Kebajikan dari Celengan Bambu
Seiring dengan penurunan level PPKM di Jakarta, berbagai aktivitas masyarakat di ibukota pun kembali bergeliat. Seperti acara penuangan celengan bambu yang dapat kembali dilaksanakan di Mal Pluit Village, Sabtu 13 November 2021.
Sebanyak 24 relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Utara 2 menyukseskan kegiatan ini. Para relawan merasakan bahwa bisa kembali berkegiatan secara tatap muka adalah momen yang penuh sukacita. Hal ini terlihat dari antusiasme para relawan yang sudah hadir di Mal Pluit Village sejak pagi hari.
Tim Lina bersama Christine Tjen dan Andrew Ng ikut dalam sesi pagi dan bertugas di ruko bagian luar. Satu per satu ruko didatangi dengan sapaan yang ramah. Relawan menanyakan para staf yang berada di ruko tersebut apakah dapat melakukan penuangan celengan yang terletak di depan kasir mereka. Kedatangan relawan pun disambut hangat dan mereka langsung menuangkan celengan bambu mereka.
Adanya peran dan wujud kepedulian serta cinta kasih akan sesama dari para tenant dan stafnya, membuat kegiatan pada hari itu bisa terlaksana dengan baik. Begitu juga untuk tenant baru yang belum berpartisipasi, Christine Tjen dengan singkat menjelaskan manfaat celengan bambu ini. Relawan juga memberikan buletin Tzu Chi agar mereka lebih mengenal visi misi Yayasan Buddha Tzu Chi.
Donasi yang telah terkumpul dari setiap tenant di Mal Pluit Village ini kemudian dituang ke dalam sebuah wadah yang akan menjadi penuh bagaikan lautan cinta kasih yang tak terbatas. Jika semua orang bisa melakukan ini maka akan sangat bermanfaat bagi banyak orang di dunia.
Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi berkata dengan setiap hari menyisihkan uang dan memasukkannya ke celengan bambu maka dapat membuat setiap orang memiliki niat dan pikiran yang baik. Seperti moto yang tercetak di celengan, “Dana Kecil Amal Besar”.
Setiap keping koin yang didonasikan, sekecil apapun, penyumbang sudah turut beramal membantu sesama yang membutuhkan. Dari dana yang terkumpul, Yayasan Buddha Tzu Chi akan menyalurkan kepada orang yang membutuhkan, seperti untuk biaya hidup, pendidikan, pengobatan, bedah rumah dan warga yang terkena bencana alam dan lainnya.
Andrew Ng yang berasal dari kota Medan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tahun 2016, Andrew kuliah di ITB Bandung dan sempat menjalin jodoh baik dengan Tzu Chi Bandung. Dua tahun kemudian dia bergabung menjadi relawan muda mudi (Tzu Ching). Setelah lulus S2 dan diterima bekerja di Jakarta, dia tetap mengikuti kegiatan relawan Tzu Chi di Jakarta.
“Saya banyak belajar bahwa dengan hanya melakukan kebajikan dengan hal kecil secara rutin, yaitu berdana sedikit demi sedikit, kita sudah bisa berbuat amal,” ungkapnya.
Setelah selesai penuangan celengan bambu, tidak terasa waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB, saatnya untuk makan siang. Relawan Tzu Chi yang bertugas telah mempersiapkan masakan vegetarian untuk tim relawan. Setiap kegiatan, relawan Tzu Chi selalu membawa peralatan makan sendiri untuk mengurangi plastik sekali pakai dan menerapkan prinsip pelestarian lingkungan. Melalui tindakan sederhana ini, relawan telah ikut berpartisipasi dalam menjaga bumi.
Fotografer : Dokumentasi (He Qi Utara 2),
Editor : Khusnul Khotimah.