Kegiatan di Wilayah Sumatera

Imlek Penuh Makna Bersama Gan En Hu Tzu Chi Pekanbaru

Dalam suasana kemeriahan perayaan Imlek, relawan Tzu Chi Pekanbaru mengadakan kegiatan ramah tamah bersama para Gan En Hu (penerima bantuan khusus Tzu Chi). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Tzu Chi Pekanbaru pada tanggal 1 Maret 2026. Ramah tamah tersebut dihadiri oleh 146 penerima bantuan beserta keluarga serta 31 relawan Tzu Chi.
Di awal acara, Liliana yang memandu kegiatan menyapa para penerima bantuan dengan penuh kehangatan. Ramah tamah yang bertepatan dengan perayaan Imlek ini mengangkat tema “Mari Giat Ciptakan Berkah.”
Lina, dalam sambutannya, menyampaikan kata perenungan dari Master Cheng Yen yang mengatakan, Berkah tidak diperoleh dengan cara memohon, tetapi harus diciptakan.” Pesan ini mengajak para penerima bantuan untuk mulai melakukan kebajikan sejak sekarang agar dapat menumbuhkan berkah dalam kehidupan.
Para keluarga penerima bantuan khusus Tzu Chi bersama relawan menerima Angpou dalam suasana Imlek yang diadakan oleh relawan Tzu Chi Pekanbaru. Acara ramah tamah ini dihadiri oleh 146 orang penerima bantuan khusus Tzu Chi.
Lina sebagai pembawa materi, menjabarkan Kata Perenungan Master Cheng Yen “Berkah tidak diperoleh dengan cara memohon, tapi harus diciptakan”
Para peserta diajak untuk bermain games satu per satu bergiliran memutar botol di tengah, dimana ujung botol berhenti, itulah angpao yang didapat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan ceramah Master Cheng Yen yang menyampaikan pesan, “Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Jika berbuat baik, yang kita dapat ialah berkah; jika tidak berbuat baik, bahkan tamak dan dipenuhi nafsu keinginan, yang kita dapat ialah kerugian.”
Pada sesi berbagi pengalaman, M. Shobri Al-Mukaromah, anak dari Ibu Nety, menyampaikan kesan batin dan pengalamannya. Menurutnya, berbagi tidak memandang siapa pun. Tzu Chi mengajarkan bahwa kebaikan tidak hanya melalui uang atau barang, tetapi juga melalui tindakan membantu orang lain ketika mereka membutuhkan.
“Tidak hanya uang atau barang yang bisa kita berikan. Membantu orang lain saat mereka membutuhkan juga merupakan sebuah kebaikan,” ungkap M. Shobri dengan penuh semangat.
Penampilan relawan Tzu Chi dan anak-anak kelas budi pekerti memperagakan isyarat tangan dengan lagu Imlek yang berjudul - jiàn kāng guò hǎo nián (Sehat Menyambut Tahun Baru).
Diakhir ramah tamah para penerima bantuan meneriama bantuan mereka masing-masing yang dibantu oleh relawan Tzu Chi. Bantuan khusus yang diberikan berbeda-beda namun masing-masing mendapatkan beras 10 kg.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan lagu Imlek berjudul Jiàn kāng guò hǎo nián (Sehat Menyambut Tahun Baru) serta penuangan celengan bambu bersama.
Suasana semakin meriah dengan permainan “Games Berkah Angpau.” Para peserta dibagi ke dalam kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 12 orang. Mereka duduk melingkar dengan sebuah botol di tengah dan beberapa angpau di sekelilingnya. Selain berisi sejumlah uang, setiap angpau juga berisi kata perenungan Master Cheng Yen yang dapat dibaca dan dipahami maknanya oleh para peserta.
Para penerima bantuan khusus Tzu Chi menuangkan celengan bambu mereka kepada Yayasan tzu Chi yang nantinya dignakan untuk membantu orang yang membutuhkan kembali.

Melalui kegiatan ramah tamah ini, relawan berharap para penerima bantuan tidak hanya merasakan kebahagiaan di momen perayaan Imlek, tetapi juga terinspirasi untuk terus menumbuhkan kebajikan dan menciptakan berkah dalam kehidupan sehari-hari.

Jurnalis : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Anand Yahya.