Hadirkan Senyum, Pulang Penuh Syukur
Di sela mengerjakan operasional pekerjaan, 10 orang relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas komunitas Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tangerang berbagi kebahagiaan di Panti Werdha Islamic Village pada Kamis, 04 September 2025. Kedatangan relawan dengan membawa paket bingkisan bantuan mulai dari sembako, perlengkapan mandi, dan selimut hangat. Relawan juga membawa paket makan siang untuk oma-oma penghuni panti.
Begitu sampai, suasana langsung terasa hangat. Sebanyak 28 oma-oma yang tinggal di sana bersama 8 pengurus panti menyambut relawan dengan senyum penuh kerinduan. Ada oma yang bahkan berujar lirih. “Sering-sering main ke sini ya, Neng…,” ujarnya. Kalimat sederhana yang terasa begitu menyentuh.
Begitu sampai, suasana langsung terasa hangat. Sebanyak 28 oma-oma yang tinggal di sana bersama 8 pengurus panti menyambut relawan dengan senyum penuh kerinduan. Ada oma yang bahkan berujar lirih. “Sering-sering main ke sini ya, Neng…,” ujarnya. Kalimat sederhana yang terasa begitu menyentuh.
Rido, Ketua Yayasan mewakili keluarga pendiri panti ini berterima kasih atas kunjungan relawan. “Atas nama pengurus dan juga oma-oma yang tinggal di panti kami ini, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian. Semoga ini kunjungan ini bukan yang terakhir, namun bisa terus berlanjut di kemudian hari,” ujarnya.
Setelah itu, suasana makin akrab. Ditemani petikan gitar yang dimainkan salah satu relawan, oma-oma bernyanyi bersama. Lagu demi lagu terdengar mengalun, mulai dari lagu anak-anak, sholawatan, hingga tembang persahabatan seperti Kemesraan. Bahkan ada oma yang dengan penuh semangat meminta lagu Kebunku, karena kecintaannya pada bunga. Tawa dan nyanyian itu mengisi ruangan, seakan menghapus sejenak rasa sepi yang kadang mereka rasakan.
Menjelang siang, relawan membagikan bingkisan kecil berisi minyak kayu putih, biskuit, dan obat-obatan ringan. Tidak ada yang mewah, tetapi wajah oma-oma tampak berbinar menerima dengan penuh rasa syukur. Beberapa bahkan masih bersenandung sambil kembali ke kamar untuk beristirahat.
Setelah itu, suasana makin akrab. Ditemani petikan gitar yang dimainkan salah satu relawan, oma-oma bernyanyi bersama. Lagu demi lagu terdengar mengalun, mulai dari lagu anak-anak, sholawatan, hingga tembang persahabatan seperti Kemesraan. Bahkan ada oma yang dengan penuh semangat meminta lagu Kebunku, karena kecintaannya pada bunga. Tawa dan nyanyian itu mengisi ruangan, seakan menghapus sejenak rasa sepi yang kadang mereka rasakan.
Menjelang siang, relawan membagikan bingkisan kecil berisi minyak kayu putih, biskuit, dan obat-obatan ringan. Tidak ada yang mewah, tetapi wajah oma-oma tampak berbinar menerima dengan penuh rasa syukur. Beberapa bahkan masih bersenandung sambil kembali ke kamar untuk beristirahat.
Kegiatan selesai sekitar pukul 12.05 WIB. Namun, yang tersisa bukan hanya kenangan singkat, melainkan pelajaran hidup yang mendalam. Seperti yang disampaikan Prayuda, salah satu relawan. “Saya sangat terharu ikut kegiatan ini. Bahagia itu ternyata sederhana, bisa berkumpul dengan keluarga, melihat senyum orang tua, adalah anugerah besar. Oma-oma di sini mengingatkan kita betapa berharga kebersamaan itu, sesuatu yang sering kita anggap biasa, padahal banyak orang di luar sana sangat merindukannya,” ucapnya.
Meski sebentar, namun kunjungan ini sangat berkesan. Relawan pun pulang dengan hati penuh syukur. Sebab, di balik setiap senyum oma yang dtemui, ada pesan yang kuat, kebahagiaan sejati lahir dari kasih sayang yang tulus dan kehadiran satu sama lain.
Jurnalis : Febra Jeksianola (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Fotografer : Paroz Najib, Kimy Aldana (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Editor : Arimami Suryo A.
Meski sebentar, namun kunjungan ini sangat berkesan. Relawan pun pulang dengan hati penuh syukur. Sebab, di balik setiap senyum oma yang dtemui, ada pesan yang kuat, kebahagiaan sejati lahir dari kasih sayang yang tulus dan kehadiran satu sama lain.
Jurnalis : Febra Jeksianola (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Fotografer : Paroz Najib, Kimy Aldana (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Editor : Arimami Suryo A.