Cinta Kasih di Lahan Baru Menghadirkan Ribuan Senyuman di Bulan Ramadan
Ya, lahan baru yang tepatnya beralamat di Jl. Penyaringan No. 6, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 2, Kota Palembang ini, ternyata sedang mempersiapkan diri untuk pelaksanaan kegiatan bakti sosial “Pembagian Paket Cinta Kasih”. Menariknya, lahan baru ini juga akan menjadi saksi sejarah atas rencana pembangunan sebuah “rumah baru” para relawan Tzu Chi, yaitu Kantor Penghubung Palembang.
Para relawan Tzu Chi Palembang pun terlihat sangat bersemangat dan bersukacita mempersiapkan diri untuk menyambut para warga yang sudah menunggu. Tepat pada pukul 08.00 WIB, kegiatan baksos “Pembagian Paket Cinta Kasih” resmi dimulai. Setiap warga dengan barisan rapi dan teratur diarahkan sesuai dengan alur yang sudah dipersiapkan, sehingga kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.
Momen puncak berbagi kebahagiaan seperti ini sebenarnya sudah sangat dinantikan oleh setiap relawan. Sebab, seminggu sebelumnya, 9 Maret 2024, telah dilaksanakan kegiatan Survei dan Pembagian Kupon Paket Cinta Kasih, yang diikuti oleh 163 orang relawan. Tercatat, kupon yang dicetak untuk survei ada sebanyak 3.000 lembar, dan yang berhasil dibagikan sebanyak 2.368 lembar.
Acara dibuka dengan penjelasan ringkas terkait maksud tujuan diadakannya kegiatan baksos kali ini oleh Subianto selaku Koordinator Bidang Kegiatan. Selain sebagai aksi nyata Misi Amal Tzu Chi kepada masyarakat, kegiatan tahunan ini juga sekaligus diadakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah.
Selanjutnya, acara diisi dengan pesan cinta kasih menyentuh dari. Dalam sambutannya, beliau berharap paket sembako yang berasal dari donasi dan kumpulan “cinta kasih” banyak orang ini sejatinya bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para warga yang membutuhkan.
Peragaan isyarat tangan khas Tzu Chi pun tidak luput ditampilkan oleh para relawan. Lagu Satu Keluarga menjadi pilihan yang sangat tepat. Para warga yang hadir pun ikut larut dalam suasana sambil memeragakan isyarat tangan yang dipandu dengan gerakan lembut para relawan. Kolaborasi yang mengalir sinergis dan penuh dengan sukacita ini sungguh semakin menambah keakraban kekeluargaan dan keharmonisan suasana yang ada.
Turut hadir juga para tamu undangan perwakilan dari pemerintah dalam kegiatan baksos ini, yaitu Muhammad Irman, S.STO., M.Si., selaku Camat Ilir Timur 2 Palembang, yang didampingi oleh Riky Yuda Mirangga S.H., selaku Lurah 3 Ilir, Kompol Desy Ariyanti, S.H., M.H., selaku Kapolsek Ilir Timur 2 Palembang, dan juga Kapten Czi Junaidi, selaku Danramil 418-03/Plaju. Semuanya sepakat menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi.
Kehadiran relawan Tzu Chi selama ini diakui sudah memberikan dampak yang nyata dan sangat positif kepada seluruh elemen dalam masyarakat termasuk pemerintah. Terbukti, dalam kegiatan baksos pembagian sembako kali ini yang benar-benar ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan, yaitu para warga menengah ke bawah sebagai penerima manfaat, khususnya di Kecamatan Ilir Timur 2. Harapannya, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bisa terus konsisten dalam menjalankan misi amal sosialnya di tengah masyarakat.
Rasa penuh syukur diungkapkan salah satu warga yang sudah berlanjut usia, yaitu Suhaimi (70) dari RT 25 yang didampingi oleh cucu dan tetangganya Yudi dahlan (54) serta juga Zainal Arifin (50) selaku Ketua RT 25 yang terpilih sejak 6 bulan yang lalu, yang juga merupakan penerima paket cinta kasih.
