Bantuan Pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang
Bulan Oktober adalah bulan dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya air di beberapa wilayah Kabupaten Aceh Tamiang sehingga menyebabkan banjir. Hal ini membuat Yayasan Buddha Tzu Chi wilayah Kualasimpang langsung turun ke lokasi bencana dan memberikan pertolongan untuk masyarakat setempat.
Pada tanggal 20 Oktober 2024, pukul 09.00 WIB, ketika fajar mulai menyingsing, sebanyak 11 orang relawan berkumpul dan memulai aktivitas mereka untuk membagikan 10 kg beras cinta kasih kepada penduduk di beberapa wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Mulai dari menyusun beras ke dalam mobil hingga mempersiapkan daftar nama dilakukan oleh 11 orang relawan tersebut.
Pada tanggal 20 Oktober 2024, pukul 09.00 WIB, ketika fajar mulai menyingsing, sebanyak 11 orang relawan berkumpul dan memulai aktivitas mereka untuk membagikan 10 kg beras cinta kasih kepada penduduk di beberapa wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Mulai dari menyusun beras ke dalam mobil hingga mempersiapkan daftar nama dilakukan oleh 11 orang relawan tersebut.
Ketika matahari sudah terbit mereka mulai bergerak menuju beberapa kecamatan yang terdampak bencana antara lain: Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Seruway.
Dibawah terik matahari para relawan ini terus bergiat menebar cinta kasih untuk membagikan beras cinta kasih untuk 300 kepala keluarga dengan total berat sebanyak 3 ton dengan harapan masyarakat setempat bisa tenang menghadapi hari-harinya pascabencana.
Dibawah terik matahari para relawan ini terus bergiat menebar cinta kasih untuk membagikan beras cinta kasih untuk 300 kepala keluarga dengan total berat sebanyak 3 ton dengan harapan masyarakat setempat bisa tenang menghadapi hari-harinya pascabencana.
Syuibun Anwar, salah seorang relawan, merasakan sukacita yang luar biasa di kala membagikan beras kepada korban bencana. Ia berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat. “Semoga keadaan ini lekas membaik dan masyarakat bisa beraktivitas seperti semula,” doanya penuh sukacita.
Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Dok. relawan Tzu Chi Aceh,
Editor : Metta Wulandari.
Fotografer : Dok. relawan Tzu Chi Aceh,
Editor : Metta Wulandari.