Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Bodhisattva Terjun ke Tengah Masyarakat untuk Menjalin Jodoh Baik

Saya merasa sangat bersyukur. Dalam hidup ini, yang paling penting ialah ketika ada hal yang baik, kita harus memanfaatkan waktu untuk langsung melakukannya. Hendaknya setiap orang membangkitkan niat baik untuk melakukan hal yang benar. Lihatlah, insan Tzu Chi mendirikan Aula Jing Si di Kelantan. Arah kebajikan bagaikan pelita yang menerangi kita. Oleh karena dibangun dengan penuh kesungguhan hati, setiap ladang pelatihan tampak begitu agung. Memang tidak megah dan besar, tetapi sangat agung dan khidmat.
Tempat kita mungkin bukan bangunan besar yang megah, tetapi semuanya tampak begitu anggun dan khidmat. Meski saya tidak dapat pergi ke sana secara langsung, ketika melihatnya, muncul rasa hormat dari dalam hati saya. Melihat ladang pelatihan seperti ini, hati saya merasa sukacita. Semuanya telah menghimpun kekuatan cinta kasih. Inilah rasa hormat. Hati kalian penuh dengan kesatuan dan keharmonisan. Semua orang bekerja sama dengan harmonis. Inilah harapan terbesar saya terhadap insan Tzu Chi.
Semua insan Tzu Chi selalu bersumbangsih tanpa pamrih. Niat hati ini sangat luhur. Ketika kita benar-benar bersumbangsih tanpa pamrih, hati akan dipenuhi rasa sukacita. Ketika melihat bangunan dapat berdiri, muncul pula sukacita Dharma di dalam hati. Kita akan merasakan sukacita Dharma dan hati dipenuhi dengan rasa syukur. Semua ini bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja bersama. Oleh karena itu, saya merasa sangat bersyukur.
Ladang pelatihan kita ini sangatlah bernilai. Nilainya bukan diukur dari berapa banyak biaya yang digunakan untuk membangun, melainkan dari berapa banyak hati yang terhimpun. Jumlahnya sungguh tak terhingga. Kita sering mengatakan tentang pahala yang tak terhingga. Satu ungkapan “pahala tak terhingga” sudah mencakup semua yang tidak terhingga. Saya benar-benar merasa bersyukur.
Meski saya belum pernah pergi ke Kelantan, saya sudah melihat bahwa tempat itu sangatlah indah. Kalian yang berada di sana sangat dipenuhi berkah. Yang paling penting ialah hati orang-orang di sana sangatlah sederhana dan murni. Sekarang ini tidak banyak lagi tempat yang memiliki kesederhanaan seperti itu.
Jadi, hendaknya kalian menghargai berkah dengan terus menciptakan berkah. Dengan menciptakan berkah, hati kita akan merasa sukacita dan tenang. Jadi, hendaknya kita membangkitkan rasa syukur. Satu orang tidak dapat menyelesaikan semuanya; banyak orang dapat mewujudkan energi berkah yang besar. Hendaknya kita saling mengucapkan terima kasih. Saya merasa sangat terharu.
Jika ada kesempatan dan waktu luang, datanglah lebih sering ke Taiwan. Bagi kalian, kembali ke sini sangat mudah, tetapi sulit bagi saya untuk bepergian. Jadi, hendaknya kalian datang lebih sering untuk menemui saya. Usia saya sudah lanjut. Saya sangat ingin bertemu murid-murid saya. Meski ketika kalian kembali saya tidak dapat menyebut nama kalian satu per satu, kalian bisa segera memperkenalkan diri kepada saya dengan menyebutkan nama dan berasal dari daerah mana. Dengan begitu, saya akan mengetahuinya.
