Kata-kata Mutiara dari Master Cheng Yen, para penerima bantuan belajar tentang yayasan yang menghormati semua makhluk hidup, dan saling berbagi berkah, tidak peduli berapapun nilainya.
Tergerak dengan pesan-pesan yang membangkitkan semangat dari Master Cheng Yen, para korban badai tidak ragu-ragu untuk berbagi sedikit yang tersisa dari mereka kedalam celengan Tzu Chi yang sedang diedarkan.

Memberi adalah hak istimewa orang-orang yang tulus. Para penerima bantuan mempraktekkan apa yang diajarkan Master Cheng Yen dengan memasukkan donasi kedalam celengan Tzu Chi.
Di Sibonga, para penerima bantuan memasukkan koin-koin terakhir mereka kedalam celengan untuk membantu orang lain.
Seroang relawan memperkenalkan Master Cheng Yen kepada para penerima bantuan.

Penerima bantuan yang lain, seperti Cecilia Alcedera, menawarkan untuk membagi beras bantuan yang dia terima  kepada lima orang tetangganya yang nama mereka tidak masuk kedalam daftar calon peneruma bantuan yang dibuat oleh pemerintah setempat. “Setiap orang dikomunitas ini adalah korban badai Odette,” dia menjelaskan tentang kemurahan hatinya,”Itulah mengapa penting untuk saling menolong dan menjaga satu sama lain, terutama mereka yang benar benar membutuhkan.”

Cecilia Alcedera (kanan) membagi beras yang dia terima kepada lima orang tetangganya. Salah satunya adalah Erlinda Casimondo (kiri), 78 tahun. "Berasnya sangat enak. Ini benar benar berkah," katanya.

Butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum para korban badai di Cebu atau tempat lainnya bisa memperoleh kembali apa yang hilang akibat badai Odette. Bantuan dari relawan Tzu Chi dan inspriasi dari ajaran Master Cheng Yen adalah langkah awal untuk perjalanan panjang dan penuh harapan kedepan.

Penerima bantuan Alma Austero tidak dapat menahan airmatanya ketika dia tahu bahwa dia juga akan menerima bantuan keuangan dari Tzu Chi. Selain kehilangan tempat tinggalnya akibat badai, Austero yang merupakan ibu dari enam orang anaknya adalah penderita gagal ginjal. "Saya sangat berterima kasih kepada Tzu Chi ! Saya belum pernah menerima bantuan seperti ini sebelumnya. Anda adalah satu-satunya yang melakukan ini dan kami tidak pernah mengharapkannya," katanya.
Seorang penerima bantuan menangis terharu setelah tahu juga akan menerima bantuan keuangan dari Yayasan Tzu Chi.

Mari bersama Yayasan Tzu Chi menolong saudara-saudara kita di Visayas dan Mindanao untuk bangkit kembali setelah bencana mengerikan ini. Bantuan anda akan membantu mereka agar bisa mendapatkan akses ke makanan, minuman, dan kebutuhan dasar lainnya.
Mohon kirim detail tentang donasi anda dan bukti transfer ke nomor Handphone : (0967)211-0940 (yang juga merupakan akun Line/Vibe/WeChat) untuk mempermudah kami mengirimkan tanda-terima donasi anda. Terima Kasih.

Metro Bank.
Nama Rekening : Buddhist Compassion Relief Tzu Chi Foundation Philippines Inc.
Nomor Rekening : 163-3-163-07190-9

BDO
Nama Rekening : Buddhist Compassion Relief Tzu Chi Foundation Philippines Inc.
Nomor Rekening : 011-9-7800-180-0

Sumber : www.tzuchi.org.ph
Jurnalis : Joy Rojas,
Fotografer : Joy Rojas,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.

rp888

rp888

https://cestoballargentino.com/

https://futurerockstarsofamerica.com/

https://christopheranton.net/

https://stuartspitzer.com/

https://yougaku-data.com/

rp888

rp8888

FORWIN8

rp888

rp888

forwin8