“Alhamdulillah, ramai membludak, kami bersyukur sekali bisa mendapat bantuan dan kami juga berterima kasih. Harapannya semoga semua sehat dan semakin maju sehingga makin banyak orang yang bisa dibantu. Dan jika masih ada umur dan kesempatan masih bisa menerima baksos lagi,” ujar Suhaimi dengan haru. Ia ternyata sudah pensiun dari berjualan ikan sejak istrinya meninggal dunia 2015. Selama ini biaya hidup dibantu oleh ke 5 anaknya yang sudah mandiri dan berumah tangga.
Zainal lebih lanjut menerangkan bahwa Suhaimi juga sudah terdaftar dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sejak 2019, dan dari 75 KK di wilayahnya, hanya 65 KK yang berhak menerima paket. “Agak terbantu bagi warga kami, terutama menjelang Ramadan ini. Karena kalau dari bansos pemerintah sendiri, dirasakan kurang tepat sasaran dikarenakan data yang masuk tidak up-to-date, sehingga yang harusnya penerima bantuan justru tidak mendapat bantuan.”
Zainal juga berharap bahwa ke depannya ada bantuan lain selain baksos sembako, seperti pengobatan gratis, dan juga bedah rumah warga, dikarenakan beliau melihat hal inilah yang dibutuhkan warganya. “Kami siap membantu jika nanti ada kegiatan baksos seperti ini lagi,” begitu ungkap beliau dengan semangat saat berbincang dengan tim dokumentasi.
“Kami sekeluarga sangat terbantu, apalagi dalam keadaan sulit ini. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas bantuan yang sudah diberikan kepada kami dan masyarakat sekitar Lemabang ini. Sangat bersyukur juga kalau bisa ikut bergabung bersama Buddha Tzu Chi. Walaupun sebagai muslim, tetapi kalau untuk kebaikan, kenapa tidak? Malahan kalau bisa, untuk menjadi pendonor darah tetap, kami sangat mau, termasuk anak kami. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa berlanjut dan bisa menjangkau lebih luas lagi untuk masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan seperti kami ini,” ujar pasangan suami istri ini kompak dan penuh rasa syukur.
Seriaman (27), merupakan seorang relawan kembang yang baru pertama kali ikut dalam kegiatan ini. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di perkebunan sawit. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena bisa mengenal Tzu Chi yang begitu peduli dengan sesama, sehingga hatinya tergerak mau bersumbangsih menjadi relawan kembang pada kegiatan baksos kali ini. Ternyata sebelumnya, dia juga sudah mengenal Tzu Chi dari salah satu relawan, yaitu Junaidi Winarta yang saat ini aktif sebagi ketua Xie Li Rajawali. Dirinya merasa sangat senang bisa berkegiatan, dan berharap bahwa kegiatan yang penuh berkah kebajikan seperti ini bisa tetap berlanjut, serta mengakui dia juga berniat menjadi relawan Tzu Chi untuk aktif berkontribusi ke depannya.
Salah satu wajah baru lainnya yang terlihat berkegiatan dengan penuh semangat dan senyuman di tengah barisan relawan Tzu Chi bernama Lily Abao (45). Kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga dengan domisili di daerah Patal Pusri yang cukup jauh dari lahan baru ini tidak menyurutkan tekadnya hadir bersumbangsih sebagai salah seorang relawan kembang. Dia mengakui tertarik bergabung di barisan relawan Tzu Chi karena diajak oleh Erni Liaw, teman dan tetangganya. “Saya tertarik ajaran Tzu Chi cinta kasih. Tidak membeda-bedakan orang.”
