Berbagi dan Tebarkan Cinta Kasih Menjelang Bulan Suci Ramadan
Menyambut datangnya bulan Suci Ramadan, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama PT. Samudra Marine Indonesia (SMI), kembali berbagi untuk warga yang kurang mampu, janda dan juga anak yatim, dengan membagikan 1.300 paket sembako untuk empat desa yaitu Desa Bojo Negara, Desa Karang Kepuh, Desa Mangkunegara, dan Desa Kertasana, di Serang, Banten pada hari Sabtu, 2 Maret 2024. Bantuan ini disambut dengan sangat antusias oleh para warga mengingat harga bahan pangan di pasaran tengah melonjak tinggi dan membuat warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan pedagang kesusahan memenuhi kebutuhan. Tak kalah antusias dengan warga, 70 relawan Tzu Chi, DAAI TV, Tzu Chi Hospital, PT. Samudera Marine Indonesia, dan PT. Batu Alam Makmur, bersatu hati dalam kegiatan pembagian paket tersebut dan tentunya dipenuhi sukacita.
Banyak cara relawan untuk menuju wilayahnya, ada yang mengendarai mobil maupun sepeda motor. Cuaca hari itu juga tidak terlalu bersahabat, beberapa wilayah mulai turun hujan, saat para relawan memulai tugasnya membagikan kupon. Tetapi itu tidak menyurutkan semangat relawan, saat hujan turun mereka berteduh dan menunggu hujan reda, setelah menunggu beberapa saat hujan pun reda dan relawan melanjutkan untuk membagikan kupon. Ada yang menyusuri gang-gang kecil di kampung, mendatangi perahu-perahu nelayan ataupun mendatangi para nelayan di tempat pelelangan hasil laut.
Kebahagiaan dari masyarakat sudah dirasakan saat mereka mendapatkan kupon paket sembako, senyum mereka terpancar saat para relawan mendatangi rumah mereka satu persatu. Hal itu pun di rasakan oleh para relawan salah satunya Shinta dari He Qi Utara 1 yang sudah kedua kalinya datang ke Serang untuk bersumbangsih kepada masyarakat sekamir sana.
Ketika mengetahui dirinya mendapat bantuan sembako dari Tzu Chi dan SMI itu menjadi kabar bahagia bagi Cici pasalnya beras di rumahnya kebetulan sudah habis dan sempat kebingungan untuk membelinya sedangkan harga beras dan sembako sudah mulai melonjak tinggi.
“Harga sembako udah tinggi, saya ngerasa cukup berat apalagi di tahun ini harus lewatin tanpa suami. Nggak tahu tahun-tahun berikutnya akan seperti apa saya hanya serahkan sama Allah,” cerita Cici, tanpa kuasa untuk menahan air matanya. “Bersyukurnya saya dikelilingi orang-orang baik, ada aja bantuan dari saudara-saudara dari dan pihak-pihak lain seperti hari ini ada bantuan dari Tzu Chi dan SMI, ini benar-benar berarti banget buat saya, sangat membantu untuk beberapa hari ke depan. Alhamdulillah saya ucapkan banyak terima kasih, udah peduli sama kami yang sudah tidak ada suami ini (janda),” ungkap Cici.
“Saat dapat kabar itu saya kaget langsung lemas, karena tiba-tiba dan sangat sedih sekali seperti tidak mampu menjalani hari-hari. Sedih juga anak saya selalu nanya bapaknya, nggak kuat dengarnya,” cerita Kholifah sambil menangis.
Kholifah kini hidup dengan putri semata wayangnya dan tinggal di tempat orangtuanya. Support dari orang-orang terdekat lah yang membuat ia lebih kuat menjalani hari-harinya. Bantuan dari Tzu Chi dan SMI ini juga membantunya bangkit dari kesedihan, ia pun mengerti kalau banyak orang yang peduli padanya dan anaknya.
“Alhamdullilah terbantu sekali, beras dan sembako bisa dipergunakan untuk makan sehari-hari saya dan anak mungkin sampai seminggu ke depan. Karena harga sembako yang lagi tinggi juga jadi ini bener-bener terbantu. Buat Tzu Chi yang membantu anak yatim dan janda seperti saya dan lainnya, saya ucapkan terima kasih banyak, saya senang sekali,” ungkap Kholifah dengan mata berkaca-kaca.
Marcella yang sempat juga membantu para penerima membawa sembako mengaku awalnya merasa paket tersebut berat tapi setelah melihat para penerima senyum dan senang saat paket mereka ia bantu bawakan, rasa lelah atau berat yang dirasakan Marcella hilang begitu saja. “Seperti ada kesenangan dan kepuasan tersendiri. Pelajaran yang saya dapat dalam kegiatan ini, jangan lupa untuk berbagi. Berbagi itu indah kok, berbagi itu bisa membuat kami jadi sadar kalau masih banyak orang di sekitar kami yang perlu kami pikirkan juga. Dengan berbagi membuat kami sadar kalau nggak selamanya kami selalu di atas, adakalanya kami di bawah jadi kami harus selalu menolong sesama kapan pun dan dimana pun,” ungkap Marcella.
Semoga Bantuan Sembako Ramadan ini dapat meringankan beban para penerima dan menjadi berkah bagi semuanya.
Fotografer : Clarissa Ruth, Henry Tando (He Qi Muara Karang),
Editor : Metta Wulandari.