Keceriaan Natal dalam Ramah Tamah Gan En Hu
Kegiatan ramah tamah Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) pada hari Minggu, 30 November 2025 berlangsung berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Menyambut hari raya Natal, Tzu Chi Pekanbaru mengadakan ramah tamah bertema Natal yang dihadiri oleh 30 relawan dan 108 Gan En Hu.
Dimulai dengan relawan yang mengenakan aksesori Natal serta hadirnya sebuah pohon Natal, ramah tamah Gan En Hu kali ini bertujuan untuk berbagi suasana dan kebahagiaan Natal bersama para penerima bantuan Tzu Chi Pekanbaru. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan doa bersama untuk mendoakan saudara-saudara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang sedang mengalami musibah banjir.
Dimulai dengan relawan yang mengenakan aksesori Natal serta hadirnya sebuah pohon Natal, ramah tamah Gan En Hu kali ini bertujuan untuk berbagi suasana dan kebahagiaan Natal bersama para penerima bantuan Tzu Chi Pekanbaru. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan doa bersama untuk mendoakan saudara-saudara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang sedang mengalami musibah banjir.
Usai berdoa dengan tulus, kegiatan ramah tamah dilanjutkan dengan materi “Indahnya Kebersamaan dalam Cinta Kasih Universal” yang dibawakan oleh Liliana. “Cinta kasih universal adalah cinta kasih yang melampaui batas dan perbedaan. Berbeda dari cinta kasih individual yang sempit, cinta kasih universal tidak membeda-bedakan dan tidak bersyarat. Sesuai ajaran Master, kita hendaknya memperlakukan orang lain seperti keluarga sendiri, turut merasakan kepedihan dan kebahagiaan mereka, serta menyebarkan cinta kasih universal,” jelas Liliana.
“Tzu Chi memberi saya kehidupan baru saat saya menghadapi masa sulit setelah pensiun dan ketika ibu saya sakit. Awalnya saya ragu ketika mantan murid saya menceritakan tentang Tzu Chi. Saya pikir Tzu Chi hanya untuk umat Buddha, sedangkan saya beragama Katolik. Namun akhirnya saya menyadari bahwa Tzu Chi tidak memandang agama apa pun,” ujar Rudi, salah satu Gan En Hu yang merasakan cinta kasih universal Tzu Chi.
“Tzu Chi memberi saya kehidupan baru saat saya menghadapi masa sulit setelah pensiun dan ketika ibu saya sakit. Awalnya saya ragu ketika mantan murid saya menceritakan tentang Tzu Chi. Saya pikir Tzu Chi hanya untuk umat Buddha, sedangkan saya beragama Katolik. Namun akhirnya saya menyadari bahwa Tzu Chi tidak memandang agama apa pun,” ujar Rudi, salah satu Gan En Hu yang merasakan cinta kasih universal Tzu Chi.
Selain mendengarkan materi, para Gan En Hu juga menonton video berjudul ‘Semangkuk Nasi’, yang memperjelas makna cinta kasih universal yang tidak memandang perbedaan. Kegiatan ramah tamah kemudian dilanjutkan dengan sesi kuis, di mana tujuh orang Gan En Hu maju dan menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh para relawan.
“Tzu Chi tidak memandang latar belakang seseorang, dan menganggap semua manusia sama dan setara. Saya sangat berterima kasih, karena telah memperoleh bantuan yang benar-benar saya butuhkan,” kata Rizka Adelia, salah satu Gan En Hu.
Usai kuis, para Gan En Hu kemudian menuangkan uang yang telah mereka sisihkan ke dalam celengan. Seperti prinsip ‘Dana Kecil Amal Besar’, besar kecilnya uang yang mereka sisihkan tidak sepenting niat dan pikiran baik yang timbul ketika mereka menyisihkan uang setiap harinya ke dalam celengan.
“Tzu Chi tidak memandang latar belakang seseorang, dan menganggap semua manusia sama dan setara. Saya sangat berterima kasih, karena telah memperoleh bantuan yang benar-benar saya butuhkan,” kata Rizka Adelia, salah satu Gan En Hu.
Usai kuis, para Gan En Hu kemudian menuangkan uang yang telah mereka sisihkan ke dalam celengan. Seperti prinsip ‘Dana Kecil Amal Besar’, besar kecilnya uang yang mereka sisihkan tidak sepenting niat dan pikiran baik yang timbul ketika mereka menyisihkan uang setiap harinya ke dalam celengan.
“Di Tzu Chi, selain memperoleh bantuan, saya juga memperoleh keluarga baru dan dukungan dari para relawan yang selalu mendampingi saya ketika saya putus asa. Saya merasakan prinsip kekeluargaan dari Tzu Chi, dan juga cinta kasih,” kata ibu dari Monica, Gan En Hu kecil Tzu Chi Pekanbaru.
Acara ramah tamah ditutup dengan penampilan isyarat tangan berjudul “Keceriaan Natal” yang dibawakan oleh tim isyarat tangan dari Kelas Ceria Tzu Chi Pekanbaru. Para Gan En Hu pun mengikuti gerakannya dengan penuh sukacita. Setelah itu, Gan En Hu dan relawan bersama-sama memperagakan isyarat tangan “Satu Keluarga”, menutup ramah tamah bertema Natal ini dengan suasana hangat dan ceria, layaknya satu keluarga besar yang bahagia.
Jurnalis : Dea Paramita (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Pricilia Fernanda Saujana, Asriani (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Khusnul Khotimah.
Acara ramah tamah ditutup dengan penampilan isyarat tangan berjudul “Keceriaan Natal” yang dibawakan oleh tim isyarat tangan dari Kelas Ceria Tzu Chi Pekanbaru. Para Gan En Hu pun mengikuti gerakannya dengan penuh sukacita. Setelah itu, Gan En Hu dan relawan bersama-sama memperagakan isyarat tangan “Satu Keluarga”, menutup ramah tamah bertema Natal ini dengan suasana hangat dan ceria, layaknya satu keluarga besar yang bahagia.
Jurnalis : Dea Paramita (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Pricilia Fernanda Saujana, Asriani (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Khusnul Khotimah.