Ternyata ini kali kedua dirinya ikut berkegiatan, sebelumnya dia sempat ikut saat kegiatan sebelumnya yaitu saat survei pembagian kupon ke rumah warga. “Di Tzu Chi semuanya ramah seperti di rumah sendiri, sesuai itu dengan lagu Satu Keluarga,” ungkap Lily dengan senyum lebar selesai ikut peragaan shou yu. Hatinya tergerak untuk ikut bersumbangsih pada kegiatan Tzu Chi berikutnya.
Kondisi harmoni penuh kekeluargaan ini juga dirasakan oleh Riza Fahlevi (42), walau dirinya baru pertama kali mengikuti kegiatan Tzu Chi. Dalam keseharian pekerjaannya sebagai freelancer alat elektronik dan internet, pria yang juga akbrab disapa Rizal ini bahkan sebelumnya sudah meminta izin kepada koordinator bidang kegiatan agar bisa diberikan kesempatan untuk bergabung dalam barisan relawan karena ingin terjun langsung dalam membantu kelancaran kegiatan ini. Dia menjelaskan dari total 111 KK yang disurvei sebelumnya, tercatatat ada 65 KK yang terpilih berhak memperoleh bantuan paket cinta kasih sesuai kriteria yang telah ditetapkan Tzu Chi. Tak pelak, tambahan motivasi tersebut juga membuat pria yang rupanya juga merupakan Ketua RT 43 / RW 09 ini terlihat sangat bersemangat sekaligus bersyukur, apalagi telah bisa ikut bersumbangsih langsung dalam kegiatan ini.
“Saya mengenal Tzu Chi dari kegiatan sosialisasi sebelumnya saat diundang ke kantor lurah kemarin. Saya bisa hadir di sini karena mengikuti keyakinan saya, yang jika boleh saya kutip dalam salah satu kutipannya, yaitu sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain. Untuk itu, senantiasa tertanam di diri saya untuk membantu, karena apa yang ditanam itulah yang akan dituai. Terima kasih karena sudah diberikan kesempatan berbuat baik melalui Tzu Chi. Sambutannya sangat hangat seperti keluarga sendiri. Semoga ke depannya, semakin banyak orang yang terinspirasi, menanam cinta kasih tanpa memandang suku, agama maupun ras, dan semakin banyak orang yang berbuat kebaikan di dunia ini,” terangnya antusias.
Sungguh merupakan suatu berkah yang luar biasa bagi kami semua yang ada di tim dokumentasi bisa menyaksikan pemandangan yang sungguh menyejukkan hati siapapun yang melihatnya. Kondisi ini tidak luput dari semua yang bersumbangsih dalam kegiatan baksos ini mampu bersatu hati, harmoni, saling mengasihi, dan bergotong royong.
Berawal dari satu paket sederhana yang disebut dengan “Paket Cinta Kasih”, paket ini ternyata bisa menjadi benih awal dalam merajut berkah kebajikan terhadap sesama. Kegiatan baksos di “lahan baru” ini benar-benar mampu menghadirkan ribuan senyum kebahagiaan di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, baik dari para penerima bantuan, maupun seluruh relawan, termasuk para donatur Tzu Chi yang selama ini telah bersumbangsih dengan sepenuh hati karena mengandung nilai cinta kasih yang universal.
Sungguh, kami dari tim dokumentasi tidak bisa berkata-kata apapun lagi, selain rasa syukur sepenuh hati. Semuanya juga terasa semakin lengkap dan pastinya mantap dalam melangkah ke depannya. Apalagi di depan mata, ada “sejarah baru” relawan Tzu Chi Palembang yang akan segera dimulai, khususnya terkait dengan “lahan baru” ini.
Ya, setiap sejarah baru yang terukir memang senantiasa menarik untuk diikuti, disimak dan didokumentasikan. Mari kita semua tetap optimis dan bersumbangsih secara nyata. “Jia You”!
Jurnalis : Soehardi, Chacha Yin (Tzu Chi Palembang),
Fotografer : Audrey Wang, Selvia Parjono, Albert Indra Gunawan, Putri Millenia Hadinata (Tzu Chi Palembang),
Editor : Metta Wulandari.