Green Point ke-54 Tzu Chi Medan di Yayasan Perguruan Sutomo
Sebagai wujud kepedulian kepada lingkungan, relawan Tzu Chi Medan terus memberikan edukasi tentang manfaat barang yang bisa didaur ulang bagi kehidupan masyarakat. Cara ini juga merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan.
Selain kegiatan sosialisasi, tindakan nyata juga dilakukan relawan Tzu Chi Medan. Seperti yang dilakukan pada hari Jumat, 1 September 2023, relawan Tzu Chi Medan melalakukan sosialisasi pelestarian lingkungan sekaligus meresmikan titik Green Point ke-54 Tzu Chi Medan. Kali ini titik pelestarian lingkungan ini dibuka di Yayasan Perguruan Sutomo, Medan, di Jl. Letkol Martinus No. 7, Medan, Sumatera Utara.
Di lingkungan pendidikan ini, relawan Tzu Chi Medan Memberikan pemahaman perlunya melakukan pelestarian lingkungan. Relawan mengajak para murid dan guru untuk ikut melestarikan lingkungan. Caranya salah satunya dengan mendaur ulang barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan kembali. Barang-barang daur ulang yang memiliki nilai ekonomis ini kemudian dikumpulkan dan dipilah sesuai dengan jenisnya untuk kemudian dijual atau dimanfaatkan kembali. Sesuai moto Tzu Chi, Mengubah sampah menjadi emas, emas menjadi aliran cinta kasih yang mengaliri dunia.
“Dengan adanya green point di sekolah Yayasan Perguruan Sutomo ini maka akan lebih mendekatkan para murid dan guru untuk mendonasikan barang-barang daur ulang untuk Tzu Chi. Ikut melakukan kebajikan sekaligus melestarikan lingkungan,” kata Amir Soemardi, koordinator kegiatan.
Kegiatan peresmian Green Point dan Sosialisasi pelestarian lingkungan ini diikuti oleh pihak Yayasan perguruan Sutomo I Medan. Turut hadir Badan pengurus Yayasan Sutomo, Kepala Sekolah SMA dan SMP, Wakil Kepala Sekolah, Kesiswaan SMP, SMA, OSIS serta perwakilan murid SMA kelas 10,11,12. Juga Perwakilan bapak dan ibu guru. Total ada 146 orang peserta.
Kepala SMA Sutomo I Medan, Khoe Tjok Tjin, mengapresisi adanya titik pengumpulan barang daur ulang di sekolahnya. “Kita tahu bumi ini harus di selamatkan. Dengan adanya keranjang green point ini di lingkungan sekolah, kita mengajak para siswa dan guru dapat melakukan aksi pengumpulan barang daur ulang di lingkungan sekolah Sutomo ini,” kata Khoe Tjok Tjin, “kita juga mengajarkan anak-anak murid kita bagaimana menjaga bumi, bagaimana barang-barang plastik sulit yang sulit diurai secara alami ini ternyata bisa bermanfaat dan membantu sesama.”
Dalam kesempatan ini, relawan Tzu Chi Medan Sylvia Tan mengajak para murid dan guru untuk melakukan aksi peduli lingkungan. “Kita mulai dari diri sendiri terlebih dahulu.Dalam kehidupan sehari-hari kurangi pemakaian bahan plastik dan lain lain-lain. Caranya dengan membawa alat makan dan minum ke sekolah, sehingga mengurangi penggunaan kantong plastic,” kata Sylvia Tan, “tunjukkanlah dan ceritakanlah manfaat pelestarian lingkungan ke teman -teman, tetangga dan lingkungan sekitar kita sampai bisa menginspirasi mereka.”
Kegiatan ini dirasakan sangat bermanfaat oleh para murid dan guru. Salah satunya adalah Celine Wirawan, siswi kelas 10 SMA Sutomo I. Setelah mengikuti sosialisasi Tzu Chi dan Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi, membuat tekadnya untuk ikut melestarikan lingkungan semakin terbangkitkan. Ia berjanji akan mengajak teman-temannya untuk ikut berpartisipasi “menjaga” titik green point di sekolahnya ini. “Hal kecil-kecil ini nyatanya bisa memberikan dampak yang sangat besar jika dilakukan Bersama-sama,” kata Celine.
Celine sendiri sejak kecil sudah sering memanfaatkan barang-barang bekas untuk dikreasikan menjadi barang-barang yang bernilai kembali. Salah satunya adalah membuat kreasi dari kardus-kardus dan botol plastik menjadi sebuah lampion. “Saya buat kreasi dari kardus bekas menjadi lampion, dari botol plastik saya buat menjadi dekorasi mesin mainan, hiasan rumah, pot bunga yang bagus untuk menanam tumbuhan yang dapat menambah oksigen,” terang Celine Wirawan.
Peresmian Green Point ini diharapkan dapat mengurangi sampah dan menjaga kelestarian bumi. “Mari kita bersama sama melestarikan lingkungan dan menjadi orang yang peduli dan ramah lingkungan. Semoga bukan hanya aksi green point, kita bisa menjadikan sebagai titik pemilahan, melakukan pembelajaran dan praktik pembuatan eco enzyme dan lainnya,” kata Tony Honkley, Ketua Misi Pelestarian Lingkungan He Qi Jati Medan.
Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan),
Editor : Hadi Pranoto.