Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Dokter Membangkitkan Cinta Kasih untuk Menolong Semua Makhluk

“Di Kathmandu, sebelum menjalankan aktivitas apa pun, kami harus memperoleh izin. Untuk itu, ada Bapak Dipak Kumar KC yang membantu. Beliau juga ada di sini bersama kita. Beliau yang membantu kita memperoleh izin dari pemkot. Di sisi kanan, ada Bapak Hira lal Tandukar. Beliau adalah kepala Kelurahan 11. Mereka telah memberikan dukungan pada kita. Karena itulah, kita dapat mengadakan baksos kesehatan di Kathmandu,” kata Nirdesh Shakya, dokter TIMA.

“Setiap hari, ada banyak pasien yang datang, lebih dari seratus orang. Setiap kali mengadakan baksos kesehatan, kami memulainya dengan berdoa. Kami berdoa untuk kedamaian dunia dan kesehatan Master. Setelah mulai mengadakan baksos kesehatan, kami juga menghubungi beberapa organisasi. Ini adalah foto kami saat membantu sebuah panti asuhan di sekitar lokasi baksos Kesehatan,” lanjut Nirdesh Shakya.

“Kami tidak ingin hanya berfokus pada pasien yang datang berobat atau anak-anak yatim piatu di panti asuhan. Kami juga berfokus pada meningkatkan kesehatan murid-murid. Ini adalah sebuah sekolah yang jaraknya hanya 5 menit berjalan kaki dari lokasi kami. Murid-murid ini masih sangat kecil, tetapi mereka berkata bahwa kelak, mereka juga ingin datang untuk mendukung Tzu Chi dan baksos kesehatan kita,” pungkas Nirdesh Shakya.

Kita bisa melihat Nepal yang penuh harapan. Saya yakin bahwa semua ini berkat adanya jalinan jodoh. Ada banyak hal yang bergantung pada aksi manusia. Jarak bukanlah masalah besar. Asalkan ada jalinan jodoh serta ada orang yang berikrar dan bersedia menjalankannya, jarak bukanlah masalah.
Saya sangat bersyukur kepada para insan Tzu Chi dari Malaysia dan Singapura. Meski berada di negara yang berbeda, mereka sangat berjodoh dengan saya. Setiap hari, saya menyerukan betapa inginnya saya membawa manfaat bagi Nepal. Sekelompok Bodhisattva ini mendengar seruan saya, lalu membangun tekad dan ikrar serta pergi ke Nepal untuk menjalankannya. Sesungguhnya, di negara masing-masing, mereka dapat hidup nyaman.
Di tanah kelahiran Buddha, cuaca sangatlah panas. Setelah pergi ke Nepal, mereka tinggal di tempat yang sangat sederhana. Namun, mereka sanggup menanggung semua itu. Dengan tekad untuk melatih diri, mereka bersabar menghadapi cuaca setempat yang sangat pengap dan panas. Selain itu, makanan dan barang yang digunakan juga berbeda dari apa yang mereka miliki di rumah. Jadi, mereka juga mempraktikkan kesabaran di sana.
Setiap kali teringat akan mereka, saya selalu sangat bersyukur. Cinta kasih yang tulus ini berasal dari lubuk hati mereka. Mereka memiliki jalinan jodoh dengan saya. Saya memiliki harapan seperti itu, tetapi tidak bisa menjangkau Nepal untuk mewujudkannya. Para Bodhisattva dari Singapura dan Malaysia telah menggantikan saya untuk mewujudkannya. Mereka bukan sekadar menjangkau Nepal, melainkan benar-benar mewujudkan harapan saya. Karena itulah, saya bersyukur setiap hari.
Akan tetapi, kita tidak bisa selamanya mengandalkan para relawan dari Singapura dan Malaysia. Saya berharap kita dapat mengedukasi anak-anak setempat serta berinteraksi dengan kaum muda dan menginspirasi mereka untuk turut bersumbangsih sebagai relawan. Bimbinglah mereka untuk mencurahkan perhatian kepada sesama. Alangkah baiknya jika bisa demikian. Ajarilah mereka sesuatu yang bisa dipraktikkan. Kita harus memulai langkah.
Yang paling menderita ialah orang-orang yang kekurangan sekaligus didera penyakit. Banyak orang yang jatuh miskin karena sakit. Mereka yang tidak mampu berobat ketika jatuh sakit sungguh mengalami penderitaan yang tak terkira. Karena itu, saya sangat berharap para dokter dapat meneladan hati Buddha yang rela meninggalkan kehidupan-Nya yang nyaman dan terjun ke tengah masyarakat demi membangkitkan cinta kasih orang-orang.
Beliau terjun ke tengah orang-orang yang kekurangan demi memahami penderitaan mereka. Dengan demikian, barulah Beliau dapat membimbing yang kaya untuk memahami penderitaan yang miskin dan melenyapkan penderitaan mereka. Inilah yang disebut membimbing. Beliau membimbing yang kaya untuk menolong yang miskin. Beliau membimbing yang kaya membangkitkan cinta kasih untuk menolong yang miskin.
Kini, saya bukan hanya ingin yang kaya menolong yang miskin, tetapi juga ingin membimbing yang miskin untuk membangkitkan kekayaan batin, yaitu cinta kasih. Tzu Chi tidak membeda-bedakan status sosial. Setiap orang dapat menolong sesama. Inilah ajaran Buddha yang sesungguhnya. Beliau ingin meruntuhkan perbedaan kasta di dunia ini dan mengajarkan bahwa semua orang setara.
Kita berusaha untuk membimbing orang-orang agar mereka memiliki pekerjaan. Kita juga mengajarkan teknik menanam pada mereka. Untuk mengentaskan kemiskinan, kita membutuhkan edukasi. Karena itulah, saya sangat berharap Tzu Chi dapat memberikan edukasi di Nepal. Berhubung ada banyak orang yang menderita, kita sungguh harus membina hati Buddha. Hati Buddha dan misi Bodhisatwa harus terus diwariskan.
Berdiri di era sekarang, Tzu Chi memiliki jalinan jodoh yang baik, akses transportasi juga memadai. Asalkan memiliki jalinan jodoh untuk mengenal semangat dan cinta kasih Tzu Chi, para dokter dapat membawa manfaat besar bagi pasien kurang mampu. Jadi, asalkan memiliki tekad, kita pasti bisa melakukannya. Saya tidak bisa pergi ke Nepal. Karena itu, saya mengandalkan para insan kasih yang menghimpun kekuatan ikrar mereka.
Dokter Nirdesh, saya harap Anda dapat membangkitkan tekad. Andalah yang paling bisa diandalkan di sana. Anda adalah dokter yang juga memiliki semangat saya. Jadi, Anda hendaknya membangun ikrar agung untuk lebih peduli terhadap orang-orang yang menderita karena penyakit.
Anda memiliki jalinan jodoh untuk menjangkau para dokter setempat. Asalkan Anda menjangkau mereka, mereka akan terinspirasi untuk turut bersumbangsih. Dengan demikian, orang-orang yang menderita makin berkesempatan untuk tertolong. Semoga Anda bisa melakukannya. (Saya bisa.) Baguslah. Saya mendoakanmu.

Bodhisattva menanggung segala ketidaknyamanan demi menjalankan ikrar agung
Membimbing yang kaya untuk menolong yang miskin dan membina insan berbakat
Para dokter melakukan praktik nyata untuk melenyapkan penderitaan akibat penyakit
Mengajarkan teknik menanam dan membina hati Buddha

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 25 September 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 27 September 2026