Body and Soul, Harmoni Antara Tzu Chi dan Taichi Dumai
Pagi yang hangat di Jalan Takari, Kota Dumai, pada tanggal 11 Maret 2026, menjadi saksi harmoni antara 14 relawan Tzu Chi Pekanbaru dan 34 anggota grup Taichi Dumai dalam acara Tea Gathering. Suasana kekeluargaan langsung terasa saat relawan disambut dengan tangan terbuka, yang kemudian berlanjut pada sesi senam dan peragaan isyarat tangan (Shou Yu) bersama.
Seusai senam dan peragaan isyarat tangan, keakraban berlanjut di meja makan saat 14 relawan Tzu Chi dan 34 anggota Taichi Dumai menyantap sarapan vegetarian bersama, mulai dari lontong hingga bihun goreng. Di tengah hangatnya teh dan kopi, Valentina (relawan Tzu Chi) berbincang akrab dengan Ibu Rohana (Ketua Taichi Dumai) mengenai pentingnya keseimbangan hidup. Mereka sepakat bahwa jika Taichi menguatkan raga, maka Tzu Chi menyehatkan batin; sebuah sinergi sempurna untuk mencapai jiwa dan tubuh yang benar-benar sehat.
Seusai senam dan peragaan isyarat tangan, keakraban berlanjut di meja makan saat 14 relawan Tzu Chi dan 34 anggota Taichi Dumai menyantap sarapan vegetarian bersama, mulai dari lontong hingga bihun goreng. Di tengah hangatnya teh dan kopi, Valentina (relawan Tzu Chi) berbincang akrab dengan Ibu Rohana (Ketua Taichi Dumai) mengenai pentingnya keseimbangan hidup. Mereka sepakat bahwa jika Taichi menguatkan raga, maka Tzu Chi menyehatkan batin; sebuah sinergi sempurna untuk mencapai jiwa dan tubuh yang benar-benar sehat.
Mengangkat tema “Menciptakan Kehidupan yang Bernilai,” Tea Gathering ini menekankan bahwa esensi hidup terletak pada manfaat yang kita berikan bagi sesama. Melalui momen ini, relawan Tzu Chi dan komunitas Taichi diajak untuk menggenggam waktu dan memanfaatkan setiap kesempatan demi kebaikan semua makhluk. Sebagaimana tim Taichi yang mendedikasikan diri pada kesehatan raga, relawan Tzu Chi pun bergerak membantu mereka yang sakit dan kesusahan, sehingga kedua upaya ini bersinergi menjadikan hidup jauh lebih bermakna dan seimbang.
Acara dibuka dengan pengenalan filosofi Tzu Chi oleh Valentina yang disimak antusias oleh seluruh peserta, termasuk Ibu Rohana selaku Ketua grup Taichi Dumai. Ibu Rohana mengungkapkan kepuasan pribadinya karena kini memahami sejarah Tzu Chi dari awal mula perjuangan Master Cheng Yen hingga berkembang pesat seperti saat ini. “Semoga kami dari grup Taichi, terutama ibu-ibu, bisa berkontribusi di Tzu Chi sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Acara dibuka dengan pengenalan filosofi Tzu Chi oleh Valentina yang disimak antusias oleh seluruh peserta, termasuk Ibu Rohana selaku Ketua grup Taichi Dumai. Ibu Rohana mengungkapkan kepuasan pribadinya karena kini memahami sejarah Tzu Chi dari awal mula perjuangan Master Cheng Yen hingga berkembang pesat seperti saat ini. “Semoga kami dari grup Taichi, terutama ibu-ibu, bisa berkontribusi di Tzu Chi sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Jeffry, Wakil Ketua Tzu Chi Komunitas Dumai, berharap Tea Gathering ini menjadi benih tumbuhnya barisan relawan baru melalui jalinan jodoh yang baik. Baginya, kolaborasi ini adalah perpaduan sempurna antara olah fisik dari Taichi dan olah jiwa dari Tzu Chi.
“Kami ingin anggota Taichi mengenal kami lebih dalam hingga muncul keinginan untuk bergabung, bahkan mengajak keluarga mereka. Jika Taichi melatih raga, Tzu Chi melatih jiwa; sehingga tercipta keseimbangan body and soul agar raga, pikiran, dan hati kita semua sehat,” ungkapnya.
“Kami ingin anggota Taichi mengenal kami lebih dalam hingga muncul keinginan untuk bergabung, bahkan mengajak keluarga mereka. Jika Taichi melatih raga, Tzu Chi melatih jiwa; sehingga tercipta keseimbangan body and soul agar raga, pikiran, dan hati kita semua sehat,” ungkapnya.
Jurnalis : Valentina Angela (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Amy Parmi, Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Khusnul Khotimah.
Fotografer : Amy Parmi, Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Khusnul Khotimah.