Berbagi Kebahagiaan dengan 1.256 Paket Lebaran
Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Tzu Chi Pekanbaru memberikan bantuan 1.256 paket sembako kepada masyarakat prasejahtera tanpa memandang perbedaan agama dan suku kepada masyarakat di Pekanbaru, Tualang-Kabupaten Siak, dan kota Dumai. Untuk wilayah Pekanbaru, pembagian paket sembako dilakukan di tiga kelurahan. Sedangkan di Dumai, pembagian dilakukan di dua kelurahan, dan untuk Tualang dilakukan di satu kelurahan, dengan jumlah keseluruhan sebanyak enam kelurahan.
Sebelum pembagian paket sembako, relawan di berbagai komunitas telah melakukan pembagian kupon secara langsung kepada warga dari rumah ke rumah dengan didampingi oleh Ketua RT dan RW setempat. “Saya berharap sembako yang diberikan oleh Tzu Chi bisa bermanfaat bagi masyarakat. Rangkaian proses untuk memberikan sembako ini menurut saya sangat bagus, apalagi ketika membagikan kupon, relawan langsung turun untuk melihat kondisi masyarakat, sehingga bantuan tepat pada sasaran,” ujar Agus Hatorangan, Ketua RW 06, Kelurahan Kampung Melayu.
Dalam pembagian paket sembako ini relawan bahkan turut membantu masyarakat yang kesulitan untuk membawa paket sembakonya. Dengan wajah penuh senyum, relawan mengangkat karung-karung beras, kemudian mengantarkannya hingga ke kendaraan mereka.
“Melalui kegiatan ini, saya bisa membantu orang lain. Walaupun tidak bisa membantu secara materi, tetapi saya akhirnya bisa membantu orang lain dengan menggunakan tenaga. Saya merasa senang melihat orang-orang yang bisa saya bantu. Saya tidak merasa lelah walau sudah membantu sejak pagi, karena senyuman masyarakat yang merasa terbantu membuat seluruh rasa lelah saya hilang,” kata Hilery, salah satu relawan yang turut membantu kegiatan ini.
Tak lupa pula, Tzu Chi Pekanbaru juga turut menyediakan celengan bambu, dengan tujuan agar masyarakat yang datang dapat menciptakan kembali berkah yang telah ia terima. Setiap orang dapat bersumbangsih dengan sukarela sesuai dengan prinsip Dana Kecil Amal Besar. Besar kecilnya nilai yang didanakan bukanlah yang utama, tetapi niat baik dan cinta kasih yang terbangkitkan untuk ikut peduli dan berbagi kepada orang lain, itu yang terpenting.
Dalam pembagian paket sembako ini relawan bahkan turut membantu masyarakat yang kesulitan untuk membawa paket sembakonya. Dengan wajah penuh senyum, relawan mengangkat karung-karung beras, kemudian mengantarkannya hingga ke kendaraan mereka.
“Melalui kegiatan ini, saya bisa membantu orang lain. Walaupun tidak bisa membantu secara materi, tetapi saya akhirnya bisa membantu orang lain dengan menggunakan tenaga. Saya merasa senang melihat orang-orang yang bisa saya bantu. Saya tidak merasa lelah walau sudah membantu sejak pagi, karena senyuman masyarakat yang merasa terbantu membuat seluruh rasa lelah saya hilang,” kata Hilery, salah satu relawan yang turut membantu kegiatan ini.
Tak lupa pula, Tzu Chi Pekanbaru juga turut menyediakan celengan bambu, dengan tujuan agar masyarakat yang datang dapat menciptakan kembali berkah yang telah ia terima. Setiap orang dapat bersumbangsih dengan sukarela sesuai dengan prinsip Dana Kecil Amal Besar. Besar kecilnya nilai yang didanakan bukanlah yang utama, tetapi niat baik dan cinta kasih yang terbangkitkan untuk ikut peduli dan berbagi kepada orang lain, itu yang terpenting.
“Yang jelas kita adalah makhluk sosial, tidak terlepas dari lingkungan sekitarnya. Dengan hal sekecil itu mungkin bermanfaat buat yang lain dan sebagai aspirasi buat yang lain untuk mengikuti kebaikan tersebut, sebab berbagi itu baik,” tutur Haji Basuki, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kelurahan Air Hitam yang ikut merespon dana kecil amal besar.
”Warga prasejahtera di sini merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih, ini sangat luar biasa, semoga Yayasan Buddha Tzu Chi terus melaksanakan kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat,” ujar Zulfi Ijum, Lurah Air Hitam yang juga turut bersumbangsih ke celengan bambu Tzu Chi.
Fotografer : Zhen Shan Mei Tzu Chi Pekanbaru,
Editor : Hadi Pranoto.