Kegiatan Internasional

Bantuan Makanan Hangat dan Medis ke Wilayah Gaza di Tengah Konflik Yang Sedang Berlangsung

Konflik yang sedang berlangsung di Gaza telah memicu krisis kemanusiaan yang parah, menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Sebagai wilayah yang dibentuk oleh konflik selama berabad-abad, Gaza telah menghadapi beberapa permusuhan paling intens sejak tanggal 7 Oktober 2023 — tingkat yang belum pernah terjadi sejak tahun 1948. Kerusakan yang meluas telah membuat sebagian besar Jalur Gaza hancur, sangat menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan.
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), hingga bulan November 2025, lebih dari 72.000 orang telah meninggal, dengan lebih dari 170.000 orang terluka. Namun, memverifikasi angka pasti masih sulit di tengah kekerasan yang terus berlanjut dan runtuhnya infrastruktur. Sebagai respons terhadap krisis tersebut, bantuan kemanusiaan telah mencapai Palestina, menandai negara ke-137 yang menerima bantuan melalui upaya ini. Upaya ini mencerminkan kolaborasi lintas batas dan organisasi untuk meringankan penderitaan yang disebabkan oleh konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan.

Memberikan bantuan kebutuhan pokok di Gaza
Meskipun menghadapi tantangan logistik dan keamanan yang sangat besar, upaya untuk mengirimkan makanan kepada warga sipil di Gaza terus berlanjut. Faisal Hu (胡光中), Direktur Tzu Chi Turki, mengetahui bahwa Tai-Hsiang Cheng (鄭泰祥), Ketua Masjid Agung Taipei, telah mendukung seorang temannya di Gaza yang telah menyiapkan makanan hangat untuk penduduk selama lebih dari setahun. Tergerak oleh upaya ini, Hu memulai kampanye penggalangan dana di Turki, menerima sumbangan dari sukarelawan lokal serta fakultas dan siswa dari Sekolah Internasional El Menahil. Dana yang terkumpul — sebanyak US$4.436 — dikirim ke Masjid Agung Taipei untuk mendukung persiapan makanan di Gaza.

Para sukarelawan Tzu Chi di Turki secara rutin mengadakan distribusi bantuan di Sekolah Internasional El Menahil, mendukung keluarga Suriah dan Turki yang membutuhkan. Penerima bantuan juga menyumbangkan dana untuk membantu masyarakat Gaza, turut merasakan penderitaan mereka.

Meskipun jumlahnya sederhana, bantuan tersebut mengandung rasa belas kasih yang mendalam. Selama empat hari, yaitu tanggal 26 & 30 September, dan tanggal 2 serta 6 Oktober 2025 — makanan hangat dibagikan kepada sekitar 8.500 anak-anak dan remaja di daerah Khan Younis. Dengan sumber daya yang terbatas, makanan terutama terdiri dari nasi yang dibumbui kunyit, dimasak dalam panci besar di tempat. Anak-anak dan remaja mengantre dengan sabar, bersyukur atas makanan hangat di tengah kelangkaan.

Makanan hangat yang disiapkan di tempat dibagikan kepada warga di daerah Khan Younis di Jalur Gaza di tengah kekurangan yang terus berlanjut.
Anak-anak dan remaja mengantre dengan sabar, bersyukur atas makanan hangat di tengah kelangkaan.

Jalur Bantuan Medis untuk Gaza dan Para Pengungsi
Pada saat yang sama, para sukarelawan di Yordania telah memantau perkembangan di Gaza dengan cermat dan mencari peluang untuk membantu. Kemitraan jangka panjang dengan Organisasi Amal Hashemite Yordania (JHCO) telah memungkinkan koordinasi yang berkelanjutan. Chiou Hwa Chen (陳秋華), CEO Tzu Chi Yordania, mengadakan beberapa diskusi dengan JHCO untuk menjajaki kemungkinan jalur bantuan. Rencana awal pada tahun 2024 untuk mengirimkan kebutuhan medis dan kebutuhan sehari-hari ditangguhkan ketika koridor kemanusiaan ditutup. Pada tahun 2025, diskusi dilanjutkan, menghasilkan rencana untuk donasi signifikan berupa perlengkapan medis, termasuk obat-obatan dialisis, antibiotik, dan obat antijamur untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, pencernaan, dan saluran kemih. Perlengkapan ini dijadwalkan untuk dikirim ke dua rumah sakit lapangan di Gaza pada akhir tahun 2025, diangkut oleh Layanan Medis Kerajaan Yordania. Sebagai langkah pertama, obat-obatan dialisis dikirim ke gudang JHCO pada tanggal 6 Maret, dengan obat-obatan tambahan akan menyusul. Tergantung pada hasil penyampaian bantuan, bantuan lebih lanjut direncanakan mencakup selimut ramah lingkungan, beras, lentil, dan gula.

Pada tanggal 21 September 2025, para sukarelawan Tzu Chi Yordania bertemu dengan Medical Aid for Palestinians (MAP) untuk mempelajari situasi anak-anak penderita kanker di Gaza.

Di luar Gaza, bantuan darurat juga telah diberikan kepada pengungsi Palestina di Yordania. Pada bulan Juni, kerja sama dengan Medical Aid for Palestinians (MAP) memungkinkan Odye, seorang anak laki-laki tuna rungu yang tinggal di kamp pengungsi, untuk menerima implan koklea.
Pada tanggal 16 Oktober, kedua organisasi tersebut kembali bekerja sama untuk menyediakan klinik gigi gratis bagi 107 pasien kanker dari Gaza dan keluarga mereka. Di antara mereka adalah Shaima Zaarab, yang putrinya yang berusia 13 tahun sedang berjuang melawan leukemia. Keluarga tersebut berulang kali mengungsi akibat pertempuran, dan Shaima menggambarkan pengalaman mengerikan mendorong anaknya yang sakit parah dengan gerobak roda tiga untuk mencari bantuan medis. “Saya hanya berdoa agar putri saya selamat,” katanya. Suaminya kehilangan kedua tangan dan satu kaki dalam sebuah pemboman. Setelah berbulan-bulan mengungsi, keluarga tersebut kembali dan mendapati rumah mereka hancur dan satu-satunya rumah sakit kanker di Gaza telah luluh lantak. Dengan bantuan dari Kementerian Kesehatan Gaza, mereka akhirnya dapat mencapai Yordania untuk mendapatkan perawatan. Shaima mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan untuk merawat putrinya dan berbagi harapannya untuk kembali ke rumah setelah anaknya sembuh.
Konflik Israel-Palestina memiliki akar sejarah yang dalam. Sejak Hamas menguasai Gaza pada tahun 2007, wilayah tersebut berada di bawah blokade ketat, yang sangat membatasi pergerakan dan akses terhadap kebutuhan dasar. Bertahun-tahun isolasi, ditambah dengan peperangan yang berkelanjutan, telah menyebabkan warga sipil menghadapi tidak hanya pemboman tetapi juga kelaparan dan kekurangan obat-obatan. Terlepas dari tantangan ini, para pekerja kemanusiaan terus mencari cara untuk memberikan bantuan di mana pun memungkinkan. Dengan ketekunan dan kolaborasi, komitmen tetap ada untuk memberikan perawatan dan bantuan — berdiri di samping rakyat Gaza selama dukungan dibutuhkan.

Sumber : www.global.tzuchi.org,
Jurnalis : Yen Wan-Ting (顏 婉 婷),
Fotografer : Abdulrahman Hritani, Tzu Chi Turki, Lamiya Lin (林 綠 卿),
Diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia oleh : Sik Pin.