Berbagi Kasih di Panti Wisma Sahabat Baru
“Kita memanfaatkan hari libur untuk mengunjungi opa oma yang ada di panti ini. Dan saya rasa dari kunjungan ini, saya merasa hari libur kita lebih bermakna. Selain bisa berbagi dengan opa oma, kita juga belajar praktik cinta kasih, memberikan kebahagiaan, dan kehangatan layaknya mereka orang tua kita sendiri. Meski kunjungan ini sebentar, semoga banyak hal baik yang bisa kami bawa pulang,” ujar Marcella Nathania, salah satu relawan.
Begitu tiba di panti, relawan segera berbaur dengan opa oma. Sebuah ruangan besar menjadi pusat semua kegiatan. Di sisi pinggir digunakan sebagai tempat tidur, sementara di bagian tengah dijadikan tempat makan, minum, berkumpul, dan juga aktivitas lainnya mulai dari mewarnai, membuat karya sederhana, hingga bernyanyi bersama. Fasilitas yang sederhana ini membuat interaksi antar opa oma dan relawan terasa sangat dekat dan hangat.
Momen-momen kecil ini terasa sangat menyentuh. Ada oma yang tersenyum lebar ketika mendengar lagu kesukaannya dinyanyikan bersama. Sementara yang lain ada yang menunjukkan hasil mewarnainya dengan bangga, seolah kembali menjadi anak-anak.
“Senang ya sudah dikunjungi, diajak nyanyi. Sering-sering main ke sini ya biar kami ada teman bercerita,” ujar Tati Sumiati, salah satu oma penghuni panti.
Dalam kunjungan ini, relawan juga membawa sejumlah bantuan berupa sembako dan kebutuhan lansia seperti pampers, minyak kayu putih, dan perlengkapan harian lainnya.
Pihak pengurus panti menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam, sekaligus menjelaskan bahwa mereka menghadapi banyak tantangan seperti keterbatasan tenaga, biaya, dan fasilitas, sehingga uluran tangan dari para relawan sangat membantu.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama serta pesan singkat dari pengurus panti yang berharap agar silaturahmi dan kunjungan seperti ini dapat terus berlanjut. Bagi para relawan, kegiatan ini menjadi pengingat untuk lebih menghargai orang tua, bersyukur atas keluarga yang dimiliki, dan terus menumbuhkan rasa empati dalam kehidupan sehari-hari. Meski sederhana, dua jam yang dihabiskan bersama para opa dan oma memberikan makna yang dalam bahwa cinta kasih selalu memiliki ruang untuk dibagikan, dan senyum kecil dari mereka adalah hadiah paling besar yang bisa dibawa pulang.
Fotografer : Ribka Naomi Dwitasari (Tzu Chi Sinar Mas),
Editor : Khusnul Khotimah.