Setiap kali melihat kalian, saya merasa sangat senang. Kekuatan kebersamaan yang terhimpun di tempat kalian sungguh luar biasa. Para anggota Tzu Cheng juga terlihat sangat sungguh-sungguh, bahkan bersedia turun langsung menjadi koki. Mereka selalu bersedia melepaskan status diri dan tidak membeda-bedakan pekerjaan. Semuanya saling berterima kasih dan saling menghormati. Inilah yang disebut hati yang setara.
Buddha datang ke dunia dengan satu tujuan yang sangat besar, yaitu terjun ke tengah masyarakat untuk membabarkan Dharma dan membimbing semua makhluk agar dapat menyingkirkan kesombongan. Buddha ingin semua orang memahami bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki hakikat kebuddhaan. Oleh karena itu, dalam hubungan antarmanusia, kita harus bersukacita, bersyukur, dan saling menghormati.
Bisa jadi orang yang berada di hadapan kita adalah seorang Bodhisattva. Seorang Bodhisattva tidak pernah berkata bahwa dirinya sudah menjadi Bodhisattva dan tinggal di tanah suci. Bodhisattva tidak sampai hati melihat makhluk hidup menderita. Selama di dunia ini masih ada kegelapan batin dan penderitaan, para Buddha dan Bodhisattva akan terus hadir di dunia untuk membimbing semua makhluk.
Setiap kali melihat kalian, saya selalu memandang kalian sebagai Bodhisattva. Oleh karena itu, saya selalu berkata bahwa saya menghormati dan berterima kasih kepada kalian. Kalian dapat melihat saya karena memiliki jalinan jodoh dalam hidup ini. Saya hanya lebih dahulu melangkah ke dalam ajaran Buddha dibandingkan kalian karena usia saya memang lebih tua. Terlebih lagi, saya telah memiliki jalan yang benar, yaitu menjalankan Tzu Chi. Berkat adanya Tzu Chi, kita memiliki jalinan jodoh ini. Ketika semua orang berhimpun, terciptalah kekuatan yang besar.
Sesungguhnya, Tzu Chi telah melakukan banyak hal baik bagi dunia. Anggota komite Tzu Chi dan Tzu Cheng senantiasa membimbing semua orang di dunia dengan kesungguhan hati. Hendaknya kalian terus membimbing mereka yang berjodoh dengan kalian. Hendaknya kita menggenggam jalinan jodoh. Kelantan juga merupakan tempat yang dipenuhi jalinan jodoh. Saya sangat berharap kalian bisa terus terjun ke tengah masyarakat untuk menyemangati semua orang dan menjalin jodoh baik.
Buddha berkata bahwa melatih diri itu tidak ada cara lain selain menjalin jodoh baik. Buddha sendiri juga berulang kali datang ke dunia dari kehidupan ke kehidupan untuk menjalin jodoh baik dengan semua makhluk. Inilah kekuatan yang membuat Beliau mencapai kebuddhaan. Makin banyak orang mengetahui apa yang Anda lakukan, makin banyak pula yang akan datang mendukung. Dengan demikian, Anda sudah menjalin jodoh dengan mereka.
Saat ini, kita semua adalah Bodhisattva, yaitu makhluk dengan cinta kasih berkesadaran. Semuanya telah tersadarkan dan bersedia terjun ke tengah masyarakat untuk menjalin jodoh baik. Inilah yang disebut memiliki kasih sayang. Jadi, kita disebut makhluk yang memiliki cinta kasih berkesadaran. Kalian harus benar-benar mendengarkan perkataan saya ini. Hendaknya kalian terjun ke tengah masyarakat untuk menjalin jodoh baik sebagai insan yang memiliki cinta kasih berkesadaran.

Ladang pelatihan yang agung dan anggun memancarkan suasana khidmat
Bekerja sama dengan satu hati dan harmonis untuk menciptakan pahala yang tak terhingga
Membimbing semua makhluk dengan rasa syukur dan hormat
Bodhisattva terjun ke tengah masyarakat untuk menjalin jodoh baik

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 18 April 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 20 April 2026