Cinta Kasih Tzu Chi untuk Aceh, Dari Dulu Hingga Kini
Meulaboh adalah ibu kota Kabupaten Aceh Barat yang bisa ditempuh selama kurang lebih 4 jam 30 menit dari kota Banda Aceh. Saat gempa bumi dan tsunami pada hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 terjadi, Meulaboh termasuk salah satu wilayah terdampak paling parah setelah Banda Aceh. Kota ini porak poranda dan korban yang meninggal saat bencana mencapai lebih dari 5.000 jiwa.
Pasca bencana, relawan Tzu Chi memberi bantuan jangka pendek, menengah dan panjang kepada korban yang selamat. Satu bentuk bantuan jangka panjang yang diberikan adalah rumah permanen, yakni Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi yang tersebar di Panteriek Banda Aceh, Neuheun Aceh Besar dan Kecamatan Meurebo, Meulaboh, Aceh Barat.
Salah satu penerima bantuan rumah cinta kasih adalah Sri Wahyuni. Pegawai honorer Dinas lingkungan hidup dan kebersihan kota Banda Aceh ini adalah korban tsunami yang selamat dan menempati rumah permanen di komplek Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Panteriek Banda Aceh. Sejak di penampungan sementara pascatsunami, ia mengenal keberadaan relawan Tzu Chi dan pada tahun 2006 ia mendapat bantuan 1 unit rumah yang ia tempati hingga kini.
Pasca bencana, relawan Tzu Chi memberi bantuan jangka pendek, menengah dan panjang kepada korban yang selamat. Satu bentuk bantuan jangka panjang yang diberikan adalah rumah permanen, yakni Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi yang tersebar di Panteriek Banda Aceh, Neuheun Aceh Besar dan Kecamatan Meurebo, Meulaboh, Aceh Barat.
Salah satu penerima bantuan rumah cinta kasih adalah Sri Wahyuni. Pegawai honorer Dinas lingkungan hidup dan kebersihan kota Banda Aceh ini adalah korban tsunami yang selamat dan menempati rumah permanen di komplek Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Panteriek Banda Aceh. Sejak di penampungan sementara pascatsunami, ia mengenal keberadaan relawan Tzu Chi dan pada tahun 2006 ia mendapat bantuan 1 unit rumah yang ia tempati hingga kini.
Tak sebatas menerima bantuan rumah, Sri juga bergabung menjadi relawan Tzu Chi dan resmi dilantik pada bulan April lalu. Ia aktif membantu berbagai kegiatan kemanusiaan Tzu Chi Banda Aceh dan bahkan telah mengajak 15 ibu Rumah tangga Komplek Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Panteriek untuk menjadi relawan abu putih Tzu Chi.
“Inilah jodoh saya dengan Tzu Chi, istilahnya saya sudah menerima manfaat dari Tzu Chi, lalu kapan lagi saya bisa memberi manfaat buat orang lain? Inilah yang menyentuh hati saya untuk menjadi relawan.” Ungkap Sri saat bakti sosial pembagian beras bagi warga Perumahan Cinta kasih Meulaboh pada tanggal 9 Juni 2024 lalu.
Bakti sosial ini dipusatkan di SD Negeri Paya Peulaga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Kecamatan Meureubo, Meulaboh, Aceh Barat. Sejak pagi, Sri bersama relawan Tzu Chi Meulaboh dan Banda Aceh sudah mempersiapkan 1.000 paket beras berisi 5 kilogram. Sebelumnya 100 paket beras juga sudah dibagikan relawan Tzu Chi kepada warga kota Meulaboh.
“Inilah jodoh saya dengan Tzu Chi, istilahnya saya sudah menerima manfaat dari Tzu Chi, lalu kapan lagi saya bisa memberi manfaat buat orang lain? Inilah yang menyentuh hati saya untuk menjadi relawan.” Ungkap Sri saat bakti sosial pembagian beras bagi warga Perumahan Cinta kasih Meulaboh pada tanggal 9 Juni 2024 lalu.
Bakti sosial ini dipusatkan di SD Negeri Paya Peulaga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Kecamatan Meureubo, Meulaboh, Aceh Barat. Sejak pagi, Sri bersama relawan Tzu Chi Meulaboh dan Banda Aceh sudah mempersiapkan 1.000 paket beras berisi 5 kilogram. Sebelumnya 100 paket beras juga sudah dibagikan relawan Tzu Chi kepada warga kota Meulaboh.
Bakti sosial ini juga merupakan momen peringatan jelang 20 tahun Tsunami Aceh dan menjadi penyambung silaturahmi relawan dengan para penerima bantuan yang rata-rata masih menempati rumah sejak awal diserahkan pascabencana. “Kami membagikan beras untuk warga di sini yang memang pekerjaannya itu kebanyakan petani, nelayan dan pekerja bangunan’’ ujar Yanti, relawan Tzu Chi Meulaboh.
Bagi beras ini disambut baik oleh Mahyudin selaku Kepala Desa atau Keucik Gampong, Paya Peunaga. “Alhamdulillah kurang lebih 19 tahun setelah bencana tsunami, relawan Tzu Chi luar biasa masih peduli sama kami warga di sini.”
Di mana ada penderitaan, di situlah relawan Tzu Chi berada. Pasca bencana 2004 silam hingga kini menjelang peringatan 20 tahun Tsunami Aceh pada bulan Desember mendatang, relawan Tzu Chi kembali ke Meulaboh untuk menyebarkan cinta kasih kepada warga yang diharapkan akan memperpanjang rantai kebajikan dan barisan relawan Tzu Chi di bumi Nanggroe Aceh Darussalam.
Jurnalis : Rahma Mandasari (DAAI TV Medan),
Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan),
Editor : Khusnul Khotimah.
Bagi beras ini disambut baik oleh Mahyudin selaku Kepala Desa atau Keucik Gampong, Paya Peunaga. “Alhamdulillah kurang lebih 19 tahun setelah bencana tsunami, relawan Tzu Chi luar biasa masih peduli sama kami warga di sini.”
Di mana ada penderitaan, di situlah relawan Tzu Chi berada. Pasca bencana 2004 silam hingga kini menjelang peringatan 20 tahun Tsunami Aceh pada bulan Desember mendatang, relawan Tzu Chi kembali ke Meulaboh untuk menyebarkan cinta kasih kepada warga yang diharapkan akan memperpanjang rantai kebajikan dan barisan relawan Tzu Chi di bumi Nanggroe Aceh Darussalam.
Jurnalis : Rahma Mandasari (DAAI TV Medan),
Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan),
Editor : Khusnul Khotimah.