Di Dinginnya Musim Dingin, Tzu Chi Peduli pada Para Tunawisma di Taiwan
Pada bulan Desember 2022, gelombang dingin pertama dari musin dingin melanda Taiwan. Suhu udara turun tajam. Relawan Tzu Chi membagikan kaus kaki, syal, dan jaket hangat kepada para tunawisma untuk bertahan di musim dingin.
Cinta kasih yang hangat di dinginnya musim dingin
Di New Taipei City, relawan Tzu Chi You-Li Xiu-qing memimpin tim relawan ke Stasiun Banqiao, Stasiun MRT, dan Banqiao Rose Park untuk membagikan paket-paket perbekalan musim dingin kepada para tunawisma yang tidur di jalanan. Paket tersebut berisi jaket musim dingin, topi, kaus kaki, syal, pakaian penghangat badan, dan sarung tangan. Mereka ingin mengirimkan cinta kasih dan kehangatan untuk menghangatkan hati dan badan para tunawisma.
Persiapan sepenuh hati
Pada tanggal 07 Desember 2022, relawan Tzu Chi mempersiapkan paket bantuan tersebut di Tzu Chi Banqiao Park. Relawan senior, Liao Chin-teh dan Liu Xian-Zhang, serta relawan lain, melakukan survey kebutuhan di masa persiapan dan merencanakan empat rute untuk merawat para tunawisma pada tanggal 08 Desember 2022.
Relawan Zhan Long-zhen, yang sudah sering terlibat dalam pemberian bantuan darurat internasional Tzu Chi, juga termasuk kedalam tim relawan tersebut. Dia bertanggung-jawab untuk merawat para tunawisma yang berada di pintu masuk Stasiun Banqiao dan Stasiun MRT. Zhan berkata sebelum memulai misi: “Terima kasih sebesar-besarnya kepada para relawan yang datang dan telah mempersiapkan paket bantuan dengan sepenuh hati. Hari ini (18 Desember), semua orang membantu dengan sepenuh hati dan tulus, berharap dapat menghangatkan hati para tunawisma.”
Menemukan cara untuk membantu mereka yang kurang beruntung
Melihat seorang tunawisma tidur di atas tanah yang dingin tanpa selimut untuk melawan hawa dingin, relawan Tzu Chi You-li Xiu-qin segera memberikan semangkuk misop hangat agar bisa menghangatkan perutnya. Dia simpati melihat apa yang dialami lelaki tua tunawisma tersebut, dia mengatakan kepadanya dengan hangat bahwa dia harus menjaga dirinya dengan baik, dan menemukan cara untuk memperbaiki kondisi hidupnya.
Rute lain diatur dan dijalani oleh relawan Wu Ying-xue. Relawan Wu bertemu dengan seorang wanita tua tunawisma berusia sekitar 70-an. Dia ada menerima uang asuransi sebagai seorang nelayan, tetapi hanya akan tersisa sedikit jika digunakan untuk membayar sewa kamar. Dia tidak mau merepotkan orang lain, jadi memilih untuk tidur di jalanan.
Mendengar apa yang terjadi kepada wanita tua tunawisma tersebut, relawan Wu mengusulkan pada pertemuan tim: “Kita bisa membantunya untuk mengajukan permohonan untuk mendapatkan subsidi perawatan rumah tangga Tzu Chi. Kemudian, bersama dengan uang asuransi nelayan yang dia peroleh, kita bisa membantunya menyewa sebuah kamar, dan biaya hidupnya akan ditanggung. Setelah itu, mari kita mengundangnya untuk menjadi relawan daur ulang Tzu Chi.” Relawan Wu telah lama bertekad untuk selalu ikut dalam kegiatan membantu orang lain dan selalu berusaha menemukan cara untuk membantu mereka yang kurang beruntung. Dia berkata, “Saya sangat bersyukur bisa bergabung dan membantu pencapaian tim.”
Relawan Tzu Chi mendatangi Banqiao Rose Park untuk menemui seorang laki-laki tua. Menurut para relawan yang sering berolahraga di sana, ada seorang laki-laki tua yang berusia sekitar 70-an yang kartu identitas dirinya telah dicuri; pencurinya menggunakannya untuk melakukan sesuatu yang ilegal. Akibatnya, laki-laki tua tersebut masuk penjara. Setelah keluar dari penjara, dia tidak lagi bisa mendapat kerjaan dan tinggal di jalanan.
Relawan menemukan laki-laki tua tersebut di taman. Dia memberitahu kepada relawan bahwa semua sanak saudaranya telah meninggal dunia. Dulu dia pernah menerima subsidi bagi rumah tanggal berpenghasilan rendah, tetapi kehilangan hak untuk menerima subsidi tersebut karena masuk penjara.
Setelah mengetahui kisah hidupnya, relawan kemudian mendiskusikan bagaimana membantunya untuk mengajukan subsidi rumah tangga berpenghasilan rendah, kemudian perlahan-lahan membimbingnya untuk menjadi relawan daur ulang; dengan cara ini, dia akan bisa mendapatkan kembali arah hidupnya. Wu berkata: “Ada berbagai alasan kenapa para tunawisma harus tidur di jalanan. Pertama, kami memberi mereka persediaan dan makanan hangat untuk membantu mereka bertahan di musim dingin, dan kemudian membantu mereka untuk mandiri. Inilah tujuan kami.”
Relawan tidak takut menhadapi udara dingin untuk membantu para tunawisma. Mereka selalu bersyukur atas untuk kedamaian. Mereka berbagi berkah dan mengumpulkan cinta orang-orang yang baik hati untuk membantu orang yang membutuhkan.
Bergabunglah dengan Tzu Chi dan kita bisa melakukannya bersama.
Fotografer : Huang Xiu-qin, Wu Ying-xue,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.