Bazar Amal di Pematang Siantar: Semangat Cinta Kasih dan Pelestarian Lingkungan
Sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian lingkungan, barang-barang bekas layak pakai seperti pakaian, boneka, dompet, tas, sepatu, dan buku turut dipamerkan. Semua pakaian telah dicuci bersih sebelumnya, memastikan kebersihan dan kenyamanan bagi pembeli.
Bazar ini juga diramaikan oleh aneka jajanan tradisional, seperti tahu kembang, bolu gulung, rujak aceh, puding, lupis, kacang bali, serta Mi DAAI yang menjadi favorit di acara perdana ini. Berbagai minuman herbal buatan relawan turut melengkapi bazar amal ini. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, mulai dari 5 ribu hingga 20 ribu rupiah, memberikan kesempatan bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk berbelanja.
Sambutan Positif Masyarakat
Koordinator acara bazar ini, Kwihong, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2025. “Sungguh luar biasa tanggapan masyarakat, terutama di stan pakaian layak pakai. Kami memberikan harga semurah mungkin agar semua orang bisa membeli dan bersukacita,” ujarnya bersemangat.
Antusiasme masyarakat semakin terasa menjelang siang hari. Para relawan dengan ramah melayani pembeli di berbagai stan. Salah satu pengunjung, Rosalina Simanjuntak, memberikan komentar positif. “Senang sekali bisa mendapatkan baju cantik dengan harga murah. Semoga bazar seperti ini sering-sering diadakan untuk membantu orang-orang seperti kami,” harapnya.
Beberapa pengunjung juga memberikan donasi ke kotak amal meski mereka tidak berbelanja. Hal ini disambut dengan penuh rasa haru dan syukur oleh para relawan. Herwin, salah satu pengunjung, mengaku senang berinteraksi langsung dengan relawan Tzu Chi. “Relawan Tzu Chi ramah, rapi, beretika baik, dan juga menolong sesama tanpa pandang bulu. Salut!” pujinya.
Bazar amal ini memberikan pelajaran berharga bahwa beramal bisa dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari membuat makanan dan minuman, hingga menyebarkan nilai-nilai cinta kasih melalui Buletin dan Majalah Tzu Chi. Selain itu, kegiatan ini menyampaikan pesan penting tentang pelestarian lingkungan. Membeli barang bekas layak pakai menjadi cara bijak untuk mengurangi pembelian barang baru dan memanfaatkan kembali apa yang masih dapat digunakan.
Fotografer : Ai Ly (Tzu Chi Tebing Tinggi),
Editor : Hadi Pranoto.